
Faktanusa.com, Balikpapan – Anggota DPRD Kota Balikpapan, Vera Yulianti, memimpin kegiatan Dialog Warga di RT 3 Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Balikpapan Tengah, pada Jumat sore (28/11/2025). Acara yang mengusung tema “Optimalisasi Peran Masyarakat dalam Perencanaan Pembangunan Infrastruktur Lingkungan” itu berlangsung hangat dan penuh interaksi antara masyarakat, pemerintah kelurahan, kecamatan, dan unsur legislatif.
Selain warga RT 3, perwakilan dari RT 4 turut hadir memberikan pandangan mengenai kondisi lingkungan mereka. Kegiatan ini menjadi wadah penting bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan sehari-hari yang membutuhkan perhatian pemerintah, khususnya terkait infrastruktur dan layanan publik.
Dalam sambutannya, Vera Yulianti menegaskan bahwa pembangunan yang efektif dan tepat sasaran harus berangkat dari kebutuhan warga. Menurutnya, warga adalah pihak yang paling memahami kondisi lingkungan tempat mereka tinggal.
“Yang mengetahui kondisi lingkungan adalah warga sendiri. Karena itu, aspirasi inilah yang menjadi dasar kami memperjuangkan anggaran di DPRD,” tegas Vera.
Ia menjelaskan bahwa dialog seperti ini akan terus ia lakukan sebagai bentuk komitmen untuk memperkuat jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah. Baginya, perencanaan pembangunan tidak boleh hanya mengandalkan usulan teknis dari dinas, tetapi juga harus mempertimbangkan suara masyarakat yang merasakan langsung dampaknya.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah anggaran benar-benar digunakan untuk menyelesaikan masalah nyata di lapangan,” ujarnya.
Camat Balikpapan Tengah yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi terhadap antusiasme warga Mekar Sari dalam bergotong royong dan menjaga lingkungannya. Ia menyebutkan bahwa wilayah ini termasuk salah satu yang aktif dalam kegiatan swadaya masyarakat, bahkan beberapa kali mendapat apresiasi pada Bulan Bhakti Gotong Royong tingkat provinsi.
Namun, Camat juga menjelaskan bahwa pemerintah kota menghadapi keterbatasan anggaran pada tahun mendatang karena adanya pengurangan dana transfer pusat. Kondisi ini membuat pemerintah harus lebih selektif menentukan program prioritas.
Ia menilai peran warga dalam menjaga kebersihan, keamanan lingkungan, dan perawatan fasilitas publik sangat penting untuk mengurangi beban pemerintah.
Dalam sesi dialog terbuka, warga menyampaikan sejumlah keluhan yang dinilai mendesak. Salah satu masalah yang paling banyak disorot adalah perbaikan drainase dari kawasan atas permukiman hingga ke bagian bawah. Saluran air yang tidak berfungsi dengan baik menyebabkan genangan setiap hujan turun, mengganggu aktivitas warga, dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.

Beberapa warga serta Ketua RT setempat berharap agar perbaikan drainase dapat masuk program prioritas pembangunan tahun berikutnya. Selain itu, warga juga menyoroti masalah layanan air bersih dari PDAM. Pasokan air disebut sering tidak stabil dan dalam beberapa hari bahkan tidak mengalir sama sekali.
Pihak kecamatan menjelaskan bahwa Balikpapan masih menghadapi keterbatasan sumber air baku sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh wilayah secara merata. Debit air dari waduk yang ada disebut masih terbatas, sehingga beberapa kelurahan harus menerima aliran secara bergilir.
Kelangkaan gas LPG 3 kilogram juga menjadi perhatian warga. Mereka mengeluhkan sulitnya mendapatkan tabung gas subsidi tersebut, bahkan persediaan di beberapa pengecer sering habis. Kelurahan menyampaikan bahwa pasar murah sudah beberapa kali digelar, namun kebutuhan warga tetap belum sepenuhnya terpenuhi.
Selain itu, warga menanyakan kapan jaringan gas rumah tangga (jargas) bisa mereka nikmati. Pihak kelurahan menyebut bahwa usulan jargas telah disampaikan ke pemerintah kota dan diteruskan ke Kementerian ESDM, dengan harapan dapat masuk prioritas tahun depan.
Pihak kelurahan dan kecamatan menegaskan bahwa semua usulan harus tetap masuk melalui SIPD (Sistem Informasi Pemerintahan Daerah) dan disampaikan oleh Ketua RT agar dapat tercatat secara resmi.
Menanggapi banyaknya aspirasi tersebut, Vera Yulianti menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan warga.
“Semua masukan yang disampaikan hari ini akan kami bawa dan kawal dalam proses perencanaan anggaran. Saya ingin memastikan suara warga Mekar Sari tidak hanya didengar, tetapi juga ditindaklanjuti,” kata Vera.
Ia menutup kegiatan dengan harapan agar sinergi antara warga, pemerintah kelurahan, kecamatan, dan DPRD terus terjaga.
“Pembangunan tidak akan berhasil kalau dilakukan sendiri-sendiri. Kita harus berjalan bersama demi lingkungan yang lebih baik,” pungkasnya. (Adv/Shin/**)
![]()



