Faktanusa.com, Balikpapan – Kehadiran Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono untuk yang pertama kalinya kunjungan kerja ke Kalimantan Timur (Kaltim) untuk memastikan progres pembangunan markas besar TNI di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pagi ini para prajurit di Kodam VI/Mulawarman berkumpul di halaman Kodam VI) Mulawarman tidak lain karena kedatangan Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono dan berolahraga bersama dengan senam kesegaran jasmani (SKJ) dan dilanjutkan jalan sehat melewati kediaman para pejabat utama Kodam VI/Mulawarman.
Panglima TNI Laksamana TNI Yudho Margono mengatakan bahwa persiapan rencana pembangunan komando gabungan wilayah pertahanan sudah dicek langsung ke markas TNI yang berada di wilayah IKN.
“Saya sudah melihat langsung dan mengecek untuk markas TNI di wilayah IKN tempat maupun rancangan bangunannya sudah kami cek berikutnya Gabungan wilayah pertahanan II yang kemarin di dalam perencanaannya saya gunakan sebagai operasional dan selanjutnya untuk ke depannya sebagai pengendali utama di wilayah sesuai dengan ditentukan untuk operasi yang sifatnya gabungan,” kata Yudo Margono kepada awak media usai acara jalan santai. Jum’at (20/1/2023).
“Bangunan Markas Besar TNI sudah dirancang dengan rancangan desain dalam satu area terdapat mabes TNI AD, AU dan AL dengan jumlah lahan sekitar 240 hektar,” ungkapnya.
Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono juga menambahkan selain pembangunan markas berkas TNI juga akan dibangun Perumahan prajurit. Namun karena belum ada anggarannya sementara masih fokus pada pembangunan istana presiden.
Yudo Margono juga menegaskan selain pemeriksaan pembangunan Markas besar TNI di wilayah IKN, akan melakukan maping ancaman pertahanan laut, mengingat kawasan IKN yang berdekatan dengan Alur Laut Kepulauan Indonesia(ALKI) yang mana kapal berkapasitas besar dapat dilalui.
“Karena geografis kita kepulauan, maka di daerah ini kita buat perimeter untuk keamanan ancaman darat, laut dan udara tentu TNI berkewajiban demi melindungi ancaman dari luar. Dengan dekat ALKI II, yang kedalamannya memenuhi kapal selam. Maka harus diantisipasi ancaman dari laut,” pungkasnya.