Faktanusa.com, Balikpapan – Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD II Partai Golkar Kota Balikpapan dipastikan akan segera dilaksanakan. Agenda lima tahunan tersebut menjadi bagian dari percepatan konsolidasi internal partai yang diinstruksikan oleh DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Timur kepada seluruh jajaran di kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur.

Ketua Pengarah Musda XI Golkar Balikpapan, Andi Arif Agung, menyampaikan bahwa pelaksanaan musda merupakan tindak lanjut langsung dari arahan tingkat provinsi. Ia menegaskan, seluruh DPD kabupaten/kota telah dijadwalkan untuk menyelenggarakan musda dalam waktu yang berdekatan sebagai bagian dari penguatan struktur organisasi.

“Ini merupakan perintah dari DPD provinsi dalam rangka mempercepat konsolidasi Partai Golkar di Kalimantan Timur. Seluruh daerah mendapat jadwal, dan untuk Balikpapan ditetapkan pada 26 Februari mendatang,” ujarnya usai rapat pleno diperluas di Gedung DPRD Kota Balikpapan, Senin (23/2/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Andi Arif didampingi Ketua Panitia Musda XI, H Yusri, serta anggota panitia Wahyulla Bandung. Rapat pleno diperluas sekaligus menjadi forum untuk mematangkan berbagai persiapan teknis menjelang hari pelaksanaan.

Menurut Andi Arif, musda bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum penting untuk melakukan evaluasi dan pembaruan kepengurusan. Ia menjelaskan, masa bakti kepengurusan DPD II Golkar Balikpapan sejatinya telah berakhir pada Agustus 2025 lalu.

Namun, karena menunggu pengesahan struktur kepengurusan tingkat provinsi, masa jabatan diperpanjang hingga pelaksanaan musda di masing-masing daerah. “Perpanjangan itu dilakukan agar roda organisasi tetap berjalan sambil menunggu penetapan jadwal resmi dari provinsi,” jelasnya.

Berdasarkan keputusan terbaru, Musda XI Golkar Balikpapan akan digelar di Royal Mahligai Grand City pada Kamis, 26 Februari 2026. Pelaksanaan tersebut juga bertepatan dengan momentum bulan suci Ramadan, yang diharapkan semakin mempererat silaturahmi antar kader.

Ketua Panitia Musda XI, H Yusri, memastikan kesiapan panitia terus dimatangkan. Ia menyebut progres persiapan saat ini telah mencapai sekitar setengah dari keseluruhan kebutuhan teknis.

“Sejumlah kebutuhan utama sudah kami siapkan, termasuk lokasi kegiatan. Persentase kesiapan sekitar 50 persen, dan akan terus kami kebut agar pada hari pelaksanaan seluruhnya benar-benar siap,” ujarnya optimistis.

Selain aspek teknis, pleno juga telah mengesahkan daftar peserta musda, baik yang memiliki hak suara penuh maupun sebagai peninjau. Andi Arif merinci, terdapat 12 pemilik hak suara yang akan menentukan arah kepemimpinan DPD II Golkar Balikpapan ke depan.

Enam suara berasal dari pengurus tingkat kecamatan (PTK) di enam kecamatan se-Balikpapan. Kemudian satu suara mewakili organisasi sayap partai, yakni AMPG dan KPPG. Satu suara lainnya berasal dari organisasi pendiri partai, seperti SOKSI, MKGR, dan Kosgoro.

Selain itu, satu suara diberikan kepada organisasi yang didirikan partai seperti HWK dan AMPI. Dewan Pertimbangan turut memiliki satu suara, disusul satu suara dari DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Timur serta satu suara dari pengurus DPD yang akan didemisionerkan.

“Totalnya ada 12 suara yang akan menentukan siapa yang memimpin DPD II Golkar Balikpapan periode selanjutnya,” tegas Andi Arif.

Terkait bursa calon ketua, ia menegaskan bahwa mekanisme pendaftaran tetap dibuka bagi kader terbaik yang memenuhi persyaratan sesuai petunjuk pelaksanaan. Namun, berdasarkan dinamika yang berkembang dalam pleno diperluas, mayoritas pemilik suara masih menginginkan Rahmad Mas’ud untuk kembali memimpin.

“Dari komunikasi yang terbangun, hampir seluruh pemilik suara masih memberikan dukungan kepada Pak Rahmad Mas’ud. Tetapi tentu saja proses pencalonan tetap terbuka dan mengikuti aturan yang berlaku,” ungkapnya.

Ia menilai, selama kepemimpinan Rahmad Mas’ud, capaian politik Golkar Balikpapan menunjukkan tren positif. Partai berlambang pohon beringin itu dinilai mampu meningkatkan perolehan kursi legislatif secara signifikan, bahkan pernah mencapai 16 kursi DPRD Kota Balikpapan.

Menurut Andi Arif, tantangan politik ke depan tidak semakin ringan. Karena itu, figur pemimpin yang dinilai mampu menyatukan kekuatan internal dan menjaga soliditas partai menjadi kebutuhan utama.

“Kondisi politik semakin dinamis. Kita memerlukan sosok yang mampu merangkul seluruh elemen partai dan menjaga konsistensi capaian yang sudah diraih. Itu sebabnya banyak kader berharap kepemimpinan yang ada bisa berlanjut,” katanya.

Meski dukungan terhadap Rahmad Mas’ud disebut hampir menyeluruh, Andi Arif menekankan bahwa Musda XI tetap harus berjalan sesuai prinsip demokrasi internal partai. Seluruh tahapan, mulai dari pendaftaran, verifikasi, hingga pemilihan, akan dilaksanakan berdasarkan aturan organisasi.

“Golkar menjunjung tinggi mekanisme dan aturan. Walaupun dukungan yang terlihat hampir bulat, proses tetap harus dijalankan secara demokratis. Ukuran keberhasilan musda bukan hanya pada hasilnya, tetapi pada proses yang tertib dan sesuai ketentuan,” pungkasnya.

Penulis : Shinta Setyana

Loading