Faktanusa.com, Balikpapan – Transformasi digital di sektor pendidikan mulai direalisasikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan pada tahun 2026. Melalui program percontohan, tujuh sekolah di Kota Balikpapan kini menerapkan sistem CCTV yang terintegrasi dengan absensi digital dan akses pemantauan khusus bagi orang tua siswa.

Program ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat transparansi dan pengawasan lingkungan sekolah berbasis teknologi. Tujuh sekolah yang terlibat terdiri atas empat Sekolah Dasar (SD) dan tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik, menyampaikan bahwa implementasi sistem tersebut telah dimulai sejak Januari 2026. Ia menegaskan, kebijakan ini masih berada pada tahap uji coba sebelum diperluas ke seluruh sekolah.

“Program ini belum diterapkan menyeluruh. Saat ini kami fokus pada tujuh sekolah sebagai pilot project untuk melihat sejauh mana sistem ini berjalan efektif,” kata Irfan usai menghadiri Safari Ramadan di rumah jabatan Wali Kota, Selasa (24/2/2026).

Menurutnya, konsep yang dibangun bukan sekadar pemasangan kamera pengawas, melainkan sistem terintegrasi antara CCTV, absensi digital, serta platform daring yang bisa diakses orang tua. Orang tua nantinya memperoleh akun dengan memasukkan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan kata sandi pribadi untuk memantau aktivitas anak selama berada di sekolah.

“Kami ingin menghadirkan sistem yang transparan. Orang tua dapat memastikan anaknya benar-benar berada di sekolah dan mengikuti proses pembelajaran,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kamera terpasang di sejumlah titik strategis, baik di dalam maupun luar ruang kelas. Namun, demi menjaga etika dan keamanan data, akses yang diberikan kepada orang tua dibatasi hanya untuk pemantauan di dalam kelas.

“Kami tetap memperhatikan aspek privasi. Akses orang tua hanya untuk area tertentu, tidak seluruh sudut sekolah bisa dipantau,” tegasnya.

Selain itu, sistem tersebut telah terhubung dengan absensi digital. Ketika siswa melakukan presensi, notifikasi otomatis akan terkirim ke perangkat orang tua. Dengan mekanisme ini, orang tua dapat mengetahui secara langsung waktu kedatangan anak di sekolah.

“Begitu siswa melakukan presensi, sistem akan langsung mengirim pemberitahuan. Jadi tidak ada lagi keraguan apakah anak hadir atau tidak,” jelas Irfan.

Lebih lanjut, Disdikbud Balikpapan juga mengembangkan teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung sistem tersebut. Fitur pengenalan wajah memungkinkan identifikasi siswa secara otomatis ketika kamera menangkap wajah yang bersangkutan.

“Ke depan, sistem ini akan mampu mengenali wajah siswa secara otomatis. Saat kamera menangkap gambar, identitas siswa langsung muncul di sistem,” ungkapnya.

Menurut Irfan, pengembangan fitur AI ini menjadi bagian dari upaya modernisasi tata kelola pendidikan di Kota Balikpapan. Namun demikian, pihaknya tetap akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait efektivitas, keamanan data, serta kesiapan infrastruktur sebelum memperluas implementasi.

“Tahun ini kami jadikan sebagai fase pengujian. Evaluasi akan kami lakukan secara bertahap, baik dari sisi teknis maupun respons masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, program digitalisasi ini sebenarnya telah dirancang sejak 2025. Tahun 2026 menjadi momentum implementasi awal sekaligus pengukuran dampak kebijakan tersebut terhadap peningkatan disiplin dan pengawasan siswa.

Jika hasil evaluasi menunjukkan capaian positif, Disdikbud berencana memperluas program ke sekolah lain pada 2027. Namun keputusan tersebut akan mempertimbangkan kesiapan anggaran, jaringan internet, serta dukungan sumber daya manusia di masing-masing sekolah.

“Kami tidak ingin terburu-buru. Sistem ini harus benar-benar matang sebelum diterapkan secara luas,” tegasnya.

Di sisi lain, Irfan menilai keterlibatan orang tua dalam pengawasan pendidikan menjadi kunci penting keberhasilan program ini. Dengan adanya akses langsung terhadap informasi kehadiran dan aktivitas anak, diharapkan terjalin komunikasi yang lebih baik antara sekolah dan keluarga.

“Kami ingin membangun ekosistem pendidikan yang kolaboratif. Sekolah dan orang tua harus berjalan beriringan dalam memastikan anak-anak mendapatkan lingkungan belajar yang aman dan kondusif,” tuturnya.

Program ini sekaligus menjadi langkah konkret Pemerintah Kota Balikpapan dalam menjawab tantangan era digital. Integrasi CCTV, absensi elektronik, dan teknologi AI diharapkan mampu menciptakan sistem pendidikan yang lebih modern, transparan, dan akuntabel.

“Kami optimistis inovasi ini bisa menjadi model pengawasan sekolah berbasis teknologi. Jika berhasil, Balikpapan bisa menjadi salah satu daerah pelopor dalam digitalisasi sistem pendidikan,” pungkas Irfan. (Nil/Adv/Diskominfo Balikpapan)

Loading