
Faktanusa.com, Balikpapan – PT PLN Energi Primer Indonesia (EPI) terus memperkuat upaya penyediaan biomassa untuk mendukung program cofiring di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Terbaru, PLN EPI mengirimkan biomassa jenis cangkang sawit sebanyak sekitar 6.700 ton ke PLTU Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, menggunakan kapal tongkang dari Kabupaten Berau.
Pengiriman tersebut menjadi salah satu langkah strategis PLN EPI dalam memenuhi target pasokan biomassa nasional pada tahun 2026 yang dipatok sebesar 3,65 juta ton.
Direktur Biomassa PT PLN EPI, Hokkop Situngkir, menyampaikan bahwa pengiriman ini merupakan capaian penting karena menjadi pengiriman biomassa dengan volume terbesar yang pernah dilakukan perusahaan dalam satu kali pengangkutan.
“Ini merupakan pengiriman biomassa terbesar yang pernah kami lakukan dalam satu kali pengiriman, yakni sekitar 6.700 ton cangkang sawit. Kami berharap ini menjadi awal yang baik untuk mencapai target pasokan biomassa sebesar 3,65 juta ton pada tahun 2026,” ujar Hokkop.
Ia menjelaskan bahwa sebelumnya PLN EPI juga pernah melakukan pengiriman biomassa menggunakan tongkang, yaitu jenis serbuk kayu atau sawdust sebanyak 5.600 ton ke PLTU Tanjung Awar-awar di Tuban, Jawa Timur. Namun volume pengiriman cangkang sawit ke PLTU Teluk Balikpapan kali ini melampaui pengiriman sebelumnya.
Menurut Hokkop, cangkang sawit merupakan salah satu jenis biomassa yang memiliki kualitas tinggi dan kerap disebut sebagai biomassa premium, selain wood pellet. Hal tersebut dikarenakan nilai kalor yang dimiliki cangkang sawit relatif tinggi dan hampir mendekati nilai kalor batu bara.
“Cangkang sawit memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi sehingga sangat cocok digunakan dalam program cofiring di PLTU. Dengan kualitas yang baik ini, pemanfaatan biomassa dalam pembangkit listrik dapat semakin optimal,” jelasnya.
Program cofiring sendiri merupakan upaya PLN untuk mengurangi penggunaan batu bara dengan mencampurkan biomassa sebagai bahan bakar tambahan pada pembangkit listrik tenaga uap. Program ini juga menjadi bagian dari langkah transisi energi menuju sumber energi yang lebih ramah lingkungan.
Selain kualitas biomassa, Hokkop juga menilai penggunaan transportasi laut melalui kapal tongkang menjadi solusi efektif untuk mendukung distribusi biomassa di Indonesia. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki tantangan geografis dalam proses distribusi bahan bakar pembangkit listrik.
“Pengiriman biomassa menggunakan tongkang sangat sesuai dengan kondisi geografis Indonesia. Banyak PLTU milik PLN berada di wilayah pesisir dan memiliki fasilitas jetty sendiri, sehingga distribusi melalui jalur laut menjadi lebih efisien,” katanya.
Selain itu, kapasitas pengangkutan biomassa melalui jalur laut dinilai jauh lebih besar dibandingkan pengiriman melalui jalur darat. Hal ini memungkinkan distribusi biomassa dilakukan dalam jumlah besar sekaligus.
Hokkop juga menjelaskan bahwa sumber bahan baku biomassa di Indonesia tersebar di berbagai daerah. Di wilayah Kalimantan, misalnya, ketersediaan cangkang sawit cukup melimpah karena banyaknya industri perkebunan kelapa sawit.
Namun kondisi tersebut tidak selalu sama di daerah lain. Oleh karena itu, distribusi biomassa antarwilayah menjadi hal penting untuk memastikan pasokan bahan bakar bagi PLTU tetap terjaga.
“Ke depan bukan tidak mungkin cangkang sawit dari Kalimantan dikirimkan ke PLTU di wilayah lain seperti Sulawesi. Sebelumnya, sawdust dari Sulawesi juga pernah dikirim ke PLTU Tuban di Jawa Timur,” ungkapnya.
Menurutnya, transportasi laut dapat menjadi solusi untuk pemerataan distribusi biomassa antar pulau sehingga target pasokan di setiap pembangkit listrik dapat terpenuhi secara optimal.
Dengan keberhasilan pengiriman biomassa dalam jumlah besar ini, Hokkop mengaku semakin optimistis PLN EPI mampu mencapai target pasokan biomassa yang telah ditetapkan untuk tahun ini.
Ia mengakui bahwa target pasokan biomassa tahun 2026 mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Namun dengan berbagai inovasi serta kerja sama tim yang solid, target tersebut diyakini dapat tercapai.
“Salah satu langkah nyata yang membuat kami optimistis adalah pengiriman biomassa cangkang sawit menggunakan tongkang ini. Dengan kerja keras dan inovasi yang terus dilakukan, kami yakin target pasokan 3,65 juta ton biomassa dapat tercapai,” tutup Hokkop.
Sumber: PT PLN (Persero) UID Kaltimra
![]()



