Faktanusa.com, Jakarta, 11 Maret 2026 – Bulan suci Ramadan tidak hanya menjadi momen peningkatan spiritualitas bagi umat Muslim, tetapi juga membawa dampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Selama periode ini, berbagai kebutuhan seperti makanan, pakaian, hingga persiapan Lebaran mendorong meningkatnya perputaran transaksi di berbagai sektor.

Consumer Funding & Wealth Business Head Danamon, Ivan Jaya, mengatakan Ramadan secara konsisten menjadi periode dengan aktivitas ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan lainnya. Peningkatan ini terlihat dari berbagai indikator ekonomi yang menunjukkan tingginya mobilitas serta aktivitas konsumsi masyarakat.

Ia menyebutkan, data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2025 mencatat aktivitas ekonomi dan transaksi keuangan di Indonesia mengalami peningkatan cukup signifikan selama Ramadan.

“Berdasarkan data BPS tahun 2025, aktivitas ekonomi dan transaksi keuangan di Indonesia meningkat sekitar 30 hingga 40 persen selama Ramadan. Ini menunjukkan tingginya mobilitas dan produktivitas masyarakat pada periode tersebut,” ujar Ivan.

Peningkatan tersebut juga tercermin dari perilaku belanja masyarakat selama Ramadan. Ia menjelaskan, kebutuhan konsumsi biasanya meningkat seiring dengan berbagai tradisi yang dilakukan selama bulan suci.

Menurut Ivan, hasil survei Snapcart pada 2025 menunjukkan mayoritas masyarakat memperkirakan pengeluaran mereka meningkat selama Ramadan. Peningkatan tersebut terutama untuk kebutuhan makanan, pakaian, serta berbagai persiapan menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Sekitar 75 persen masyarakat memperkirakan pengeluaran mereka meningkat selama Ramadan. Kebutuhan yang paling banyak menyerap pengeluaran adalah makanan, pakaian, dan persiapan Lebaran,” jelasnya.

Selain kebutuhan pokok, aktivitas sosial juga menjadi salah satu faktor yang mendorong meningkatnya pengeluaran masyarakat selama Ramadan. Tradisi seperti buka puasa bersama, ngabuburit, hingga berbagai kegiatan sosial lainnya masih menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Indonesia.

Ivan menyebutkan bahwa kegiatan sosial tersebut juga memiliki kontribusi terhadap peningkatan konsumsi selama Ramadan.

“Sekitar 62 persen masyarakat Indonesia menyatakan berminat mengikuti kegiatan seperti buka puasa bersama dan ngabuburit. Untuk aktivitas tersebut, rata-rata mereka menyiapkan anggaran sekitar Rp1 juta hingga Rp3 juta selama Ramadan,” katanya.

Di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi, tren penggunaan layanan keuangan digital juga terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Hal ini terlihat dari meningkatnya volume transaksi menggunakan metode pembayaran digital.

Bank Indonesia mencatat bahwa penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) selama Ramadan dan Idulfitri 2025 mengalami peningkatan yang cukup pesat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Volume transaksi menggunakan QRIS pada periode Ramadan dan Idulfitri 2025 tumbuh hingga 111 persen secara tahunan per pengguna,” ungkap Ivan.

Menurutnya, perkembangan teknologi keuangan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan berbagai transaksi, mulai dari pembayaran makanan hingga pembelian kebutuhan Lebaran.

Momentum Ramadan juga semakin memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat dengan adanya pencairan Tunjangan Hari Raya (THR). Dana tambahan tersebut biasanya dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, baik yang bersifat konsumtif maupun sosial.

Ivan menjelaskan bahwa sebagian masyarakat memanfaatkan THR untuk menabung, menyalurkan zakat, infak, sedekah, maupun wakaf. Selain itu, dana tersebut juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan Lebaran hingga biaya perjalanan mudik.

“THR biasanya dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kebutuhan, mulai dari tabungan, penyaluran zakat, infak, sedekah, hingga belanja kebutuhan Lebaran dan persiapan mudik,” ujarnya.

Mobilitas masyarakat pun meningkat tajam menjelang perayaan Idulfitri. Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, jumlah masyarakat yang melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2025 mencapai 154,62 juta orang atau sekitar 54,9 persen dari total penduduk Indonesia.

Angka tersebut menunjukkan bahwa Ramadan tidak hanya berdampak pada peningkatan aktivitas konsumsi, tetapi juga pada pergerakan masyarakat dalam skala besar.

“Hal ini memperlihatkan bahwa Ramadan bukan hanya momentum spiritual, tetapi juga periode penting dalam pengelolaan keuangan masyarakat,” kata Ivan.

Untuk mendukung kebutuhan masyarakat selama Ramadan, Danamon menghadirkan berbagai program layanan keuangan yang dirancang khusus bagi nasabah.

Ivan mengatakan program tersebut bertujuan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengatur kebutuhan finansial selama Ramadan hingga Lebaran.

“Melalui program #RamadanLebihBerkah, kami ingin menghadirkan berbagai kemudahan transaksi dan promo menarik bagi nasabah. Program ini diharapkan dapat menjadi mitra finansial masyarakat dalam menjalani berbagai aktivitas selama Ramadan,” tutupnya. (**)

Loading