Sosialisasi dengan Bapemperda Kaltim, Jafar Sidik Minta Perhatian Tenaga Lokal dan Pendidikan Pesantren

Loading

Faktanusa.com, Balikpapan – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan, Jafar Sidik meminta tenaga kerja lokal di Kota Balikpapan dapat di perhatikan.

“Saya berharap masalah tenaga lokal ini harus dimaksimalkan, sehingga bisa mengakomodir putra-putri daerah, jangan sampai menjadi penonton,” jelasnya, Jumat, 31 Mei 2024.

Hal tersebut disampaikan pada saat menghadiri sosialisasi Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), beberapa hari lalu.

Apalagi ada Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kaltim, putra putri daerah lebih diakomodir. “Kita harus sebagai pemain ya. Bagaimana tenaga kerja lokal ini bisa mendapatkan kesempatan, untuk bekerja di wilayahnya sendiri,” terangnya.

Ada hal lain yang disampaikan Jafar Sidik selain mengenai tenaga lokal, yakni masalah penyelenggaraan pendidikan di Kota Balikpapan.

Politisi PKS menyarankan pendidikan pesantren bisa diakomodir. Tidak hanya pendidikan di sekolah negeri atau swasta saja yang diperhatikan. “Yang diperhatikan itu hanya sekolah umum, sedangkan pesantren ini tidak diakomodir. Jangan sampai pesantren ini seakan-akan berdiri sendiri,” terangnya.

Padahal pendidikan di pesantren ini memiliki kurikulum yang mengajarkan anak-anak terkait akhlak, bukan hanya ilmu pengetahuan saja. Apalagi saat ini, kedepan diharapkan generasi muda tidak hanya pintar terhadap ilmu pengetahuan, tetapi juga harus mempunyai akhlak yang baik.

“Saya berharap ke depan pesantren ini diperhatikan, karena salah satu yang bisa membangun kehidupan generasi muda berakhlak melalui pesantren,” tegas Jafar.

Menurutnya, ilmu yang dikejar tetapi akhlak tidak baik, maka akhirnya ilmu itu digunakan hal yang tidak baik. Sedangkan, akhlak itu bisa mengubah hidup seseorang menjadi lebih baik. “Itu pentingnya akhlak dan ilmu,” imbuhnya.

Sosialisasi digelar untuk mendapatkan masukan kepada Bapemperda Provinsi dalam rangka membuat Peraturan Daerah (Perda), sehingga tidak menjadi tumpah tindih di Kabupaten Kota di Kaltim. “Sosialisasi ini untuk mengakomodir kepentingan di Kabupaten Kota di Kaltim,” sebutnya.

Reporter : Abel/**

Editor : Shinta Setyana

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top