Balikpapan — Pemerintah Kota Balikpapan memperkuat langkah antisipatif guna menjaga stabilitas harga bahan pokok selama Ramadan 1447 Hijriah. Upaya ini dilakukan untuk menekan potensi lonjakan harga akibat peningkatan permintaan masyarakat menjelang dan selama bulan suci, Rabu (25/2/2026).

Melalui Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, pemerintah daerah membangun komunikasi intensif dengan distributor dan pemasok utama. Pengawasan difokuskan pada komoditas strategis seperti cabai, bawang merah, bawang putih, dan tomat yang dalam beberapa pekan terakhir mengalami kenaikan harga.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Haemusri, mengatakan fluktuasi harga masih dalam batas terkendali dan belum berdampak signifikan terhadap daya beli masyarakat.

“Untuk komoditas bumbu memang ada kenaikan, tetapi relatif masih wajar. Sekitar 90 persen kebutuhan kita dipasok dari luar daerah, sehingga sangat bergantung pada kondisi di sentra produksi,” ujar Haemusri.

Ia menegaskan, kenaikan harga lebih dipengaruhi faktor eksternal, terutama kondisi cuaca di daerah penghasil yang berdampak pada distribusi pascapanen.

“Jika di daerah sentra produksi terjadi hujan berkepanjangan atau gangguan panen, otomatis suplai berkurang dan harga ikut terdorong naik. Ini yang sedang kami pantau secara ketat,” katanya.

Selain faktor cuaca, pertumbuhan pembangunan dan aktivitas industri di Balikpapan juga turut meningkatkan kebutuhan pangan.

“Permintaan bukan hanya datang dari rumah tangga, tetapi juga sektor usaha dan industri kuliner. Ketika konsumsi meningkat secara bersamaan, harga komoditas tertentu bisa terdampak,” jelasnya.

Dari sisi produksi lokal, Balikpapan memiliki keterbatasan lahan pertanian. Produksi dalam kota diperkirakan hanya mampu memenuhi sekitar lima hingga sepuluh persen kebutuhan masyarakat. Selebihnya, pasokan didatangkan dari Sulawesi untuk hortikultura dan Pulau Jawa untuk beras serta daging ayam.

“Luas lahan pertanian kita sangat minim, sehingga ketergantungan terhadap daerah lain masih tinggi. Karena itu, koordinasi antarwilayah menjadi kunci menjaga stabilitas,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga, Dinas Perdagangan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah dan aparat kepolisian rutin melakukan inspeksi mendadak ke pasar tradisional dan ritel modern.

“Kami ingin memastikan distribusi berjalan lancar dan tidak ada praktik penimbunan. Jika ditemukan indikasi pelanggaran, tentu akan kami tindak sesuai aturan,” tegas Haemusri.

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya terus memperbarui data harga harian sebagai bahan evaluasi cepat apabila terjadi kenaikan signifikan.

“Setiap hari kami memantau perkembangan harga. Jika ada lonjakan yang tidak wajar, kami segera berkoordinasi dengan distributor untuk menambah pasokan,” tambahnya.

Dengan langkah pengawasan dan penguatan koordinasi tersebut, Pemkot Balikpapan optimistis stabilitas harga bahan pokok dapat terjaga hingga Idulfitri. Pemerintah berkomitmen menjaga ketersediaan barang kebutuhan pokok sekaligus melindungi daya beli masyarakat di tengah dinamika pasar selama Ramadan. (Nil/Adv/Diskominfo Balikpapan)

Loading