
Faktanusa.com, Balikpapan – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk kembali memperkuat nilai-nilai Pancasila di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo menegaskan, Pancasila harus tetap menjadi landasan utama dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Hal tersebut disampaikan Bagus usai mengikuti upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Balai Kota Balikpapan, Kamis (1/10/2026).
Menurut Bagus, perjalanan bangsa Indonesia sejak masa lalu menunjukkan adanya berbagai tantangan terhadap ideologi negara. Karena itu, peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak semestinya hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus mempertahankan nilai-nilai Pancasila.
“Ini peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang setiap tahun kita peringati. Kita tahu pada 1965 dan perjalanan bangsa ini banyak dirongrong oleh ideologi-ideologi yang tidak sesuai dengan sila-sila yang ada di Pancasila,” kata Bagus.
Ia menyebut lima sila Pancasila memiliki peran penting sebagai fondasi kehidupan masyarakat. Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan sosial harus terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Bagus menilai tantangan terhadap persatuan bangsa saat ini tidak selalu muncul dalam bentuk ancaman secara langsung. Perkembangan teknologi informasi membuat masyarakat berhadapan dengan tantangan baru berupa penyebaran informasi yang dapat memengaruhi cara pandang masyarakat.
Salah satunya adalah disinformasi yang dapat berkembang dengan cepat melalui berbagai platform digital.
Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah menerima maupun menyebarkan informasi tanpa terlebih dahulu memastikan kebenarannya.
“Apapun bentuk gerogotan, disintegrasi, disinformasi maupun transformasi yang tidak sesuai dengan ideologi Pancasila tentunya harus kita lawan,” tegasnya.
Bagus menekankan, menjaga Pancasila dan persatuan bangsa bukan hanya menjadi tugas pemerintah. Menurutnya, pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun pemerintah kota memiliki tanggung jawab masing-masing, tetapi peran masyarakat juga sangat menentukan.
Seluruh elemen masyarakat, kata dia, harus ikut mengamalkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Ini bukan tugas pemerintah pusat, pemerintah daerah atau pemerintah kota saja, tetapi tugas semua elemen masyarakat untuk selalu mengutamakan dan mengamalkan sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia berharap masyarakat dapat menjadikan Pancasila sebagai pedoman ketika menghadapi berbagai perbedaan, termasuk perbedaan pendapat dan pandangan yang muncul di ruang publik maupun media sosial.
Menurutnya, perbedaan merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Namun, perbedaan tersebut jangan sampai dimanfaatkan untuk memecah persatuan.
Terlebih di era digital, sebuah informasi dapat menyebar dengan sangat cepat dan menjangkau masyarakat dalam waktu singkat. Kondisi tersebut membutuhkan sikap kritis agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
Bagus juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Balikpapan.
Nilai-nilai Pancasila, menurutnya, harus diwujudkan melalui sikap saling menghormati, menjaga toleransi, mengedepankan musyawarah serta menghindari tindakan yang dapat memicu konflik.
“Yang berkaitan dengan rong-rongan, yang berkaitan dengan informasi yang tentunya memecah negara kesatuan ini harus kita tangkis,” katanya.
Ia menambahkan, momentum Hari Kesaktian Pancasila harus menjadi refleksi bersama agar masyarakat semakin memahami bahwa menjaga ideologi negara merupakan tanggung jawab bersama.
Bagus berharap nilai-nilai Pancasila tidak hanya diingat saat peringatan nasional, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan pengamalan Pancasila secara konsisten, ia meyakini masyarakat akan memiliki ketahanan yang lebih kuat dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk perkembangan informasi yang berpotensi mengganggu persatuan dan keutuhan bangsa.
Penulis : Shinta Setyana
![]()

