
Faktanusa.com, Balikpapan – Balikpapan terus memperkuat langkah menuju ketahanan air berkelanjutan melalui kolaborasi internasional bersama Singapore Water Center dan Bank Dunia. Kerja sama tersebut diwujudkan melalui Deep Dive Workshop yang menjadi bagian dari upaya mereplikasi konsep ABC (Active, Beautiful, Clean) seperti yang telah berhasil diterapkan di Singapura.
Program tersebut digagas Pemerintah Kota Balikpapan melalui Bappeda Litbang Kota Balikpapan sebagai strategi jangka panjang untuk memperkuat pengelolaan sumber daya air sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan perkotaan.
Kepala Bappeda Litbang Kota Balikpapan, Murni, mengatakan lokakarya yang berlangsung pada 5–6 Mei 2026 itu merupakan tindak lanjut dari diskusi global bersama 40 kota di dunia terkait pengelolaan air perkotaan berstandar internasional.
“Konsep ABC ini akan kita kembangkan secara bertahap agar kualitas air di Balikpapan bisa semakin baik dan berkelanjutan,” ujarnya, Senin (11/5/2026).
Salah satu fokus utama program tersebut adalah pengembangan kawasan Waduk Wonorejo dan Sungai Ampal Hulu sebagai sumber air baku utama kota. Pemerintah Kota Balikpapan menargetkan penyusunan studi kelayakan atau feasibility study pada 2027 untuk menata kedua kawasan tersebut menjadi infrastruktur air modern yang terintegrasi dengan ruang publik.

Menurut Murni, pengembangan kawasan itu diharapkan mampu membantu mengatasi defisit air bersih di Balikpapan yang saat ini mencapai hampir 1.000 liter per detik.
“Air yang ditampung nantinya diharapkan aman digunakan sebagai sumber air baku sekaligus menjadi kawasan yang nyaman dan ramah lingkungan,” katanya.
Konsep ABC sendiri mengedepankan pengelolaan air yang aktif, indah, dan bersih dengan mengintegrasikan fungsi lingkungan, estetika kota, hingga kebutuhan masyarakat terhadap ruang publik. Pemerintah menilai pendekatan tersebut relevan diterapkan di Balikpapan yang terus berkembang sebagai kota penyangga utama Ibu Kota Nusantara.
Meski demikian, Murni mengakui implementasi program tersebut menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait pembiayaan dan partisipasi masyarakat. Pengembangan infrastruktur air berteknologi modern memerlukan dukungan fiskal yang cukup besar sehingga pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.
Selain itu, keberhasilan konsep ABC juga sangat bergantung pada kesadaran masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan, khususnya pengelolaan limbah rumah tangga.
“Masyarakat wajib mengelola sampah padat dan limbah cair dengan baik. Penggunaan septic tank yang memenuhi standar teknis juga sangat penting agar air yang masuk ke sungai dan waduk tetap bersih,” jelasnya.
Dalam kerja sama tersebut, Singapore Water Center juga akan memberikan dukungan pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan daring maupun luring. Sementara itu, Bank Dunia melalui program Sanimas Mantap akan mendukung kajian hingga pembangunan infrastruktur pengelolaan limbah.
Sebagai tahap awal implementasi, Pemkot Balikpapan bersama Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Balikpapan akan memulai sosialisasi masif kepada masyarakat sepanjang 2026. Sosialisasi tersebut bertujuan membangun kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga kualitas air dan lingkungan.
Pemerintah berharap kolaborasi internasional ini dapat menjadi langkah strategis dalam mewujudkan Balikpapan sebagai kota global yang mampu menyediakan air minum sehat, aman, dan merata bagi seluruh masyarakat di masa depan. (Nil/Adv/Diskominfo Balikpapan)
![]()


