Faktanusa.com, Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan menggelar upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 di halaman Balai Kota, Senin pagi. Momentum ini dimanfaatkan untuk menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Wali Kota Rahmad Mas’ud dalam kesempatan tersebut membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Dalam sambutan tertulisnya, Mendagri menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang dinilai berperan dalam menyukseskan pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, akademisi, insan pers, serta seluruh elemen bangsa yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan otonomi daerah,” ujar Tito dalam sambutan yang dibacakan Rahmad.

Ia menegaskan, kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi pilar utama dalam menciptakan tata kelola pemerintahan daerah yang responsif, transparan, dan akuntabel.

“Sinergi antara pusat dan daerah merupakan sebuah keniscayaan untuk mencapai cita-cita bangsa sebagaimana yang telah dituangkan dalam konstitusi,” lanjutnya.

Pada peringatan tahun ini, Hari Otonomi Daerah mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita.” Tema ini mencerminkan komitmen untuk memperkuat kemandirian daerah dalam mengelola potensi lokal sekaligus mendukung visi besar pembangunan nasional menuju Indonesia Emas.

Dalam sambutan tersebut juga disampaikan pesan Presiden mengenai pentingnya kesatuan visi dan arah kebijakan strategis di seluruh tingkatan pemerintahan. Hal ini dinilai sebagai fondasi penting dalam menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

Pemerintah pusat turut menyoroti delapan klaster prioritas nasional yang perlu menjadi perhatian bersama, yakni kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur perumahan dan ketahanan bencana, ekonomi kerakyatan dan desa, serta penurunan kemiskinan.

Selain itu, sejumlah program strategis juga menjadi fokus, di antaranya pengelolaan sampah menjadi energi listrik, rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, hingga pembentukan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia.

Di sisi lain, isu kemandirian fiskal daerah menjadi sorotan penting. Pemerintah mencatat masih banyak daerah dengan kapasitas fiskal yang terbatas sehingga bergantung pada transfer dari pemerintah pusat.

Menanggapi hal tersebut, Mendagri menekankan pentingnya penguatan kapasitas daerah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur, optimalisasi pendapatan asli daerah, serta reformasi birokrasi berbasis digital.

“Peningkatan kapasitas daerah harus menjadi prioritas agar otonomi daerah dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa reformasi birokrasi berbasis hasil perlu terus didorong melalui digitalisasi terintegrasi serta inovasi pelayanan publik yang lebih cepat, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Upaya tersebut, lanjutnya, harus diiringi dengan penguatan kolaborasi antardaerah, peningkatan kualitas layanan dasar, serta pengurangan ketimpangan sosial di tengah dinamika pembangunan yang terus berkembang.

Menutup sambutannya, Mendagri berharap semangat otonomi daerah dapat terus menjadi penggerak dalam mewujudkan pemerintahan yang lebih baik dan berdaya saing.

“Semoga upaya kita bersama dalam membangun bangsa senantiasa mendapat petunjuk dan pertolongan,” ujarnya.

Usai membacakan sambutan, Wali Kota Balikpapan turut menyampaikan capaian membanggakan yang diraih kota ini. Balikpapan berhasil meraih dua penghargaan sekaligus di tingkat nasional dan regional.

Penghargaan pertama adalah kategori kota terbaik dalam upaya pengentasan kemiskinan pada sektor ekonomi grassroots dalam ajang nasional Governance Award di Jakarta. Sementara itu, penghargaan kedua berupa masuknya Balikpapan dalam Top 10 indeks kualitas aparatur sipil negara (ASN) tertinggi untuk wilayah Indonesia tengah dari Badan Kepegawaian Negara.

Rahmad menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut dan menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen masyarakat dan jajaran pemerintah daerah.

“Ini bukan hasil kerja satu atau dua orang, tetapi hasil kerja bersama. Ini menunjukkan bahwa pelaksanaan otonomi daerah di Balikpapan berjalan dengan baik,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh pihak untuk menjadikan penghargaan tersebut sebagai motivasi dalam meningkatkan kinerja dan pelayanan publik ke depan.

“Mari kita jadikan capaian ini sebagai dorongan untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan membawa Balikpapan semakin maju dan berdaya saing,” katanya.

Rahmad berharap berbagai capaian tersebut dapat memperkuat langkah Balikpapan menuju kota global yang nyaman bagi semua. Ia juga menutup dengan harapan agar seluruh proses pembangunan senantiasa mendapat bimbingan dan perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa.

“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan dan perlindungan kepada kita dalam mewujudkan Balikpapan sebagai kota global yang nyaman bagi semua,” tuturnya. (Nil/Adv/Diskominfo Balikpapan)

Loading