Foto - Anggota Komisi I DPRD Kota Balikpapan ,Yohanes Patiung
Faktanusa.com, Balikpapan – Sejumlah warga RT.50 Jalan Wonorejo Gunung Samarinda, Balikpapn Utara telah mendatangi kantor DPRD Kota Balikpapan. Kedatangan warga RT 50 ini langsung bertemu Komisi I DPRD Kota Balikpapan untuk melakukan audiensi terkait permasalahan tanah mereka.
Dalam pertemuan warga RT 50 dengan Komisi I juga hadir Camat Balikpapan Utara H. Mahendra Candra dan Lurah Gunung Samarindan Tarso.
Anggota Komisi I DPRD Kota Balikpapan ,Yohanes Patiung menyampaikan terkait permasalahan tanah sudah lebih 20 tahun para warga tersebut tempati dan mereka punya surat segel yang notabenenya adalah produk Pemerintah tetapi sampai sekarang mereka tidak bisa meneruskan ke pembuatan surat Izin Membuka Tanah Negara (IMTN).
” Kapling tersebut ada sanggahan dari pihak lain yang merasa memiliki dengan pegangan segel induk.Tetapi sesuai dengan audiensi tadi dari warga yang sudah membeli tanah beberapa tahun lalu mereka punya segel yang pecahannya segel induk dan mereka pertanyakan kenapa muncul kembali segel induk baru,” Kata Yohanes Patiung saat ditemu diruang kerjanya , Selasa (18/01/2022).
Sementara saat warga pergi ke Kecamatan untuk mengurus surat IMTN atau sertifikat dari pihak kecamatan sendiri tidak berani untuk mengeluarkan surat Izinnya karena ada sanggahan dari pihak – pihak tertentu.
Yohanes menjelaskan pada intinya mereka sebagai anggota dewan tentunya akan memfasilitasi masyarakat jika ada permasalahan seperti ini. Tetapi yang pasti bukan dari Komisi I yang mempunyai kewenangan dan jika para warga tidak puas mereka bisa lari jalur hukum.
Dijelaskan juga dari Camat Balikpapan Utara Mahendra Chandra bahwa pihak yang bersengketa selain pemilik tanah nanti akan dipanggil untuk melakukan pertemuan.
Sementara tanah yang dipermasalahkan ada sekitar 3 hektar, dan ada 3 juga yang merasa memiliki tanah tersebut.
Sehingga adanya 3 kepemilikan yang harus di selesaikan sementara warga yang ada sudah lama tinggal di tanah yang bermasalah tersebut, akan tetapi ada pengakuan dari pihak lain yang mengaku kepemilikan tanah tersebut.
” Sampai saat ini belum ada keputusan, nanti akan kita panggil lagi pihak yang bersangkutan untuk kita dengar pernyataan dari mereka untuk menyelesaikan permasalahan ini,” tutup Yohanes Patiung. (Shin/fn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here