
Faktanusa.com, Balikpapan — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan merencanakan pembangunan SMP Negeri 29 yang berlokasi di kawasan Grand City, Balikpapan Utara, pada tahun 2026. Pembangunan sekolah baru ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan seiring dengan pesatnya pertumbuhan penduduk dan kawasan permukiman di wilayah tersebut.
Saat ini, rencana pembangunan SMP Negeri 29 telah memasuki tahap awal, ditandai dengan dimulainya proses lelang pekerjaan fisik bangunan. Proyek ini diharapkan dapat segera direalisasikan agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan akses pendidikan menengah pertama yang lebih dekat dan merata.
Rencana pembangunan sekolah negeri tersebut mendapat dukungan dari Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali. Ia menilai pembangunan SMP Negeri 29 merupakan langkah strategis Pemkot Balikpapan dalam menyesuaikan ketersediaan fasilitas pendidikan dengan perkembangan wilayah, khususnya di Kecamatan Balikpapan Utara.
Menurut Gasali, peningkatan jumlah penduduk di Balikpapan Utara berdampak langsung pada meningkatnya kebutuhan layanan pendidikan. Oleh karena itu, penambahan sekolah negeri dinilai penting agar daya tampung sekolah dapat mengimbangi pertumbuhan jumlah peserta didik.
“Pembangunan SMP Negeri 29 ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sarana pendidikan, terutama di wilayah Balikpapan Utara yang pertumbuhan penduduknya cukup signifikan,” ujar Gasali, Senin (12/1/2026).
Ia menjelaskan, pembangunan SMP Negeri 29 merupakan bagian dari perencanaan jangka menengah Pemkot Balikpapan dalam penyediaan fasilitas pendidikan yang berkelanjutan. Pada tahap awal, pemerintah memprioritaskan pembangunan jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) guna mengatasi keterbatasan daya tampung sekolah yang ada saat ini.
“Pada tahap awal, pemerintah memprioritaskan pembangunan SMP. Untuk jenjang pendidikan lainnya seperti TK dan SD, sangat memungkinkan dibangun menyusul, menyesuaikan dengan kebutuhan di lapangan,” jelasnya.
Gasali juga mengungkapkan bahwa lahan yang disiapkan untuk pembangunan SMP Negeri 29 memiliki luas sekitar dua hektare. Lahan tersebut berasal dari fasilitas umum (fasum) yang diserahkan oleh pengembang perumahan kepada pemerintah daerah, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Lokasi pembangunan berada di kawasan Green City, Balikpapan Utara. Lahan ini memang diperuntukkan bagi kepentingan publik, termasuk untuk pembangunan fasilitas pendidikan,” terangnya.
Dari sisi anggaran, Pemkot Balikpapan telah mengalokasikan dana sekitar Rp20 miliar untuk mendukung pembangunan sekolah tersebut. Anggaran tersebut direncanakan digunakan untuk pembangunan fisik gedung sekolah beserta sarana penunjang lainnya.
Gasali berharap proses pembangunan dapat berjalan sesuai dengan perencanaan dan ketentuan yang berlaku, baik dari sisi waktu pelaksanaan maupun kualitas bangunan. Ia menekankan pentingnya pengawasan agar proyek tersebut dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Kami berharap pembangunan ini berjalan lancar dan tepat waktu, sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.
Dengan bertambahnya jumlah sekolah negeri, Gasali menilai akses pendidikan bagi masyarakat akan semakin merata. Selain itu, keberadaan SMP Negeri 29 diharapkan dapat mengurangi kepadatan siswa di sekolah-sekolah lain, khususnya yang berada di wilayah Balikpapan Utara dan sekitarnya.
“Dengan adanya sekolah negeri baru, beban sekolah yang sudah ada bisa berkurang. Ini tentu berdampak positif bagi kualitas pembelajaran dan kenyamanan siswa,” pungkasnya.
Pembangunan SMP Negeri 29 diharapkan menjadi salah satu langkah konkret Pemkot Balikpapan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor pendidikan. Ke depan, pemerintah daerah bersama DPRD berkomitmen untuk terus mendorong pemerataan akses pendidikan sebagai bagian dari upaya menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. (Adv/Shin/**)
![]()


