Faktanusa.com, Kutai Barat, 3 Maret 2026 — Dalam rangka memperkuat ketahanan pangan nasional, jajaran Brigade Infanteri (Brigif) TP 85/BTC bersama Polres Kutai Barat melaksanakan kegiatan Panen Raya Jagung di lahan Integrated Farming System Brigif TP 85/BTC, wilayah Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI-Polri dengan masyarakat, sekaligus bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan pangan daerah. Panen raya dilakukan di lahan pertanian terpadu yang selama ini dikelola sebagai bagian dari program pemberdayaan dan pembinaan teritorial.

Perwakilan Brigif TP 85/BTC menyampaikan bahwa sektor pertanian menjadi salah satu fokus penguatan ketahanan wilayah, khususnya dalam menghadapi tantangan global yang berpotensi memengaruhi ketersediaan pangan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa TNI hadir tidak hanya dalam aspek pertahanan, tetapi juga berkontribusi langsung dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya di sela-sela kegiatan panen.

Senada dengan hal tersebut, pihak Polres Kutai Barat menegaskan komitmennya untuk terus mengawal program-program pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis pertanian di wilayah Kutai Barat. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pendampingan, pengamanan distribusi hasil panen, hingga mendorong kolaborasi lintas sektor.

“Kami siap mendukung setiap program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk penguatan sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah,” kata perwakilan Polres Kubar.

Panen raya jagung ini juga dihadiri unsur Forkopimda dan masyarakat sekitar yang turut merasakan manfaat dari pengelolaan lahan pertanian terpadu tersebut. Hasil panen diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan pangan lokal sekaligus menjadi contoh praktik pertanian produktif berbasis kolaborasi.

Keberhasilan panen raya ini diharapkan dapat memotivasi para petani lokal untuk terus meningkatkan produktivitas lahan mereka dengan dukungan pendampingan dari aparat kewilayahan. Selain itu, pola Integrated Farming System yang diterapkan dinilai mampu mengoptimalkan pemanfaatan lahan secara berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Dengan sinergi TNI-Polri dan masyarakat, upaya memperkuat ketahanan pangan di Kutai Barat diharapkan semakin solid dan berkelanjutan, sejalan dengan program nasional dalam menjaga ketersediaan pangan dan stabilitas ekonomi daerah. (Shin/**)

Loading