Faktanusa.com, Balikpapan – Peristiwa penikaman menggegerkan warga di kawasan Jalan Soekarno Hatta Km 4, tepatnya di samping SPBU Batu Ampar, Balikpapan, Sabtu (14/3/2026) sekitar pukul 14.00 WITA. Insiden tersebut diduga dipicu oleh pertengkaran antara dua orang yang diketahui merupakan tetangga hingga berujung pada aksi kekerasan menggunakan senjata tajam.

Dalam kejadian tersebut, seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial S diamankan oleh aparat kepolisian setelah diduga melakukan penikaman terhadap tetangganya sendiri. Korban dilaporkan mengalami sejumlah luka tusukan di beberapa bagian tubuh dan saat ini masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Peristiwa tersebut sempat membuat warga sekitar panik. Sejumlah warga yang mengetahui kejadian itu langsung berupaya melerai dan melaporkan insiden tersebut kepada pihak kepolisian agar segera ditangani.

Kapolsek Balikpapan Utara, Muhammad Rezsa Adiatulo, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan pihak kepolisian bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat mengenai insiden penikaman tersebut.

“Benar, kami telah mengamankan seorang ibu rumah tangga berinisial S di kawasan Jalan Soekarno Hatta Km 4, tepatnya di samping SPBU Batu Ampar,” ujar Rezsa saat dikonfirmasi.

Menurutnya, dari hasil keterangan awal yang diperoleh penyidik, peristiwa tersebut diduga bermula dari kesalahpahaman antara pelaku dan korban yang merupakan tetangga. Perselisihan tersebut kemudian memicu emosi pelaku hingga berujung pada tindakan penikaman.

“Diduga ada kesalahpahaman atau miskomunikasi antara pelaku dengan tetangganya. Hal itu menimbulkan rasa sakit hati yang kemudian memicu emosi pelaku hingga terjadi penikaman,” jelasnya.

Meski demikian, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk memastikan motif sebenarnya di balik kejadian tersebut. Polisi juga tengah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang berada di lokasi saat insiden terjadi.

“Untuk motif pastinya masih kami dalami. Kami masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian,” tambah Rezsa.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami beberapa luka tusukan di bagian tubuhnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, luka tusukan ditemukan di bagian dada, telinga, serta punggung korban.

“Korban mengalami empat luka tusukan di beberapa bagian tubuh, di antaranya di bagian dada, telinga, dan punggung,” ungkapnya.

Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit oleh warga setempat untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga saat ini, korban masih menjalani perawatan sehingga belum dapat dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

“Korban masih menjalani perawatan di rumah sakit dan kondisinya masih dalam penanganan tim medis. Karena itu, penyidik belum dapat meminta keterangan dari korban,” kata Rezsa.

Sementara itu, pelaku telah diamankan di Polsek Balikpapan Utara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa pisau dapur yang diduga digunakan dalam aksi penikaman tersebut.

“Senjata yang digunakan pelaku adalah pisau dapur yang biasa digunakan untuk aktivitas rumah tangga. Pisau tersebut sudah kami amankan sebagai barang bukti,” jelasnya.

Pihak kepolisian juga masih melakukan pendalaman terkait kronologi kejadian, termasuk memeriksa sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi saat peristiwa terjadi.

Menurut Rezsa, proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan rangkaian peristiwa serta motif yang melatarbelakangi insiden tersebut.

“Kami masih melakukan pendalaman terhadap kasus ini. Setelah proses penyelidikan dan pengumpulan keterangan saksi selesai, kami akan melakukan gelar perkara untuk menentukan langkah hukum selanjutnya,” ujarnya.

Peristiwa penikaman tersebut menjadi perhatian warga sekitar karena terjadi di lingkungan permukiman yang cukup padat penduduk. Banyak warga yang tidak menyangka pertengkaran antar tetangga dapat berujung pada aksi kekerasan.

Sejumlah warga berharap kejadian serupa tidak kembali terulang di lingkungan mereka. Mereka juga mengimbau agar setiap persoalan antar warga dapat diselesaikan secara baik tanpa menggunakan kekerasan.

Pihak kepolisian pun mengingatkan masyarakat untuk mengedepankan penyelesaian masalah secara musyawarah dan tidak terpancing emosi yang dapat berujung pada tindakan kriminal.

“Jika ada persoalan atau perselisihan antar warga, sebaiknya diselesaikan dengan cara yang baik dan tidak menggunakan kekerasan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak berwajib jika terjadi potensi konflik,” pungkas Rezsa.

Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penanganan Polsek Balikpapan Utara. Polisi memastikan proses penyelidikan akan terus dilakukan guna mengungkap secara jelas kronologi serta motif di balik insiden penikaman tersebut. (Shin/**)

Loading