
Faktanusa.com, Balikpapan – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Balikpapan mengingatkan seluruh panitia kurban dan pengurus masjid agar lebih memperhatikan kesehatan hewan kurban serta kebersihan lingkungan selama proses penyembelihan berlangsung.
Imbauan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menyusul meningkatnya aktivitas penjualan dan persiapan penyembelihan hewan kurban di berbagai wilayah kota dalam beberapa pekan terakhir.
Menurut Bagus, pelaksanaan ibadah kurban tidak hanya berkaitan dengan aspek ibadah, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat dan kebersihan lingkungan. Karena itu, pemerintah kota meminta seluruh panitia kurban memastikan hewan yang dibeli dalam kondisi sehat, layak, dan higienis sebelum disembelih.
“Yang paling penting tentu memastikan hewan kurban sehat dan higienis. Selain itu, panitia penyembelihan juga harus memperhatikan kebersihan lingkungan di sekitar lokasi,” ujarnya kepada wartawan, Senin (18/5/2026).
Ia menegaskan, pengelolaan limbah hasil penyembelihan seperti darah, kotoran, hingga sisa organ hewan harus dilakukan secara benar agar tidak mencemari lingkungan maupun menimbulkan bau tidak sedap di kawasan permukiman warga.
Menurut dia, masih ditemukan kebiasaan membuang limbah penyembelihan secara sembarangan ke saluran drainase atau sungai yang berpotensi menimbulkan gangguan kebersihan dan kesehatan lingkungan.
“Limbah penyembelihan jangan dibuang sembarangan ke drainase atau lingkungan sekitar. Itu harus dikelola dengan baik supaya tidak menimbulkan pencemaran,” katanya.
Bagus menilai limbah kotoran hewan sebenarnya masih memiliki manfaat apabila dikelola dengan benar. Salah satunya dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk kebutuhan pertanian maupun tanaman warga.
“Kalau dikelola dengan baik, kotoran hewan itu justru bisa dimanfaatkan menjadi pupuk organik. Jadi tidak semuanya harus dibuang,” ujarnya.
Selain itu, ia meminta pengurus masjid dan panitia kurban memastikan area penyembelihan tetap bersih setelah kegiatan selesai. Pemerintah kota berharap tradisi penyembelihan hewan kurban tetap berlangsung tertib tanpa meninggalkan persoalan sampah dan limbah di lingkungan masyarakat.
Bagus juga mengajak ketua RT, lurah, serta warga sekitar ikut melakukan pengawasan selama pelaksanaan Idul Adha. Menurutnya, keterlibatan masyarakat penting agar kebersihan lingkungan dapat dijaga secara bersama-sama.
“Kami berharap RT, lurah, dan masyarakat ikut memantau pelaksanaan penyembelihan supaya lingkungan tetap bersih dan nyaman,” katanya.
Tak hanya soal penyembelihan, Wakil Wali Kota juga menyoroti kebersihan lokasi pelaksanaan Salat Idul Adha yang umumnya dilakukan di lapangan terbuka. Ia meminta masyarakat tidak meninggalkan sampah seperti koran atau alas salat setelah ibadah selesai.
“Kalau menggunakan koran atau alas salat di lapangan, setelah selesai sebaiknya dikumpulkan kembali. Jangan sampai justru menambah sampah,” ucapnya.
Sementara itu, Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) sebelumnya telah memperketat pengawasan hewan kurban yang masuk dari luar daerah.
Pengawasan dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan hewan secara langsung di lokasi penjualan maupun tempat penampungan. Tim dokter hewan dan paramedis veteriner diterjunkan untuk memastikan hewan kurban bebas dari penyakit menular dan layak untuk dikonsumsi masyarakat.
Selain memeriksa kesehatan hewan, pemerintah kota juga mengawasi legalitas lapak penjualan hewan kurban yang tersebar di sejumlah titik Balikpapan.
Pemkot Balikpapan bahkan telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 300/935/E/SETDA yang mengatur lokasi penjualan hewan kurban sekaligus melarang lapak berdiri di sejumlah jalan protokol demi menjaga kebersihan, ketertiban, dan estetika kota menjelang Idul Adha.
Di sisi lain, Kementerian Agama Kota Balikpapan turut memperkuat pendataan dan sertifikasi juru sembelih halal (Juleha). Langkah tersebut dilakukan agar proses penyembelihan hewan kurban tidak hanya sesuai syariat Islam, tetapi juga memenuhi standar kesehatan dan kebersihan lingkungan.
Pemerintah Kota Balikpapan berharap seluruh rangkaian pelaksanaan Idul Adha tahun ini dapat berjalan lancar, tertib, dan aman tanpa mengganggu kenyamanan masyarakat maupun kebersihan kota.
“Idul Adha adalah momentum ibadah dan kebersamaan. Karena itu, pelaksanaannya juga harus tetap menjaga kebersihan serta kenyamanan lingkungan,” tutup Bagus. (Nil/Adv Kominfo Balikpapan).
![]()


