Faktanusa.com, Balikpapan – Upaya memperkuat konektivitas transportasi menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) terus dilakukan pemerintah melalui pengembangan sistem transportasi antarmoda dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan. Salah satu langkah yang dilakukan yakni dengan menyiapkan zona khusus penjemputan dan penurunan penumpang (pick up dan drop off) serta pengoperasian layanan transportasi yang terintegrasi menuju pusat kota hingga kawasan IKN.

Kehadiran layanan transportasi antarmoda tersebut diharapkan mampu mempermudah mobilitas masyarakat yang datang melalui bandara, sekaligus memperkuat peran Balikpapan sebagai pintu gerbang utama menuju kawasan ibu kota negara yang baru.

Pengembangan integrasi transportasi ini juga menjadi bagian dari strategi menjadikan Balikpapan sebagai kota penyangga utama IKN. Dengan sistem transportasi yang lebih tertata dan terhubung, masyarakat maupun tamu dari luar daerah dapat melanjutkan perjalanan dengan lebih mudah dan nyaman.

Direktur Sistem dan Layanan Integrasi Transportasi Antarmoda Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI, Amirullah, mengatakan integrasi moda transportasi dari bandara menuju berbagai tujuan merupakan hal yang sangat penting dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.

“Setiap orang yang tiba di bandara pasti membutuhkan transportasi lanjutan. Karena itu integrasi moda transportasi menjadi sangat penting agar masyarakat dapat melanjutkan perjalanan dengan mudah,” ujar Amirullah.

Ia menjelaskan bahwa bandara merupakan salah satu simpul transportasi utama yang menjadi titik awal perjalanan banyak orang. Oleh karena itu, keberadaan layanan transportasi lanjutan yang terintegrasi akan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk menjangkau berbagai tujuan, baik menuju pusat kota Balikpapan maupun kawasan IKN.
Menurutnya, penyediaan akses transportasi dari bandara yang terhubung dengan berbagai moda juga memiliki dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Mobilitas masyarakat yang semakin lancar akan mendorong aktivitas ekonomi, pariwisata, serta berbagai kegiatan lainnya di kawasan sekitar.

“Selain mempermudah mobilitas masyarakat, akses transportasi yang baik dari bandara juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, pariwisata, serta meningkatkan aktivitas masyarakat di wilayah sekitar,” jelasnya.

Dalam mendukung integrasi transportasi tersebut, pemerintah juga menghadirkan layanan transportasi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun penumpang pesawat yang tiba di Bandara SAMS Sepinggan.

Salah satunya adalah layanan Bacitra yang melayani rute transportasi di dalam Kota Balikpapan. Layanan ini menjadi alternatif transportasi publik yang memudahkan masyarakat untuk menjangkau berbagai wilayah di kota.
Menariknya, hingga saat ini layanan Bacitra untuk rute dalam kota masih diberikan secara gratis kepada masyarakat. Kebijakan tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih banyak menggunakan transportasi publik dibandingkan kendaraan pribadi.

Selain itu, bagi masyarakat yang ingin melanjutkan perjalanan menuju kawasan Ibu Kota Nusantara, saat ini juga telah tersedia layanan bus yang beroperasi dari Bandara SAMS Sepinggan menuju wilayah IKN.
Layanan transportasi menuju IKN tersebut dioperasikan oleh pihak swasta dengan tarif yang relatif terjangkau. Untuk sekali perjalanan dari bandara menuju kawasan IKN, penumpang dikenakan tarif sekitar Rp43 ribu.

Keberadaan layanan tersebut dinilai sangat membantu masyarakat, khususnya bagi tamu atau pekerja yang memiliki keperluan menuju kawasan pembangunan ibu kota negara yang baru.

Dengan adanya layanan transportasi yang terhubung langsung dari bandara menuju IKN, masyarakat tidak perlu lagi mengalami kesulitan dalam mencari moda transportasi lanjutan untuk melanjutkan perjalanan.

Selain memberikan kemudahan bagi penumpang, integrasi transportasi ini juga menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan kawasan IKN yang saat ini terus berjalan.

Balikpapan sebagai kota terdekat dengan kawasan ibu kota negara memiliki peran strategis sebagai pintu masuk utama bagi berbagai aktivitas yang berkaitan dengan pembangunan maupun operasional IKN di masa depan.

Karena itu, keberadaan sistem transportasi yang terintegrasi dari bandara menuju berbagai wilayah, termasuk IKN, menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran mobilitas orang dan barang.

Pemerintah pun berharap keberadaan zona pick up dan drop off serta layanan transportasi antarmoda yang terintegrasi ini dapat meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan transportasi publik.

Selain itu, langkah tersebut juga diharapkan mampu mengurangi kepadatan kendaraan pribadi di kawasan bandara serta menciptakan sistem transportasi yang lebih tertib dan efisien.

Dengan dukungan berbagai fasilitas transportasi yang semakin terintegrasi, Kota Balikpapan diharapkan dapat semakin memperkuat posisinya sebagai gerbang utama menuju Ibu Kota Nusantara sekaligus menjadi pusat konektivitas transportasi di wilayah Kalimantan Timur. (Adv/Shin/**)

Loading