
Faktanusa.com, Penajam Paser Utara – Kebakaran lahan kembali terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur. Kali ini, sekitar 1 hektare lahan aset Desa Babulu Darat, Kecamatan Babulu, terbakar pada Kamis (3/9/2026) siang.
Kebakaran terjadi di wilayah RT 15 Desa Babulu Darat dan diketahui sekitar pukul 13.30 WITA. Lahan yang terbakar didominasi gambut dan semak belukar kering sehingga api dengan cepat merambat dan berpotensi meluas ke area lainnya.
Kondisi tersebut membuat penanganan dilakukan sesegera mungkin. Personel Koramil 0913-03/Babulu bersama Polsek Babulu, Pemerintah Desa Babulu Darat, Damkar Babulu, Satpol PP Kecamatan Babulu, serta masyarakat bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
Tim gabungan tidak hanya berupaya menghentikan kobaran api, tetapi juga mengisolasi titik-titik yang terbakar agar api tidak menjalar ke bagian lahan lainnya.
Sebanyak dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk mendukung proses penanganan. Petugas melakukan penyiraman secara intensif terhadap area yang terbakar, kemudian dilanjutkan dengan pendinginan guna memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Penanganan terhadap lahan gambut membutuhkan perhatian khusus. Material gambut yang terbakar dapat menyimpan bara di bawah permukaan meski kobaran api di atas tanah telah terlihat padam. Karena itu, proses pendinginan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan api benar-benar terkendali.
Danramil 0913-03/Babulu mengatakan, kecepatan respons menjadi faktor penting dalam menghadapi kebakaran lahan, terutama ketika lokasi kebakaran memiliki karakteristik gambut dan vegetasi kering.
“Begitu mendapat informasi adanya kebakaran, personel langsung bergerak bersama unsur terkait dan masyarakat untuk mengendalikan api. Kami juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama saat kondisi lahan kering,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam upaya mencegah kebakaran meluas. Informasi awal mengenai munculnya asap maupun titik api diharapkan segera disampaikan kepada aparat atau petugas terkait sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
Kolaborasi lintas sektor dalam penanganan kebakaran lahan juga dinilai penting untuk mempercepat proses pemadaman. Dengan melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah desa, petugas pemadam kebakaran, Satpol PP, dan masyarakat, sumber daya di lapangan dapat dikerahkan secara bersama-sama.
Dalam kejadian tersebut, tidak terdapat korban jiwa maupun personel yang mengalami cedera. Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Petugas juga memastikan kondisi di sekitar lokasi tetap aman selama proses penanganan berlangsung. Pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api setelah kobaran utama berhasil dipadamkan.
Kebakaran di lahan aset Desa Babulu Darat ini menjadi pengingat bahwa ancaman Karhutla masih perlu diwaspadai, khususnya pada lahan yang memiliki kandungan gambut serta ditumbuhi semak belukar kering.
Kondisi lahan yang mudah terbakar dapat membuat api berkembang dengan cepat apabila tidak segera ditangani. Karena itu, pencegahan menjadi langkah penting selain penanganan ketika kebakaran telah terjadi.
Masyarakat di wilayah Babulu juga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan maupun membuang benda yang dapat menjadi sumber api secara sembarangan. Aktivitas pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara membakar berisiko memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.
Hingga kegiatan penanganan berakhir pada sore hari, kondisi di lokasi dilaporkan aman dan terkendali. Tim gabungan tetap melakukan penyiraman dan pendinginan pada sejumlah bagian lahan untuk memastikan seluruh titik api benar-benar padam.
Kecepatan respons aparat bersama masyarakat dalam kejadian tersebut menjadi salah satu faktor penting sehingga kebakaran dapat dikendalikan sebelum meluas ke area lainnya.
Sinergi yang terbangun antara aparat kewilayahan, pemerintah daerah, petugas pemadam kebakaran, dan masyarakat diharapkan terus dipertahankan. Kesiapsiagaan bersama menjadi kunci untuk menekan risiko Karhutla sekaligus melindungi lingkungan dan keselamatan masyarakat di wilayah PPU.
Pendam VI/Mlw.
![]()

