
Faktanusa.com, Kutai Barat — Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, melaksanakan kunjungan kerja strategis ke Markas Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 827/Mahakam Cakti Yudha yang berlokasi di Muara Tae, Kecamatan Jempang, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, Rabu (14/1/2026).
Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari agenda Kementerian Pertahanan dalam melakukan evaluasi langsung terhadap kesiapan satuan TNI Angkatan Darat, khususnya yang berada di wilayah strategis dan memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pertahanan dan keamanan nasional di Kalimantan Timur.
Kedatangan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin yang didampingi oleh Wakil Panglima TNI serta Wakil Kepala Staf Angkatan Darat disambut dengan upacara kehormatan militer. Para prajurit Yonif TP 827/Mahakam Cakti Yudha menyambut rombongan dengan yel-yel penuh semangat yang mencerminkan soliditas dan kesiapan satuan.
Dalam peninjauan tersebut, Menhan secara langsung memeriksa kesiapan personel, kondisi pangkalan, serta perlengkapan tempur baru yang telah didistribusikan oleh Kementerian Pertahanan. Pemeriksaan dilakukan secara detail untuk memastikan seluruh perlengkapan sesuai standar dan siap digunakan dalam mendukung pelaksanaan tugas operasi maupun pembinaan teritorial.
Dalam arahannya kepada ratusan prajurit, Menhan Sjafrie menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia prajurit TNI agar mampu bersaing dan tampil di tingkat internasional. Ia menekankan bahwa prajurit TNI tidak hanya dituntut unggul dalam tugas di dalam negeri, tetapi juga harus siap menghadapi tantangan global.
“Prajurit TNI tidak boleh hanya jago kandang. Kalian harus terus meningkatkan kemampuan, termasuk menguasai bahasa asing, agar siap tampil di kancah internasional sebagai representasi Tentara Nasional Indonesia yang profesional, disiplin, dan berintegritas,” tegas Menhan.
Menhan juga mengingatkan bahwa modernisasi alutsista harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas personel. Menurutnya, prajurit yang terlatih dengan baik akan mampu memaksimalkan penggunaan perlengkapan tempur modern yang telah disiapkan negara.
“Alutsista yang modern tidak akan berarti tanpa prajurit yang profesional. Oleh karena itu, latihan, disiplin, dan semangat pengabdian harus terus dijaga dan ditingkatkan,” ujarnya.
Selain menyoroti aspek profesionalisme, Menhan Sjafrie juga menekankan pentingnya sinergi antara TNI dengan pemerintah daerah serta masyarakat setempat. Ia menilai keberadaan Yonif TP 827/Mahakam Cakti Yudha memiliki peran strategis tidak hanya dalam pertahanan negara, tetapi juga dalam mendukung pembangunan dan stabilitas sosial di wilayah Kutai Barat.
“TNI harus selalu hadir di tengah masyarakat. Jalin komunikasi dan kerja sama yang baik dengan pemerintah daerah dan masyarakat, karena pertahanan negara tidak bisa dipisahkan dari dukungan rakyat,” katanya.
Kunjungan kerja ini juga menjadi bagian dari evaluasi kesiapan pertahanan di wilayah Kalimantan Timur, yang memiliki posisi strategis sebagai kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Menhan menegaskan bahwa stabilitas keamanan di wilayah ini harus terus dijaga demi kelancaran pembangunan nasional.
Usai memberikan pengarahan, Menhan bersama rombongan melakukan peninjauan fasilitas pangkalan, termasuk barak prajurit, sarana latihan, serta fasilitas pendukung lainnya. Ia juga menyempatkan diri berdialog dengan para perwira muda yang baru bertugas di Yonif TP 827/Mahakam Cakti Yudha, memberikan motivasi dan arahan terkait kepemimpinan serta pengabdian kepada bangsa dan negara.
Kegiatan kunjungan kerja tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama sebelum rombongan meninggalkan Muara Tae dan melanjutkan perjalanan kembali melalui Balikpapan. Kunjungan ini diharapkan dapat semakin memotivasi prajurit Yonif TP 827/Mahakam Cakti Yudha dalam menjalankan tugas serta memperkuat kesiapan pertahanan di wilayah Kalimantan Timur. (**)
![]()



