
Faktanusa.com, Balikpapan – Tim Penjinak Bom (Jibom) Subden Jibom Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Kalimantan Timur mengevakuasi sebuah bom militer yang diduga merupakan sisa Perang Dunia II dari kawasan permukiman di Jalan A. Yani RT 58 Nomor 21, Kelurahan Gunung Sari Ilir, Kecamatan Balikpapan Tengah, Minggu (12/7/2026) malam.
Benda berbahaya tersebut ditemukan saat proses penggalian pondasi rumah oleh dua pekerja bangunan, Subakir dan Anto, sekitar pukul 15.30 WITA. Menyadari benda yang ditemukan menyerupai amunisi militer, keduanya segera menghentikan pekerjaan dan melaporkan temuan tersebut kepada aparat kepolisian.
Laporan itu langsung ditindaklanjuti oleh jajaran Satbrimob Polda Kalimantan Timur dengan mengerahkan Tim Subden Jibom Detasemen Gegana yang dipimpin Ipda Harmoko ke lokasi kejadian.
Setibanya di lokasi, personel Jibom segera melakukan sterilisasi area dan memasang perimeter pengamanan guna mencegah warga mendekati lokasi penemuan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi bahaya mengingat kondisi proyektil belum diketahui secara pasti.
Hasil identifikasi awal menunjukkan benda tersebut merupakan proyektil bom militer dengan panjang sekitar 59 sentimeter, diameter 16 sentimeter, berat kurang lebih 50 kilogram, serta masih dilengkapi fuse atau sumbu pemicu yang berstatus aktif. Kondisi tersebut membuat proses evakuasi harus dilakukan dengan sangat hati-hati sesuai prosedur penanganan bahan peledak.
Tim Jibom kemudian melaksanakan proses evakuasi menggunakan bomb blanket atau selimut antiledak sebagai perlindungan tambahan apabila terjadi reaksi yang tidak diinginkan selama pemindahan. Setelah dipastikan aman, proyektil tersebut dibawa menuju Markas Satbrimob Polda Kalimantan Timur untuk ditempatkan di lokasi penyimpanan sementara sebelum dilakukan penanganan lebih lanjut.

Menurutnya, keberhasilan proses evakuasi tidak terlepas dari kesiapsiagaan personel Gegana yang telah dibekali kemampuan khusus dalam menangani berbagai ancaman bahan peledak. Seluruh tindakan dilakukan berdasarkan standar operasional yang ketat guna meminimalkan risiko terhadap masyarakat maupun petugas.
Sementara itu, Kabag Ops Satbrimob Polda Kalimantan Timur, AKP Nugroho Widihyanto, S.H., M.H., menjelaskan bahwa proses pengamanan berlangsung secara terukur sejak laporan diterima hingga proyektil berhasil dipindahkan dari lokasi penemuan.
Ia mengatakan seluruh tahapan penanganan dilakukan sesuai prosedur operasional standar (SOP), termasuk proses dokumentasi dan serah terima administrasi kepada pihak kepolisian.
“Seluruh proses evakuasi dan pengamanan berjalan sesuai prosedur operasional standar hingga serah terima berita acara di Polres Balikpapan. Mengingat wilayah Balikpapan memiliki sejarah Perang Dunia II, kami mengimbau masyarakat untuk segera melapor melalui Bhabinkamtibmas dan tidak memindahkan sendiri benda mencurigakan serupa demi menghindari fatalitas,” jelas AKP Nugroho Widihyanto.
Imbauan tersebut disampaikan mengingat Kota Balikpapan merupakan salah satu wilayah yang menjadi lokasi pertempuran pada masa Perang Dunia II. Tidak menutup kemungkinan masih terdapat amunisi atau bahan peledak yang tertimbun di sejumlah titik dan sewaktu-waktu dapat ditemukan saat aktivitas pembangunan maupun penggalian tanah.
Karena itu, masyarakat diminta tidak menyentuh, memindahkan, atau mencoba membuka benda yang diduga merupakan amunisi militer. Langkah paling aman adalah segera mengamankan lokasi dan melaporkan temuan tersebut kepada kepolisian agar dapat ditangani oleh personel yang memiliki keahlian khusus.
Sekitar pukul 21.00 WITA, proyektil berhasil ditempatkan di bomb trailer atau tempat penyimpanan sementara di Mako Satbrimob Polda Kalimantan Timur. Seluruh proses evakuasi berlangsung aman tanpa menimbulkan gangguan terhadap masyarakat maupun lingkungan sekitar.
Keberhasilan penanganan tersebut kembali menunjukkan kesiapsiagaan Tim Jibom Detasemen Gegana Satbrimob Polda Kalimantan Timur dalam menghadapi berbagai potensi ancaman bahan peledak. Melalui profesionalisme dan respons cepat di lapangan, Brimob terus berkomitmen memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat sesuai semangat “Gegana Presisi untuk Masyarakat.”
Brimob Polda Kaltim
![]()



