
Faktanusa.com, Balikpapan – Komitmen meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak, terus dilakukan melalui kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah daerah, dan fasilitas kesehatan. Salah satunya diwujudkan Alfamidi melalui kegiatan posyandu dan edukasi kesehatan yang digelar di Kelurahan Gunung Sari Ulu, Balikpapan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) Alfamidi yang menyasar masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Pelaksanaan kegiatan melibatkan Puskesmas Gunung Sari Ulu, pemerintah kelurahan, serta masyarakat setempat.
Program tersebut tidak hanya memberikan layanan pemantauan kesehatan balita, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan ibu dan anak, pemantauan tumbuh kembang, hingga pencegahan stunting.
Area Manager Alfamidi wilayah Balikpapan hingga Paser, Teguh Ariana, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi perusahaan dengan pemerintah dan lingkungan masyarakat dalam mendukung pelayanan kesehatan.
“Kami bekerja sama dengan lingkungan, khususnya Dinas Kesehatan Kota Balikpapan dan Kelurahan Gunung Sari Ulu untuk kegiatan posyandu. Kegiatan ini juga berjalan rutin, termasuk terkait stunting dan kesehatan posyandu,” ujar Teguh.
Menurutnya, kegiatan serupa bukan merupakan program yang hanya dilaksanakan satu kali. Alfamidi secara berkala melakukan kegiatan sosial yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat dengan menggandeng pihak-pihak terkait.
Ia menyebutkan, kegiatan bersama tersebut umumnya dilaksanakan setiap tiga bulan sekali. Untuk tahun ini, kegiatan yang digelar di Gunung Sari Ulu menjadi salah satu agenda lanjutan yang melibatkan Alfamidi bersama pemerintah kelurahan dan dinas kesehatan.

“Biasanya kegiatan kita tiga bulan sekali. Mungkin di tahun ini sudah kegiatan kedua yang diadakan bekerja sama dengan pihak kelurahan, dinas kesehatan, dan Alfamidi,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan diisi dengan sejumlah pelayanan kesehatan yang biasa dilakukan di posyandu. Selain pemantauan kesehatan, masyarakat juga mendapatkan sosialisasi mengenai kesehatan ibu dan anak.
Petugas kesehatan melakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan balita. Data hasil pengukuran tersebut menjadi bagian penting dalam memantau pertumbuhan anak secara berkala.
“Kegiatannya ada posyandu. Di sini kita ada sosialisasi untuk masalah kesehatan anak dan ibu, kemudian ada proses timbang dan tinggi badan anak,” katanya.
Teguh mengatakan, pemantauan pertumbuhan balita menjadi salah satu hal penting dalam upaya pencegahan stunting. Dengan pemeriksaan yang dilakukan secara rutin, kondisi pertumbuhan anak dapat diketahui lebih awal sehingga apabila ditemukan persoalan dapat segera ditindaklanjuti oleh tenaga kesehatan.
Dalam kegiatan tersebut, antusiasme masyarakat juga cukup tinggi. Teguh menyebutkan, sekitar 100 hingga 120 peserta mengikuti kegiatan yang mayoritas berasal dari warga di sekitar Kelurahan Gunung Sari Ulu.
“Untuk peserta tadi ada sekitar 100 sampai 120 yang memang diikuti warga sekitar, khususnya Kelurahan Gunung Sari Ulu,” ungkapnya.
Selain layanan posyandu, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkuat komunikasi antara masyarakat dengan tenaga kesehatan. Orang tua dapat memperoleh informasi mengenai kondisi pertumbuhan anak sekaligus mendapatkan edukasi mengenai langkah yang perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan anak.
Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya Alfamidi untuk memastikan kegiatan CSR yang dilakukan tidak hanya berupa bantuan, tetapi dapat memberikan manfaat langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Teguh menegaskan, Alfamidi akan terus membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan, khususnya di wilayah Balikpapan dan Samarinda.
Menurutnya, berbagai persoalan kesehatan yang dihadapi masyarakat membutuhkan sinergi dari banyak pihak. Karena itu, perusahaan berupaya mendukung program yang memang menjadi kebutuhan masyarakat di wilayah operasionalnya.
“Alfamidi tetap akan bekerja sama, khususnya di daerah Samarinda dan Balikpapan, untuk kegiatan-kegiatan yang memang dibutuhkan masyarakat, khususnya kesehatan seperti stunting dan posyandu,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan sosial yang dilakukan Alfamidi juga akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Dengan menggandeng pemerintah dan tenaga kesehatan, perusahaan dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai persoalan yang perlu mendapatkan perhatian.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas manfaat program sekaligus memperkuat upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Di sisi lain, Alfamidi juga menyediakan informasi mengenai berbagai kegiatan perusahaan melalui kanal media sosial. Masyarakat dapat mengikuti informasi tersebut untuk mengetahui agenda maupun program sosial yang akan dilaksanakan di wilayah Balikpapan dan Samarinda.
“Kami biasanya ada di Instagram, yaitu @alfamidiku. Di situ biasanya ada kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan, khususnya acara dan kegiatan di Samarinda dan Balikpapan,” pungkas Teguh.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Gunung Sari Ulu, Dr. Farida, mengatakan pihaknya turut memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya imunisasi dalam kegiatan tersebut.
Menurut Farida, imunisasi merupakan salah satu bagian penting dalam menjaga kesehatan dan memberikan perlindungan bagi anak dari berbagai penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.
Selain edukasi, Puskesmas Gunung Sari Ulu juga melakukan penimbangan balita yang hadir. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memvalidasi kondisi pertumbuhan anak dengan data yang tercatat dalam buku KIA atau buku kesehatan anak.

Kegiatan juga menyasar balita yang mengalami stunting. Dari ratusan paket yang disiapkan dalam kegiatan CSR Alfamidi, penerima manfaat diprioritaskan bagi balita stunting serta anak-anak yang berdomisili di sekitar lokasi kegiatan.
Farida mengatakan, dukungan tersebut sangat membantu masyarakat, terutama keluarga yang membutuhkan perhatian lebih dalam pemenuhan kebutuhan anak.
Momentum kegiatan tersebut sekaligus dimanfaatkan Puskesmas Gunung Sari Ulu untuk mengingatkan masyarakat bahwa Agustus merupakan Bulan Vitamin A.
Pemberian vitamin A kepada bayi dan balita dilakukan dua kali dalam setahun, yakni pada Februari dan Agustus. Vitamin A dapat diperoleh masyarakat melalui pelayanan posyandu.
“Untuk masyarakat jangan lupa di bulan Agustus adalah bulan vitamin A. Jangan sampai luput harus mendapatkan vitamin A dan dibagikan di setiap posyandu,” kata Farida.
Ia mengimbau orang tua yang memiliki bayi dan balita agar memastikan anak mendapatkan vitamin A sesuai jadwal. Apabila orang tua tidak sempat datang ke posyandu, layanan tersebut tetap dapat diperoleh di puskesmas.
“Jika memang ada keterlambatan atau tidak sempat datang ke posyandu, silakan datang ke puskesmas, kami akan berikan vitamin A,” pungkasnya.
Melalui kolaborasi tersebut, Alfamidi bersama pemerintah dan tenaga kesehatan berharap pelayanan posyandu dapat semakin optimal. Pemantauan pertumbuhan, edukasi kesehatan, pemberian vitamin, serta perhatian terhadap balita stunting menjadi bagian dari upaya bersama untuk membangun generasi yang lebih sehat.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa penanganan stunting dan peningkatan kesehatan anak membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Dengan sinergi yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan manfaat program dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas, khususnya keluarga yang memiliki bayi dan balita di wilayah Gunung Sari Ulu.
Penulis : Shinta Setyana
![]()

