Faktanusa.com, Balikpapan – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Balikpapan menggelar Apel dan Penandatanganan Komitmen Bersama Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (4/2/2026) di Kantor Lapas Kelas IIA Balikpapan.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Balikpapan, Edy Susetyo, serta diikuti oleh seluruh pejabat struktural dan jajaran pegawai Lapas Balikpapan. Apel dan penandatanganan komitmen berlangsung dengan khidmat, tertib, dan lancar sebagai wujud keseriusan seluruh jajaran dalam mendukung reformasi birokrasi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel bersama yang diikuti oleh seluruh pegawai Lapas Kelas IIA Balikpapan. Usai apel, dilakukan penandatanganan komitmen bersama oleh jajaran pejabat struktural yang disaksikan langsung oleh Kepala Lapas. Penandatanganan tersebut menjadi simbol kesepakatan bersama untuk membangun lingkungan kerja yang berintegritas dan bebas dari praktik korupsi.

Kepala Lapas Kelas IIA Balikpapan, Edy Susetyo,

Tidak hanya pejabat struktural, seluruh pegawai Lapas Kelas IIA Balikpapan juga turut melaksanakan penandatanganan Pakta Integritas. Penandatanganan ini merupakan pernyataan sikap dan komitmen pribadi setiap pegawai untuk menjunjung tinggi nilai kejujuran, profesionalisme, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sesuai dengan aturan yang berlaku.

Dalam amanatnya, Kepala Lapas Kelas IIA Balikpapan Edy Susetyo menegaskan bahwa tahun 2026 merupakan momentum penting bagi Lapas Balikpapan untuk meraih predikat WBK dan WBBM. Ia menekankan bahwa pembangunan Zona Integritas bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan harus diwujudkan melalui perubahan nyata dalam pola kerja dan budaya organisasi.

“Pada tahun 2026 ini, Lapas Balikpapan berkomitmen penuh untuk meraih predikat WBK dan WBBM. Komitmen ini tidak cukup hanya dengan penandatanganan, tetapi harus diwujudkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” tegas Edy Susetyo.

Ia juga menyoroti pentingnya peran dan tanggung jawab setiap tugas dan fungsi (tusi) agar saling mendukung satu sama lain. Menurutnya, keberhasilan pembangunan Zona Integritas sangat ditentukan oleh kedisiplinan, konsistensi, serta sinergi seluruh jajaran pegawai.

“Setiap pegawai memiliki peran strategis sesuai tugas dan fungsinya masing-masing. Jika seluruh tusi berjalan selaras dan saling mendukung, maka tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik dapat terwujud,” ujarnya.

Lebih lanjut, Edy Susetyo berharap agar nilai-nilai integritas, transparansi, dan akuntabilitas dapat dijadikan sebagai budaya kerja di lingkungan Lapas Kelas IIA Balikpapan. Ia menegaskan bahwa predikat WBK dan WBBM merupakan bentuk kepercayaan masyarakat yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

Kegiatan apel dan penandatanganan komitmen bersama ini juga menjadi momentum evaluasi dan penguatan komitmen bagi seluruh pegawai. Dengan ditandatanganinya komitmen bersama dan Pakta Integritas, setiap pegawai diharapkan memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga integritas, meningkatkan profesionalisme, serta terus memperbaiki kualitas pelayanan publik.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Balikpapan menegaskan kesiapannya untuk terus berbenah dan melakukan pembenahan secara berkelanjutan. Pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM Tahun 2026 diharapkan mampu mendorong terwujudnya birokrasi yang bersih, melayani, dan bebas dari praktik korupsi, demi menciptakan sistem pemasyarakatan yang berintegritas serta dipercaya masyarakat.

Jurnalis : Shinta Setyana

Loading