
Faktanusa.com, Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui pembukaan Balikpapan Summer Festival 2026 yang digelar di Gedung Balikpapan Creative Center (BCC) dan kawasan Taman Bekapai, Sabtu (4/7/2026).
Festival yang diprakarsai Forum Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kota Balikpapan ini menjadi wadah kolaborasi berbagai subsektor ekonomi kreatif, mulai dari seni pertunjukan, industri kreatif, e-sports, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Selama penyelenggaraannya, masyarakat disuguhkan beragam kompetisi, pameran produk kreatif, pertunjukan seni, serta bazar kuliner yang melibatkan puluhan pelaku usaha lokal.
Pembukaan festival dihadiri Wali Kota Balikpapan yang diwakili Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Kota Balikpapan Heruressandy Setia Kusuma, jajaran Forum Ekraf, sponsor dan mitra strategis, serta peserta dari Samarinda, Kutai Kartanegara, Bontang, dan Penajam Paser Utara.
Ketua Panitia Balikpapan Summer Festival 2026, Anton Anggana, mengatakan terselenggaranya kegiatan tersebut merupakan bukti kuat bahwa kolaborasi menjadi kunci dalam mengembangkan ekonomi kreatif di Kota Balikpapan.

Menurutnya, festival tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi ruang bertemunya pemerintah, komunitas, dunia usaha, dan pelaku ekonomi kreatif untuk bersama-sama membangun ekosistem yang sehat dan berkelanjutan.
“Balikpapan Summer Festival adalah bukti bahwa kolaborasi merupakan kunci kemajuan ekonomi kreatif. Festival ini lahir dari sinergi berbagai pihak yang memiliki semangat yang sama untuk membangun ruang kreatif bagi masyarakat, khususnya generasi muda,” ujar Anton.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Kota Balikpapan yang selama ini menjadi mitra utama dalam mendukung pengembangan UMKM, serta kepada Bank Kaltimtara dan Pegadaian yang memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan festival.
Selain itu, sejumlah komunitas juga turut mengambil bagian, seperti IKAM SMP Negeri 2 Balikpapan, Indonesia Esports Association (IESPA), komunitas B-Boy, hingga Onix Radio sebagai media partner resmi kegiatan.
Anton menjelaskan, festival tahun ini dirancang sebagai ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitasnya. Berbagai kompetisi digelar, mulai dari turnamen e-sports untuk gim PUBG, Mobile Legends, dan Free Fire, hingga lomba freestyle, breakdance, dan modern dance yang menampilkan talenta-talenta muda dari berbagai daerah di Kalimantan Timur.
“Kami tidak hanya berbicara tentang kompetisi, tetapi bagaimana membangun ekosistem ekonomi kreatif yang mampu terus tumbuh. Harapan kami, ruang-ruang kreatif seperti ini semakin sering dihadirkan sehingga anak-anak muda memiliki tempat untuk berkarya dan mengembangkan potensinya,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Balikpapan yang diwakili Kepala Disporapar Kota Balikpapan Ratih Kusuma memberikan apresiasi kepada Forum Ekraf dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan festival tersebut.
Menurut Ratih, kolaborasi antara pemerintah, komunitas, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat merupakan fondasi penting dalam membangun kota yang kreatif, inovatif, dan memiliki daya saing tinggi.
“Kolaborasi seperti inilah yang menjadi kekuatan dalam membangun Kota Balikpapan sebagai kota yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing. Pemerintah Kota Balikpapan memberikan apresiasi kepada Forum Ekraf beserta seluruh pihak yang telah menggagas kegiatan ini,” ujarnya.
Ratih mengungkapkan, Balikpapan telah ditetapkan sebagai Kota Kreatif oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sejak 2019. Saat ini, Balikpapan juga masuk dalam nominasi International Creative City Network (ICCN) sebagai salah satu kota kreatif di Indonesia.
Karena itu, penyelenggaraan berbagai festival kreatif dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat identitas Balikpapan sebagai kota yang ramah terhadap perkembangan ekonomi kreatif.

Ia menjelaskan, Balikpapan Summer Festival bukan sekadar ajang hiburan, melainkan menjadi ruang promosi dan pemberdayaan bagi pelaku ekonomi kreatif dari berbagai subsektor.
Dalam festival tersebut, sebanyak 20 tenant UMKM turut memamerkan berbagai produk unggulan, khususnya kuliner dan olahan pangan lokal yang menjadi kebanggaan Kota Balikpapan.
Ratih juga mengapresiasi keikutsertaan para pelajar, komunitas kreatif, serta peserta dari sejumlah daerah di Kalimantan Timur yang ikut memeriahkan kegiatan tersebut.
Menurutnya, keterlibatan lintas daerah menunjukkan bahwa Balikpapan semakin dipercaya sebagai pusat penyelenggaraan berbagai kegiatan ekonomi kreatif di Kalimantan Timur.
Selain festival, Pemerintah Kota Balikpapan juga terus menjalankan berbagai program pengembangan ekonomi kreatif, di antaranya workshop budaya, fasilitasi sertifikasi hak kekayaan intelektual (HKI), pelatihan konten kreator, hingga penyelenggaraan berbagai event kreatif yang melibatkan masyarakat.
Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan ruang-ruang kreatif di seluruh kecamatan sebagai tempat berkumpul, berkreasi, dan mengembangkan potensi pelaku ekonomi kreatif.
Beberapa ruang kreatif yang telah tersedia berada di kawasan Taman Bekapai, Taman Tiga Generasi Balikpapan Selatan, Balikpapan Tennis Stadium, serta akan dikembangkan di wilayah Wonorejo, Grand City, Stadion Batakan, Kampung Baru, hingga kawasan Klandasan.
“Kami ingin setiap kecamatan memiliki ruang kreatif yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Dengan begitu, pelaku ekonomi kreatif memiliki tempat untuk berkarya, berkolaborasi, dan mengembangkan usahanya,” kata Ratih.
Menutup sambutannya, Ratih berharap Balikpapan Summer Festival dapat menjadi agenda tahunan yang terus berkembang dan memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia optimistis sinergi antara pemerintah, Forum Ekraf, komunitas, dan pelaku UMKM akan semakin memperkuat posisi Balikpapan sebagai kota kreatif yang mampu melahirkan inovasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan mengucapkan basmalah, Ratih secara resmi membuka Balikpapan Summer Festival 2026 yang ditandai dengan tepuk tangan meriah dari para peserta dan pengunjung. Festival ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi yang mampu menggerakkan ekonomi lokal, memperkuat daya saing UMKM, serta menginspirasi lahirnya lebih banyak karya kreatif dari generasi muda Kota Balikpapan. (Nil/Adv/Diskominfo Balikpapan)
![]()



