Faktanusa.com, Balikpapan – Menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, tradisi mudik kembali menjadi momen yang dinantikan masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Pada periode ini, banyak rumah ditinggalkan dalam kondisi kosong selama beberapa hari hingga berminggu-minggu. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan risiko, salah satunya bahaya kelistrikan apabila instalasi listrik maupun peralatan elektronik tidak dipastikan dalam keadaan aman.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) mengimbau masyarakat agar melakukan pengecekan instalasi listrik sebelum berangkat mudik. Langkah sederhana ini dinilai penting guna mencegah terjadinya gangguan listrik maupun potensi bahaya seperti korsleting yang dapat memicu kebakaran.

General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, mengatakan bahwa masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan instalasi listrik di rumah, terutama saat rumah akan ditinggalkan dalam waktu yang cukup lama.

“Ketika rumah ditinggalkan dalam beberapa hari bahkan hingga berminggu-minggu, penting memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman. Langkah ini menjadi upaya pencegahan agar tidak terjadi gangguan listrik maupun potensi bahaya seperti korsleting,” ujar Chaliq. Jumat (13/3/2026).

Ia menjelaskan, salah satu penyebab gangguan listrik yang sering terjadi di rumah kosong adalah perangkat elektronik yang masih terhubung dengan sumber listrik tanpa pengawasan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kerusakan perangkat hingga terjadinya arus pendek listrik.

Karena itu, pelanggan disarankan untuk mencabut berbagai peralatan elektronik yang tidak digunakan selama rumah ditinggalkan. Selain menghindari potensi korsleting, langkah ini juga dapat membantu menghemat penggunaan listrik.

“Peralatan elektronik seperti televisi, dispenser, atau peralatan rumah tangga lainnya yang tidak digunakan sebaiknya dicabut dari stop kontak sebelum berangkat mudik. Hal ini dapat mengurangi potensi gangguan kelistrikan,” jelasnya.

Selain memastikan instalasi listrik aman, masyarakat juga diimbau untuk menyalakan lampu seperlunya saat meninggalkan rumah. Lampu yang menyala dapat memberikan kesan rumah tetap dihuni sehingga dapat membantu menjaga keamanan lingkungan dari potensi tindak kejahatan.

PLN juga mengingatkan pelanggan pascabayar untuk memastikan tagihan listrik telah dibayarkan sebelum berangkat mudik. Hal ini penting agar tidak terjadi pemutusan sementara akibat keterlambatan pembayaran selama rumah ditinggalkan.

Sementara itu, bagi pelanggan prabayar, masyarakat diminta untuk memastikan token listrik masih mencukupi selama masa mudik. Dengan demikian, pasokan listrik di rumah tetap tersedia hingga pemilik rumah kembali dari perjalanan.

Sebagai bentuk kemudahan layanan bagi pelanggan, PLN juga mendorong masyarakat memanfaatkan aplikasi PLN Mobile yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja.

“Melalui PLN Mobile, pelanggan tetap dapat mengakses berbagai layanan kelistrikan dengan mudah, termasuk melaporkan gangguan meskipun sedang berada di luar kota. Aplikasi ini dapat digunakan selama 24 jam,” kata Chaliq.

Aplikasi tersebut menyediakan berbagai layanan yang memudahkan pelanggan, mulai dari pembayaran tagihan listrik, pembelian token listrik, pengajuan layanan kelistrikan hingga pelaporan gangguan. Dengan adanya layanan digital tersebut, pelanggan tetap dapat memantau kebutuhan kelistrikan rumah meskipun sedang berada jauh dari tempat tinggal.

Selain memberikan imbauan kepada masyarakat, PLN UID Kaltimra juga memastikan kesiapan sistem kelistrikan selama periode Ramadan hingga Idulfitri. Langkah ini dilakukan guna menjaga keandalan pasokan listrik agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dan merayakan Lebaran dengan nyaman.

PLN telah menyiapkan personel siaga serta memastikan seluruh infrastruktur kelistrikan dalam kondisi optimal. Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menjaga stabilitas pasokan listrik, khususnya pada periode meningkatnya aktivitas masyarakat seperti Ramadan dan Idulfitri.

“Kami memastikan kesiapan personel dan infrastruktur kelistrikan selama periode Ramadan dan Idulfitri agar pasokan listrik tetap andal bagi masyarakat di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara,” ujarnya.

Chaliq menambahkan bahwa keandalan listrik tidak hanya menjadi tanggung jawab PLN sebagai penyedia layanan, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan instalasi listrik di rumah masing-masing.

Dengan melakukan langkah-langkah pencegahan sederhana sebelum mudik, masyarakat dapat meminimalkan risiko gangguan listrik sekaligus menjaga keamanan rumah selama ditinggalkan.

“Kami berharap masyarakat dapat menikmati momen mudik dengan aman dan tenang bersama keluarga. PLN akan terus berkomitmen menjaga keandalan listrik demi mendukung aktivitas masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri,” tutup Chaliq.

Sumber: PT PLN (Persero) UID Kaltimra

Loading