
Faktanusa.com, Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melantik dan mengambil sumpah jabatan terhadap 55 pejabat fungsional di lingkungan Pemkot Balikpapan, Jum’at (8/5/2026). Pelantikan yang berlangsung di Aula Balai Kota Balikpapan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan birokrasi sekaligus peningkatan kualitas pelayanan publik di tengah perkembangan pembangunan daerah yang semakin dinamis.
Pelantikan dipimpin langsung oleh Wali Kota Rahmad Mas’ud dan dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Pemkot Balikpapan. Para pejabat yang dilantik berasal dari berbagai bidang fungsional yang memiliki peran penting dalam mendukung jalannya pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Rahmad menegaskan bahwa jabatan fungsional memiliki posisi strategis dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang profesional, efektif, dan akuntabel. Menurutnya, penguatan jabatan fungsional juga menjadi bagian dari kebijakan nasional dalam meningkatkan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) sesuai bidang keahlian masing-masing.
“Pejabat fungsional harus mampu menjadi motor penggerak pelayanan publik yang profesional, adaptif, dan memiliki kompetensi sesuai bidang tugasnya,” ujar Rahmad.
Ia menjelaskan, tantangan birokrasi saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan percepatan transformasi digital di berbagai sektor pelayanan publik. Karena itu, ASN dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perubahan serta meninggalkan pola kerja lama yang tidak lagi relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
Menurut Rahmad, Balikpapan sebagai daerah penyangga sekaligus mitra strategis pembangunan Ibu Kota Nusantara membutuhkan sumber daya aparatur yang memiliki kualitas, integritas, dan kemampuan kerja yang baik agar mampu bersaing di tengah perubahan yang cepat.
“Perubahan sekarang berjalan sangat cepat. Pemerintah harus memastikan seluruh program benar-benar sampai dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Ia juga mengingatkan para ASN agar bekerja secara profesional dan penuh kehati-hatian dalam menjalankan tugas. Menurutnya, keterbukaan informasi membuat pengawasan publik terhadap kinerja aparatur kini semakin ketat dan transparan.
Rahmad menilai, setiap kebijakan maupun tindakan ASN saat ini dapat dengan mudah menjadi perhatian masyarakat. Oleh sebab itu, para pejabat yang baru dilantik diminta menjaga integritas serta disiplin dalam bekerja.
“Sekarang semua serba terbuka. Apa yang dilakukan aparatur maupun yang tidak dilakukan akan dinilai masyarakat. Karena itu, seluruh ASN harus bekerja dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Meski demikian, Rahmad meminta para pejabat tidak menjadikan pengawasan publik sebagai tekanan, melainkan motivasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Pengawasan itu bukan untuk melemahkan semangat kerja, tetapi menjadi pengingat agar kita bekerja lebih sungguh-sungguh, profesional, dan ikhlas dalam melayani masyarakat,” ucapnya.
Pelantikan pejabat fungsional ini juga dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat reformasi birokrasi di lingkungan Pemkot Balikpapan. Dengan sistem birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kompetensi, pemerintah berharap pelayanan publik dapat berjalan lebih cepat, responsif, dan tepat sasaran.
Selain itu, penguatan jabatan fungsional diharapkan mampu meningkatkan efektivitas kinerja organisasi perangkat daerah (OPD), terutama dalam menghadapi tantangan pembangunan dan pertumbuhan kota yang terus berkembang.
Pemkot Balikpapan menilai keberadaan ASN yang kompeten dan profesional menjadi salah satu kunci utama dalam mendukung pembangunan daerah, terlebih dengan posisi Balikpapan sebagai gerbang utama menuju IKN yang diproyeksikan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan.
Melalui pelantikan tersebut, pemerintah berharap seluruh pejabat fungsional yang baru dilantik mampu menjalankan amanah dengan baik serta memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan di Kota Balikpapan. (Nil/Adv/Diskominfo Balikpapan)
![]()



