Faktanusa.com, Balikpapan — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Balikpapan menggelar serah terima jabatan (sertijab) Kepala Lapas yang dirangkaikan dengan pisah sambut serta ikrar Zero Halinar (handphone, pungli, dan narkoba), Selasa (21/4/2026) pagi. Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Baru Lapas Balikpapan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen integritas di lingkungan pemasyarakatan.

Dalam prosesi tersebut, jabatan Kepala Lapas Kelas IIA Balikpapan resmi diserahterimakan dari Eddy Susetyo kepada Andri Lesmano. Pergantian ini merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan untuk penyegaran serta peningkatan kinerja di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Eddy Susetyo selanjutnya mendapat amanah baru sebagai Kepala Lapas Kelas IIA Abepura. Sementara itu, Andri Lesmano yang kini memimpin Lapas Balikpapan bukanlah sosok asing, baik di lingkungan pemasyarakatan maupun di Kota Balikpapan. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum serta aktif bertugas di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nusa Tenggara Timur.

Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting dalam memimpin Lapas Balikpapan ke depan, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan di bidang pemasyarakatan yang semakin kompleks, termasuk persoalan keamanan, pembinaan warga binaan, hingga penguatan integritas petugas.

Kegiatan sertijab ini turut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Timur, Endang Lintang Hardiman, serta para Kepala Lapas dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) se-Kalimantan Timur. Kehadiran para pimpinan ini menunjukkan dukungan terhadap keberlanjutan kepemimpinan serta sinergi antarunit pemasyarakatan di wilayah tersebut.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Timur, Endang Lintang Hardiman,

Dalam sambutannya, Endang Lintang Hardiman menegaskan bahwa pergantian pimpinan merupakan hal yang wajar dalam organisasi, namun yang terpenting adalah bagaimana menjaga kesinambungan program dan kinerja yang telah berjalan.

Ia mengingatkan bahwa setiap pimpinan memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan capaian positif yang telah dirintis oleh pejabat sebelumnya, sekaligus menyempurnakan berbagai kekurangan yang ada.

“Pergantian pimpinan bukanlah ajang perlombaan untuk menjadi yang paling hebat, tetapi bagaimana kita memastikan program yang sudah berjalan dapat dilanjutkan dan diselesaikan dengan baik,” ujarnya.

Endang juga mengajak seluruh jajaran Lapas Balikpapan untuk memberikan dukungan penuh kepada Kepala Lapas yang baru. Menurutnya, keberhasilan sebuah lembaga tidak hanya ditentukan oleh pemimpinnya, tetapi juga oleh soliditas tim serta komitmen seluruh pegawai dalam menjalankan tugas.

Ia menekankan bahwa petugas pengamanan memiliki peran strategis sebagai ujung tombak dalam menjaga stabilitas dan ketertiban di dalam lapas. Oleh karena itu, profesionalisme dan integritas menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Balikpapan yang baru, Andri Lesmano bersama Istri memberi sambutan hangat kepada yang hadir dalam acara serah terima jabatan

Selain itu, dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan ikrar Zero Halinar sebagai bentuk komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari praktik-praktik terlarang, seperti penggunaan handphone ilegal oleh warga binaan, pungutan liar, serta peredaran narkoba.

Endang menegaskan bahwa komitmen tersebut harus diwujudkan secara nyata, bukan sekadar seremoni. Ia mengingatkan bahwa praktik Halinar merupakan ancaman serius yang dapat merusak sistem pemasyarakatan serta menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi.

Menurutnya, seluruh jajaran harus berani menolak dan melawan segala bentuk penyimpangan yang berpotensi mencederai integritas lembaga.

“Kita ingin mewujudkan pemasyarakatan yang lebih baik, bersih, dan profesional. Ini sejalan dengan semangat menuju Indonesia Emas, sehingga integritas harus menjadi fondasi utama dalam setiap pelaksanaan tugas,” tegasnya.

Momentum sertijab ini juga dirangkaikan dengan pelantikan tiga pejabat eselon IV di lingkungan Lapas Kelas IIA Balikpapan. Ketiganya mendapat penugasan baru di wilayah Samarinda.

Moch. Budi Santoso dilantik sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha Lapas Kelas IIA Samarinda, Moedjianto sebagai Kepala Administrasi Keamanan dan Tata Tertib Lapas Kelas IIA Samarinda, serta Krestyarto sebagai Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda.

Pelantikan ini merupakan bagian dari upaya penguatan organisasi serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pemasyarakatan. Dengan penempatan yang baru, diharapkan para pejabat tersebut mampu memberikan kontribusi optimal dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Kegiatan sertijab dan pelantikan ini berlangsung khidmat namun penuh kehangatan melalui rangkaian pisah sambut. Suasana tersebut mencerminkan semangat kebersamaan serta rasa saling menghargai antarpejabat yang lama dan yang baru.

Bagi Eddy Susetyo, momen ini menjadi penutup masa tugasnya di Lapas Balikpapan sekaligus awal pengabdian di tempat baru. Sementara bagi Andri Lesmano, sertijab ini menjadi langkah awal dalam memimpin dan membawa Lapas Balikpapan menuju kinerja yang lebih baik.

Dengan adanya pergantian kepemimpinan ini, diharapkan Lapas Kelas IIA Balikpapan dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat sistem pembinaan warga binaan, serta menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lembaga.

Lebih dari itu, komitmen Zero Halinar yang telah diikrarkan diharapkan mampu menjadi pedoman dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik-praktik yang merusak integritas.

Seluruh jajaran diharapkan dapat menjaga kepercayaan masyarakat dengan bekerja secara profesional, akuntabel, dan penuh tanggung jawab, sehingga tujuan pemasyarakatan sebagai bagian dari sistem peradilan dapat terwujud secara optimal.

Reporter : Shinta Setyana

Loading