Faktanusa.com, Malinau – Prajurit Yonif Khusus 614/Raja Pandhita menggelar kegiatan outbound edukatif bersama siswa-siswi TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) Malinau, Rabu (6/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan karakter generasi muda sejak usia dini melalui pendekatan edukatif dan kebangsaan.

Suasana penuh semangat dan keceriaan terlihat sepanjang kegiatan. Para murid diperkenalkan langsung dengan berbagai aktivitas prajurit TNI, mulai dari latihan kedisiplinan hingga pengenalan alat utama yang digunakan dalam tugas sehari-hari.

Ketua panitia pelaksana, Khrisna Prabowo mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian satuan terhadap pembentukan karakter anak-anak di wilayah perbatasan Kalimantan Utara.

“Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai disiplin, keberanian, kerja sama, dan cinta tanah air sejak usia dini. Kami ingin anak-anak memiliki semangat positif dan rasa percaya diri dalam belajar maupun berinteraksi,” ujarnya.

Sebagai satuan yang bertugas di wilayah perbatasan, Yonif Khusus 614/Raja Pandhita tidak hanya menjalankan fungsi pertahanan negara, tetapi juga aktif hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial dan pendidikan.

Dalam kegiatan outbound tersebut, para siswa diajak menyaksikan sekaligus mempraktikkan gerakan dasar peraturan baris-berbaris secara sederhana dan menyenangkan. Anak-anak juga dikenalkan dengan kendaraan operasional milik satuan serta perlengkapan prajurit TNI AD.

Salah satu momen yang paling menarik perhatian siswa adalah saat mereka diajak menaiki perahu karet LCR di area keramba milik Yonif Khusus 614/Raja Pandhita. Kegiatan itu disambut antusias karena menjadi pengalaman baru bagi sebagian besar anak-anak.

Tak hanya itu, prajurit juga memperagakan demonstrasi naik turun tower serbaguna yang membuat para siswa tampak kagum. Anak-anak kemudian diperlihatkan berbagai jenis seragam TNI AD, alat komunikasi, hingga perlengkapan penugasan lainnya secara aman dan edukatif.

Menurut Khrisna, pendekatan edukasi seperti ini penting untuk memperkenalkan nilai-nilai kebangsaan kepada anak sejak dini dengan metode yang menyenangkan dan mudah dipahami.

“Anak-anak belajar lebih cepat melalui pengalaman langsung. Karena itu kami ingin mengenalkan kedisiplinan dan semangat nasionalisme melalui kegiatan yang menyenangkan,” katanya.

Para guru pendamping dari TK ABA Malinau turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Mereka menilai aktivitas outbound bersama prajurit TNI mampu memberikan pengalaman baru sekaligus membangun keberanian dan rasa kebersamaan anak-anak.

Selain melatih keberanian, kegiatan ini juga diharapkan dapat membentuk karakter anak agar lebih disiplin, mandiri, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.

Yonif Khusus 614/Raja Pandhita berharap program serupa dapat terus berlanjut dengan dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Malinau, sehingga pembinaan karakter generasi muda di wilayah perbatasan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Semangat “Satria Tangguh Bijaksana” yang diusung Yonif Khusus 614/Raja Pandhita menjadi wujud komitmen prajurit tidak hanya dalam menjaga pertahanan negara, tetapi juga membangun generasi penerus bangsa yang berkarakter dan cinta tanah air.

Pendam VI/Mlw.

Loading