
Faktanusa.com, Balikpapan – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di kawasan Jalan Syarifudin Yoes menyusul pekerjaan perbaikan jalan yang terdampak longsor. Pengalihan arus dilakukan guna menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus mendukung kelancaran proses pengerjaan di lokasi.
Kepala Dishub Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Paturahman, mengatakan rekayasa lalu lintas diterapkan bagi kendaraan dari arah Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan maupun dari arah kawasan WIKA.
“Pengaturan arus ini bersifat sementara selama proses perbaikan berlangsung. Fokus utama kami adalah keselamatan pengguna jalan dan memastikan lalu lintas tetap terkendali di sekitar lokasi pekerjaan,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).
Menurut Fadli, kendaraan golongan R6 dengan jumlah berat yang diperbolehkan (JBB) di atas enam ton dari arah bandara dialihkan melalui Jalan MT Haryono menuju Jalan Jenderal Sudirman. Kebijakan tersebut dilakukan untuk mengurangi beban kendaraan berat yang melintas di sekitar area longsor.
Sementara itu, kendaraan roda dua dan roda empat diarahkan melewati sejumlah jalur alternatif yang telah disiapkan Dishub. Jalur tersebut meliputi Jalan Kasih menuju Jalan Ruhui Rahayu, Jalan Asnawi Arbain (BJBJ) menuju Jalan Punai atau Jalan Ketinjau, Jalan Asnawi Arbain menuju Jalan MT Haryono, serta Jalan Marsma Iswahyudi menuju Jalan ZA Maulani.
“Untuk kendaraan kecil kami arahkan melalui beberapa jalur alternatif agar distribusi arus kendaraan tetap berjalan dan tidak menumpuk di satu titik,” katanya.
Pengalihan arus juga diterapkan bagi kendaraan dari arah kawasan WIKA. Kendaraan berat golongan R6 dengan JBB di atas enam ton dialihkan melalui Jalan MT Haryono menuju Jalan Jenderal Sudirman.
Sedangkan kendaraan roda dua dan kendaraan ringan diarahkan melewati Jalan Ruhui Rahayu menuju Jalan MT Haryono sebagai jalur alternatif utama selama pekerjaan berlangsung.
Dishub Balikpapan juga menempatkan petugas di sejumlah titik strategis untuk membantu pengaturan lalu lintas sekaligus memberikan arahan kepada pengendara yang melintas di kawasan tersebut. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan potensi kemacetan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
“Kami menurunkan petugas di lapangan untuk membantu pengaturan arus lalu lintas dan memastikan pengguna jalan mendapatkan informasi jalur alternatif yang sudah disiapkan,” ucap Fadli.
Ia mengimbau masyarakat agar mematuhi rambu-rambu lalu lintas serta mengikuti arahan petugas selama rekayasa berlangsung. Menurutnya, kerja sama pengguna jalan sangat dibutuhkan agar arus kendaraan tetap lancar dan aman.
Dishub juga mengingatkan bahwa peningkatan volume kendaraan di jalur alternatif berpotensi terjadi selama masa pengerjaan jalan. Karena itu, masyarakat diminta mengatur waktu perjalanan dengan lebih baik untuk menghindari kepadatan kendaraan.
“Kami berharap masyarakat bisa menyesuaikan waktu perjalanan dan menggunakan jalur alternatif sesuai arahan petugas agar tidak terjadi penumpukan kendaraan,” ujarnya.
Fadli menambahkan, pengaturan lalu lintas akan terus dievaluasi menyesuaikan perkembangan pekerjaan perbaikan jalan di lokasi longsor. Jika kondisi jalan telah dinyatakan aman, arus lalu lintas akan dikembalikan normal seperti semula.
“Kalau proses perbaikan selesai dan jalan sudah aman dilintasi, maka arus lalu lintas akan kembali dibuka secara normal,” tuturnya.
Pemerintah Kota Balikpapan berharap proses perbaikan jalan di kawasan Syarifudin Yoes dapat berjalan lancar sehingga aktivitas masyarakat dan mobilitas kendaraan kembali normal tanpa mengganggu keselamatan pengguna jalan. (Nil/Adv/Diskominfo Balikpapan).
![]()


