Faktanusa.com, Kutai Timur – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berhasil meraih Juara III Lomba Inovasi Daerah. Penghargaan tersebut menjadi apresiasi terhadap inovasi pelayanan administrasi kependudukan yang dinilai memberikan manfaat nyata dan telah dirasakan masyarakat.

Kepala Disdukcapil Kutim, Jumeah, mengatakan keberhasilan tersebut tidak terlepas dari penerapan inovasi yang telah menjangkau masyarakat di berbagai wilayah Kutai Timur.

Menurutnya, salah satu indikator penting dalam penilaian inovasi adalah sejauh mana program yang dikembangkan mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Karena memang manfaatnya sudah jelas dirasakan oleh masyarakat. Intinya seperti itu,” ujar Jumeah, Selasa (1/9/2026).

Jumeah menegaskan, inovasi yang dikembangkan Disdukcapil bukan sekadar program yang dipersiapkan untuk mengikuti perlombaan. Inovasi tersebut telah diterapkan dalam sistem pelayanan administrasi kependudukan sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung.

Menurutnya, penghargaan yang diraih justru menjadi pemicu bagi Disdukcapil untuk terus melakukan pembenahan dan pengembangan pelayanan.

Ia menilai setiap inovasi tetap memiliki ruang untuk dievaluasi, baik dari sisi kelebihan maupun kekurangan dalam penerapannya di lapangan.

“Dengan mendapatkan penghargaan ini, langkah ke depannya kami akan mengevaluasi apa kekurangan dan kelebihannya,” katanya.

Evaluasi tersebut, lanjut Jumeah, diperlukan untuk memastikan inovasi yang sudah berjalan dapat terus disempurnakan. Masukan dari pelaksanaan pelayanan di lapangan akan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan pengembangan berikutnya.

Hal tersebut penting karena kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan administrasi kependudukan terus berkembang. Disdukcapil dituntut mampu menghadirkan pelayanan yang semakin mudah, cepat, efektif, dan dapat menjangkau masyarakat hingga wilayah yang lebih luas.

Jumeah memastikan pihaknya tidak akan berhenti berinovasi meskipun telah mendapatkan penghargaan. Disdukcapil Kutim bahkan telah menyiapkan langkah untuk kembali mengikuti kompetisi inovasi pada tahun berikutnya.

“Untuk tahun depan pasti ada lagi inovasi yang kami ikutkan,” ungkapnya.

Ia berharap inovasi yang dikembangkan ke depan tidak hanya mampu memperoleh prestasi dalam kompetisi, tetapi juga semakin memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mendapatkan dokumen administrasi kependudukan.

Bagi Disdukcapil, penghargaan bukan menjadi tujuan akhir. Ukuran keberhasilan utama tetap berada pada manfaat yang diterima masyarakat dari inovasi pelayanan tersebut.

Jumeah juga menekankan bahwa capaian Juara III merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Disdukcapil Kutim. Menurutnya, keberhasilan dalam menghadirkan inovasi pelayanan tidak dapat dilakukan oleh satu orang saja.

“Ini kerja kolektif, bukan perseorangan. Semua harus kompak karena tidak mungkin mendapatkan penilaian terbaik tanpa kerja bersama,” tegasnya.

Ia mengapresiasi seluruh pegawai yang telah berkontribusi dalam proses pengembangan dan penerapan inovasi. Kekompakan, koordinasi, serta kerja sama antarpegawai dinilai menjadi modal penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Disdukcapil Kutim sebelumnya juga tercatat meraih peringkat III Lomba Inovasi Daerah melalui inovasi pelayanan administrasi kependudukan SIAP KAWAL.

Capaian tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Disdukcapil Kutim untuk terus mengembangkan berbagai terobosan dalam pelayanan administrasi kependudukan.

Ke depan, Jumeah berharap budaya inovasi semakin melekat di lingkungan Disdukcapil. Setiap pegawai didorong untuk melihat berbagai persoalan pelayanan sebagai ruang untuk menghadirkan solusi yang lebih efektif.

Dengan demikian, inovasi tidak berhenti pada penghargaan atau kompetisi, tetapi benar-benar menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memberikan kemudahan bagi masyarakat Kutai Timur. (Adv/Kominfo)

Loading