Sub : Meminta Pemerintah untuk Bersinergi Lebih Besar Terhadap Hulu
Faktanusa.com, Balikpapan – SKK Migas telah menetapkan PT. Pertamina (Persero) sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang merupakan salah satu proyek besar yaitu Proyek RDMP Kota Balikpapan.
Proyek RDMP yang dibangun di Lokasi Kilang Pertamina Balikpapan dengan memiliki tiga tujuan utama yaitu meningkatkan kapasitas pengolahan Kilang Balikpapan dari 260 ribu barel perhari (kbph) menjadi 360 kbph, kedua meningkatkan kualitas produk untuk memenuhi standar EURO V yang lebih ramah lingkungan dan ketiga meningkatkan kompleksitas kilang demi menghasilkan lebih banyak higher value product yang akan meningkatkan margin kilang.
Terkait dengan peranan dengan SKK Migas terhadap proyek pengembangan kilang RDMP Pertamina Balikpapan, kepala perwakilan SKK Migas Kalimantan Sulawesi (Kalsul), Azhari Idris menjelaskan, SKK Migas Merupakan Industri Hulu yang memproduksi minyak mentah selain gas bumi, yang kemudian secara langsung dialirkan ke Industri Hilir yaitu Kilang Pertamina Balikpapan (KPB).

Dari pabrik pengolahan minyak mentah diproduksi menjadi minyak jadi itu perlu pembangkit yaitu listrik dan alat pengembangan RDMP Pertamina Balikpapan lainnya maka dari itu Pertamina Balikpapan perlu gas bumi dan kerjasama dengan pihak SKK Migas.
“Oleh karena itu SKK Migas punya kepentingan lebih besar buat Pertamina yaitu seberapa besar SKK Migas terhadap industri hilir, dan bagaimana sih hulu ini berkontribusi berkembang terhadap RDMP. ” kata Azhari Idris kepada awak media ini saat diwawancarai. Senin (26/9/2022).
Azhari menambahkan, industri hulu merupakan salah satunya SKK Migas meminta kepada pemerintah untuk ramah berinvestasi yakni bersinergi lebih besar terhadap hulu artinya bagaimana pengaturan pajaknya supaya diatur kembali agar tidak mahal, juga mempermudah peraturan bagaimana pengaturan futsal sistem pembagiannya.
“Kalau pihak Pertamina datangkan industri hulu dari luar untuk investasi biayanya akan semakin mahal oleh sebab itu pihak industri hulu meminta kepada pemerintah agar terus mendukung industri hulu salah satunya yaitu SKK Migas agar industri hilir bisa hidup dan berkembang.” Jelasnya.

“Supaya pemerintah mendukung pajak tidak mahal maka mempermudah peraturan dan fiskal pembagiannya.” sambungnya.
Untuk sekarang ini menjalankan kegiatan proyek RDMP secara on-track, PT KPB juga konsisten menerapkan prinsip-prinsip HSSE dalam operasional sehari-hari, total jam kerja aman yang dicapai RDMP Balikpapan hingga mencapai 72,5 Juta jam kerja terhitung sejak Juli 2018 hingga Agustus 2022.
Perlu diketahui, tanggal 25 Agustus 2022 overall progress fisik pembangunan RDMP Balikpapan sudah mencapai 53,69% dan akan dijadwalkan selesai tahun 2024 mendatang.
Lebih lanjut, Azhari Idris mengatakan Proyek RDMP Balikpapan dan Lawe Lawe merupakan proyek kebanggaan nasional. Dimana Proyek ini sangat ditunggu-tunggu dan diharapkan banyak pihak. “Saya yakin, kita sebagai anak bangsa mampu menyelesaikan ini dengan baik dan mampu memberikan yang terbaik bagi negeri ini,” ungkapnya.
