
Faktanusa.com, Balikpapan – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Balikpapan menggelar panen perdana melon yang dilaksanakan di area Sae Farm Green House Lapas Kelas IIA Balikpapan, Kamis (5/2/2026). Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Lapas Balikpapan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Panen perdana tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Timur, Endang Lintang Hardiman, didampingi Kepala Lapas Kelas IIA Balikpapan, Edi Susetyo, serta dihadiri di hadiri oleh Ka.Upt di wilayah Balikpapan, Samarinda, Tenggarong dan Tarakan serta mitra yang bekerja sama dengan Lapas Balikpapan yaitu, PT. Pertamina Patra Niaga, Dinas Pertanian dan Perikanan, PT PLN Persero, CV. Rizki Imani, DWP Lapas Balikpapan juga seluruh jajaran Lapas Kelas IIA Balikpapan.
Dalam sambutannya, Endang Lintang Hardiman mengaku terkejut dan mengapresiasi hasil pertanian yang ditunjukkan Lapas Balikpapan. Ia menyebut panen melon ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara Lapas dengan berbagai pihak.
“Pertama-tama saya ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan media. Saya sangat surprise sekali hari ini dibawa untuk panen melon. Ini hasil kerja sama dengan Pertamina, Dinas Pertanian, dan PLN,” ujar Lintang. Kamis (5/2/2026)

Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan terkait pelaksanaan 15 Akselerasi Program Pemasyarakatan, khususnya di bidang ketahanan pangan.
“Inilah hasil dari apa yang disampaikan oleh Pak Menteri. Lima belas akselerasi Pak Menteri sudah diwujudkan oleh teman-teman kita di Balikpapan. Terima kasih kepada Pak Kalapas Balikpapan yang sudah menggiatkan ketahanan pangan,” katanya.
Lintang menambahkan, hasil pertanian yang dikembangkan di Lapas Balikpapan tidak hanya berupa melon, tetapi juga mencakup budidaya ikan, ayam petelur, serta berbagai jenis sayur-sayuran. Hasil tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan, baik untuk internal lapas maupun mendukung kebutuhan pemerintah.
“Ini sangat membantu, terutama untuk menyuplai kebutuhan bahan makanan agar stok buah bisa teratasi. Kita tahu saat ini sedang menggeliat program MBG yang juga membutuhkan banyak buah dan sayur-sayuran,” jelasnya.
Ia menilai potensi hasil ketahanan pangan di Lapas Balikpapan bahkan dapat melampaui target minimal yang ditetapkan.

“Saya lihat ini mungkin bisa lebih dari lima persen, karena di sini bukan hanya melon, tapi juga ada ikan, ayam telur, dan sayur-sayuran,” ujarnya.
Lebih lanjut, Lintang menegaskan bahwa kegiatan ini tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial semata, melainkan harus berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi warga binaan.
“Saya berharap kegiatan ini bukan kegiatan seremonial saja, tapi kegiatan yang berkelanjutan. Sehingga semua warga binaan bisa mendapatkan pembinaan sesuai dengan talenta yang mereka miliki,” tegasnya.
Ia juga berharap program ketahanan pangan ini dapat menjadi bekal keterampilan bagi warga binaan ketika kembali ke masyarakat.
“Supaya ketika mereka keluar, mereka bisa mengembangkan talenta-talenta tersebut, memiliki kepercayaan diri, dan masyarakat juga yakin untuk memberi mereka kesempatan,” tambahnya.

Tak hanya itu, Lintang mengungkapkan harapan agar Sae Farm Green House Lapas Balikpapan ke depan dapat dikembangkan menjadi agro-wisata.
“Saya ingin ini nantinya bisa dijadikan agro-wisata, sehingga masyarakat bisa membeli langsung dengan memetik sendiri. Supaya masyarakat tahu bahwa inilah hasil pembinaan dari lembaga pemasyarakatan,” katanya.
Melalui kegiatan ini, ia berharap citra lembaga pemasyarakatan di mata publik dapat berubah ke arah yang lebih positif.
“Selama ini banyak berita negatif tentang lapas. Padahal berita baiknya juga banyak. Biar masyarakat sendiri yang membuktikan bahwa lapas itu adalah tempat pembinaan, bukan seperti yang sering diberitakan,” pungkasnya.
Panen perdana melon ini menjadi simbol keberhasilan pembinaan berbasis kemandirian di Lapas Kelas IIA Balikpapan serta wujud nyata kontribusi pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional. (Shin/**)
![]()



