
Faktanusa.com, Balikpapan – Kepolisian Daerah Kalimantan Timur menyiapkan ribuan personel untuk mengamankan arus mudik dan arus balik Lebaran melalui Operasi Ketupat Mahakam 2026. Operasi ini tidak hanya difokuskan pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga pengamanan sejumlah titik strategis seperti pelabuhan, bandara, tempat ibadah, hingga kawasan wisata.
Direktur Lalu Lintas Polda Kalimantan Timur, Ahmad Yunuari Ihsan, S.I.K., M.Si., menjelaskan bahwa secara keseluruhan terdapat 1.975 personel yang dikerahkan dalam operasi tersebut. Personel ini tidak hanya berasal dari satuan lalu lintas, tetapi juga melibatkan berbagai unsur kepolisian serta instansi terkait.
“Untuk Operasi Ketupat Mahakam tahun ini, seluruh jajaran dilibatkan sebanyak 1.975 personel. Jadi tidak hanya lalu lintas, karena saya membawahi keseluruhan operasi ini,” ujar Ahmad Yunuari Ihsan saat ditemui, Senin (16/3/2026).
Selain personel, kepolisian juga menyiapkan puluhan pos pengamanan dan pelayanan yang tersebar di berbagai wilayah di Kalimantan Timur. Pos-pos tersebut berfungsi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun kelancaran lalu lintas.
“Terdapat 52 pos pengamanan, 27 pos pelayanan, dan 14 pos terpadu. Di pos terpadu inilah semua instansi dan stakeholder terkait bergabung untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengamanan dalam Operasi Ketupat Mahakam tidak hanya terfokus pada arus mudik di jalan raya. Polda Kaltim membagi pengamanan ke dalam lima klaster utama yang menjadi perhatian selama periode Lebaran.
“Dalam operasi ini ada lima klaster yang kita amankan. Pertama jalan tol, kedua jalan arteri atau non-tol, ketiga tempat ibadah, keempat pusat perbelanjaan, dan kelima kawasan wisata,” katanya.
Menurut Ahmad Yunuari, karakteristik arus mudik di Kalimantan Timur sedikit berbeda dibandingkan daerah lain di Pulau Jawa. Pergerakan masyarakat antarwilayah melalui jalur darat relatif lebih sedikit, sementara mobilitas melalui pelabuhan dan bandara justru lebih tinggi.
“Kalau di Kalimantan ini mudik antarwilayah lewat jalur darat relatif tidak terlalu banyak. Paling dari Balikpapan ke Kalimantan Selatan atau ke Banjarmasin. Yang justru lebih ramai adalah pergerakan di pelabuhan dan bandara,” ungkapnya.
Karena itu, kepolisian memberikan perhatian khusus pada kelancaran arus kendaraan di sekitar pelabuhan dan bandara, terutama saat keberangkatan maupun kedatangan kapal penumpang.
“Biasanya ketika kapal penumpang datang atau berangkat, kendaraan penjemput dan pengantar menumpuk di depan pelabuhan. Sementara kapasitas parkir di dalam pelabuhan terbatas, sehingga antrean sering sampai keluar. Ini yang harus kita atur,” jelasnya.
Dalam pengamanan di area tersebut, pihak kepolisian bekerja sama dengan berbagai instansi, seperti TNI AL, Polairud, kepolisian sektor setempat, serta Dinas Perhubungan.
Selain arus mudik, kepolisian juga mengantisipasi lonjakan kendaraan menuju kawasan wisata yang biasanya meningkat setelah Hari Raya Idulfitri.
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian khusus adalah kawasan wisata di Manggar, Balikpapan Timur. Di wilayah tersebut terdapat beberapa destinasi wisata populer yang kerap dipadati pengunjung pada H+1 hingga H+2 Lebaran.
“Di daerah Manggar jalannya relatif sempit, sementara di sana ada beberapa tempat wisata yang biasanya sangat ramai setelah Lebaran. Ini yang akan kita amankan,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kemacetan, kepolisian menyiapkan berbagai rekayasa lalu lintas, seperti sistem buka-tutup jalan di titik tertentu yang mengalami kepadatan.
“Kalau terjadi penumpukan arus kendaraan, kita bisa lakukan buka-tutup sementara di titik yang sempit atau bottleneck. Kita lancarkan dulu satu arah, kemudian bergantian,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa sejauh ini pihaknya belum merencanakan penerapan sistem satu arah atau one way secara penuh seperti di Pulau Jawa. Rekayasa lalu lintas yang dilakukan lebih bersifat situasional sesuai kondisi di lapangan.
“Untuk wilayah kita biasanya cukup dengan sistem buka-tutup sepenggal. Rekayasa lalu lintas akan dilakukan berdasarkan situasi di lapangan,” katanya.
Selain kawasan wisata, jalur menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) juga menjadi perhatian dalam pengamanan arus kendaraan. Apalagi beberapa ruas jalan tol menuju kawasan tersebut akan difungsikan selama periode Lebaran.
“Kita juga mengantisipasi arus kendaraan menuju kawasan IKN, termasuk di Simpang IC yang jalannya cukup sempit serta akses tol IKN melalui ring road yang dibuka di gate 1A,” jelasnya.
Sementara itu, untuk jalur arteri, kepolisian juga memantau sejumlah ruas jalan yang berpotensi mengalami kepadatan maupun kecelakaan, seperti jalur Balikpapan–Samarinda, Samarinda–Bontang, hingga Balikpapan–Paser.
“Setiap polres sudah memetakan titik rawan di wilayahnya masing-masing dan kami juga memberikan dukungan pengamanan,” katanya.
Dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas selama musim mudik, kepolisian juga akan melakukan penindakan terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.
Menurut Ahmad Yunuari, sebagian besar kecelakaan lalu lintas di wilayah Kalimantan Timur terjadi akibat kesalahan manusia atau human error.
“Kalau kita analisa, faktor terbesar kecelakaan terutama yang fatalitasnya tinggi itu disebabkan oleh human error,” ujarnya.
Karena itu, kepolisian akan melakukan pengawasan ketat terhadap pelanggaran lalu lintas yang terlihat secara kasat mata dan berpotensi menyebabkan kecelakaan.
“Kita pasti lakukan penindakan terhadap pelanggaran yang jelas-jelas berpotensi menimbulkan kecelakaan,” tegasnya.
Selain itu, pengawasan juga dilakukan terhadap kendaraan angkutan barang atau truk berat selama masa mudik Lebaran.
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri, kendaraan dengan sumbu roda tiga atau lebih dilarang melintas pada periode tertentu selama arus mudik dan arus balik.
“Mulai tanggal 13 sampai 25, kendaraan dengan sumbu roda tiga ke atas dilarang melintas. Kita akan awasi dan arahkan untuk berhenti di kantong-kantong parkir yang tersedia,” jelasnya.
Meski demikian, kendaraan pengangkut kebutuhan pokok atau sembako masih diperbolehkan beroperasi dengan pengawasan tertentu.
Di sisi lain, kepolisian juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar mempersiapkan diri dengan baik demi keselamatan selama di perjalanan.
“Yang pertama, sebelum mudik pastikan rumah dalam kondisi aman. Kalau perlu titipkan kepada tetangga atau RT,” katanya.
Ia juga menyarankan masyarakat yang merasa khawatir meninggalkan kendaraan di rumah untuk menitipkannya di kantor polisi terdekat.
“Kalau memang ragu menyimpan kendaraan di rumah, bisa dititipkan di kantor polisi terdekat seperti polsek atau polres. Itu tidak dipungut biaya,” ujarnya.
Selain itu, pengendara diminta memastikan kondisi tubuh dalam keadaan prima serta memeriksa kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan jauh.
“Kalau mengantuk jangan memaksakan diri mengemudi. Istirahatlah di tempat yang aman. Kemudian cek kondisi kendaraan sebelum berangkat,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas serta menyesuaikan kecepatan kendaraan dengan kondisi jalan.
“Sering terjadi kecelakaan karena rambu sudah jelas, misalnya jalan licin saat hujan, tetapi pengendara tetap memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi,” tuturnya.
Menutup keterangannya, Ahmad Yunuari mengajak masyarakat untuk menjadikan perjalanan mudik sebagai momen yang aman dan menyenangkan bersama keluarga.
“Harapan kita semua tentu mudik bisa berjalan aman dan lancar. Seperti tagline yang kita usung, mudik aman, keluarga bahagia,” pungkasnya.
Jurnalis : Shinta Setyana
![]()



