
Faktanusa.com, Sangatta – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan menyusul memburuknya kualitas udara dalam dua hari terakhir.
Kabut asap mulai menyelimuti sejumlah wilayah Kutim sejak Rabu (16/9/2026). Kondisi tersebut berdampak terhadap kualitas udara yang berada pada kategori tidak sehat sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok yang rentan terhadap paparan udara buruk.
Berdasarkan pemantauan kualitas udara, Indeks Kualitas Udara (IKU) Kutim sempat mencapai angka 165 pada Rabu (16/9) pukul 19.05 WITA. Sementara pada Kamis (17/9), indeks berada di angka 114 yang masih masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Kepala Dinkes Kutim, Yuwana Sri Kurniawati, mengatakan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat. Paparan udara dengan kualitas yang menurun berpotensi memberikan dampak lebih besar terhadap kelompok masyarakat tertentu.
Kelompok yang dinilai lebih rentan meliputi anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan dan kardiovaskular.
Karena itu, Yuwana mengimbau kelompok rentan membatasi aktivitas di luar ruangan selama kondisi kualitas udara belum kembali membaik. Masyarakat yang memiliki keperluan dan tetap harus beraktivitas di luar juga diminta menggunakan pelindung pernapasan.
“Kalau memang harus keluar ruangan gunakan masker khususnya masker N95. Apabila tidak tersedia masker N95 bisa dengan menggunakan masker bedah atau masker yang ada,” ujarnya.
Selain membatasi aktivitas luar ruangan dan menggunakan masker, masyarakat juga diminta memperhatikan kondisi udara di dalam rumah. Sirkulasi udara perlu dipastikan tetap berjalan dengan baik, namun masyarakat juga perlu menyesuaikannya dengan kondisi udara di luar.
Dinkes turut menganjurkan masyarakat menjaga kondisi tubuh dengan memperbanyak konsumsi air putih serta mengonsumsi sayur dan buah. Upaya tersebut menjadi bagian dari menjaga kondisi tubuh selama masyarakat menghadapi kualitas udara yang menurun.
Masyarakat juga diminta tidak mengabaikan gejala kesehatan yang muncul setelah beraktivitas di tengah kondisi udara yang kurang baik.
Beberapa keluhan yang perlu diperhatikan antara lain batuk, sesak napas, iritasi mata, hingga dada terasa sesak atau berat. Apabila keluhan tersebut muncul atau semakin mengganggu, masyarakat dianjurkan segera mendapatkan pemeriksaan medis.
“Apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, dada terasa sesak atau berat bisa segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,” katanya.
Dinkes Kutim juga mulai mengambil langkah untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi tersebut dengan membagikan masker dari persediaan yang tersedia.
Namun, stok masker yang dimiliki saat ini masih terbatas. Dinkes masih menunggu tambahan masker dari Kementerian Kesehatan untuk memperkuat dukungan perlindungan bagi masyarakat, khususnya mereka yang harus tetap beraktivitas di luar ruangan.
“Untuk pembagian masker saat ini kami sedang membagi stok masker yang ada karena jumlahnya terbatas sambil menunggu dropping dari Kemenkes,” pungkasnya.
Dinkes mengingatkan masyarakat untuk terus memantau perkembangan kualitas udara dan menyesuaikan aktivitas dengan kondisi lingkungan. Kewaspadaan terutama perlu ditingkatkan oleh kelompok rentan agar risiko gangguan kesehatan akibat paparan udara yang buruk dapat diminimalkan. (ADV/Kominfo).
![]()

