Faktanusa.com, Balikpapan – Kunjungan Utusan Khusus Presiden RI Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, ke Aula Makodam VI/Mulawarman, Balikpapan, Rabu (8/4/2026), menjadi momentum pertemuan antara kedisiplinan militer dan semangat kreativitas generasi muda Kalimantan Timur.

Kedatangan Raffi disambut langsung oleh Pangdam VI/Mulawarman, Krido Pramono, bersama jajaran pejabat utama. Kegiatan bertajuk Komunikasi Sosial Kreatif ini diikuti sekitar 700 peserta yang terdiri dari pejabat daerah, tokoh pemuda, hingga pelajar berprestasi dari berbagai wilayah di Kalimantan Timur.

Dalam sambutannya, Pangdam menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun generasi muda yang tidak hanya disiplin, tetapi juga inovatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Kunjungan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun generasi muda yang tangguh, disiplin, dan kreatif,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Kodam VI/Mulawarman siap mendukung pembinaan generasi muda melalui pendekatan yang inovatif, termasuk menggandeng berbagai pihak dalam menciptakan ruang-ruang kreatif bagi anak muda.

Kegiatan berlangsung meriah dengan nuansa budaya lokal. Acara diawali dengan pengalungan manik khas Kalimantan kepada Raffi Ahmad, dilanjutkan dengan penampilan Tarian Dayak Leto serta hiburan dari Band Edelwis. Tidak hanya bersifat seremonial, acara ini juga menjadi ajang apresiasi bagi pelajar berprestasi melalui pemberian penghargaan tingkat nasional dan internasional.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, Raffi Ahmad bersama Pangdam turut melakukan penanaman pohon durian serta pelepasan satwa. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan stan UMKM dan pertunjukan tarian kolosal Jepen serta Hudoq sebagai upaya mengenalkan kearifan lokal kepada generasi muda.

Dalam arahannya, Raffi Ahmad menekankan pentingnya mental tangguh di tengah perkembangan era digital yang semakin pesat. Ia mengingatkan bahwa generasi muda saat ini menghadapi tantangan besar, terutama dalam menghadapi tekanan dari media sosial.

“Di era media sosial, mental tangguh menjadi kunci utama kesuksesan. Anak muda harus memahami bahwa proses itu penting,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi sebagai kunci keberhasilan. Menurutnya, nilai-nilai yang dimiliki TNI, seperti kedisiplinan dan kebersamaan, dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam meraih kesuksesan.

“Kolaborasi dengan TNI mengajarkan bahwa keberhasilan tidak dibangun oleh individu semata, melainkan oleh tim yang solid,” tambahnya.

Raffi turut mengajak generasi muda untuk memadukan kedisiplinan dengan kreativitas seni sebagai kekuatan dalam menjaga nasionalisme dan melestarikan budaya, terlebih dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) yang kini menjadi perhatian dunia.

Dalam kesempatan tersebut, sejumlah pelajar berprestasi menerima penghargaan, di antaranya Agung Widiyanto dari Universitas Mulia sebagai Best Delegate International Youth Excursion di Malaysia, Kimberly Wijaya dari SMP KPS sebagai peraih medali emas Wallaby Level Internasional, serta Igor Partogi Sitorus yang meraih juara 1 vokal pop di Thailand.

Selain itu, Mutia Awaliyah dan Maulita Salsabila dari SMAN 3 Tenggarong meraih juara 2 karya ilmiah kimia tingkat nasional, serta Muhammad Hafiy Al-Aswa dari SMAN 2 Tenggarong sebagai Duta Siswa Nasional 2025.

Menutup kegiatan, Pangdam kembali menegaskan bahwa seni memiliki peran penting sebagai pemersatu bangsa. Ia berharap sinergi antara TNI, pemerintah, dan pelaku seni dapat terus diperkuat.

“Seni bukan sekadar ekspresi, tetapi juga sarana pemersatu bangsa. Kami berharap kolaborasi ini mampu melahirkan generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan tetap berpegang pada nilai budaya serta kebangsaan,” tutupnya. (**)

Pendam VI/Mlw.

Loading