Kegiatan aktivasi Perlinsos kembali dilaksanakan di RT 3 dan RT 4 Kelurahan Mekarsari, Jumat (3/7/2026), dengan dihadiri langsung Lurah Mekarsari, Evi Nurhayanti. Kehadiran lurah bersama agen Perlinsos menjadi bagian dari upaya pemerintah kelurahan memberikan pelayanan yang lebih dekat kepada masyarakat sekaligus mendorong partisipasi warga dalam proses pendataan.

Evi Nurhayanti menjelaskan, aktivasi Perlinsos bertujuan melakukan verifikasi dan validasi data masyarakat agar penempatan warga ke dalam desil kesejahteraan sesuai dengan kondisi riil. Data tersebut nantinya menjadi dasar berbagai program perlindungan sosial dari pemerintah.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah memastikan akurasi data warga. Kami ingin memverifikasi langsung kondisi masyarakat sehingga data yang masuk benar-benar sesuai dengan keadaan di lapangan,” ujar Evi.

Ia mengatakan, Kelurahan Mekarsari memiliki 37 RT yang seluruhnya menjadi sasaran kegiatan jemput bola. Selama sepekan terakhir, petugas bersama agen Perlinsos telah dijadwalkan mendatangi setiap RT dengan pembagian waktu dan jumlah kepala keluarga yang telah disusun sebelumnya.

Melalui mekanisme tersebut, pemerintah kelurahan berharap tingkat partisipasi masyarakat semakin meningkat karena pelayanan diberikan langsung di lingkungan tempat tinggal warga.

“Selama satu minggu ini kami sudah menjadwalkan kunjungan ke RT-RT. Harapan kami, dengan petugas yang datang langsung ke lingkungan warga, partisipasi masyarakat untuk melakukan aktivasi Perlinsos semakin tinggi,” katanya.

Evi mengungkapkan, berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan selama pelaksanaan di lapangan, capaian kegiatan masih dinilai cukup baik. Meski demikian, pemerintah kelurahan akan melakukan penyesuaian strategi agar target pendataan dapat tercapai secara maksimal.

Mulai pekan depan, mekanisme pelayanan akan dipusatkan di Kantor Kelurahan Mekarsari. Warga yang belum sempat melakukan aktivasi dapat datang langsung sesuai jadwal yang telah ditentukan bersama agen Perlinsos.

Setelah pelayanan terpusat selesai dilaksanakan, petugas akan kembali melakukan kunjungan langsung ke rumah-rumah warga yang datanya masih memerlukan klarifikasi atau terdapat sanggahan.

“Pada minggu berikutnya kami akan fokus mendatangi warga yang masih memiliki sanggahan terhadap datanya. Jadi petugas akan datang langsung ke rumah-rumah agar proses verifikasi bisa dilakukan secara lebih akurat,” jelasnya.

Menurut Evi, perubahan mekanisme tersebut dilakukan sebagai bentuk evaluasi terhadap pelaksanaan di lapangan. Tidak sedikit warga yang belum dapat mengikuti proses aktivasi karena kesibukan bekerja maupun kendala teknis lainnya.

Karena itu, pemerintah kelurahan berupaya memberikan berbagai alternatif pelayanan agar seluruh masyarakat tetap dapat terdata.

Selain membantu proses aktivasi bagi warga yang telah masuk dalam desil kesejahteraan, petugas juga memberikan pendampingan kepada masyarakat yang belum terdaftar. Warga diarahkan untuk mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD) serta melakukan pendaftaran secara mandiri sesuai prosedur yang berlaku.

Evi menegaskan, pemerintah kelurahan berkomitmen memberikan pelayanan yang optimal sehingga tidak ada masyarakat yang kehilangan kesempatan memperoleh haknya akibat kendala administrasi.

“Kami berusaha membantu semaksimal mungkin. Jika ada warga yang mengalami kesulitan saat proses aktivasi, petugas akan mendampingi. Sementara bagi warga yang belum masuk dalam desil, kami arahkan untuk mengaktifkan IKD dan melakukan pendaftaran secara mandiri,” tuturnya.

Melalui pendekatan jemput bola dan pendampingan langsung kepada masyarakat, Kelurahan Mekarsari berharap proses pemutakhiran data Perlinsos dapat berjalan lebih efektif. Dengan data yang semakin akurat, diharapkan berbagai program bantuan dan perlindungan sosial dari pemerintah dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Loading