
Faktanusa.com, Balikpapan – Menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri, Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Kesehatan Kota Balikpapan memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetap tersedia. Berbagai langkah kesiapsiagaan telah disiapkan, mulai dari pengaturan operasional puskesmas hingga penempatan tenaga kesehatan di sejumlah titik strategis selama masa libur Lebaran.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sistem pelayanan yang memungkinkan masyarakat tetap memperoleh akses kesehatan meskipun sebagian fasilitas kesehatan menjalani penyesuaian operasional selama libur hari raya.
Menurutnya, pelayanan kesehatan akan tetap berjalan melalui puskesmas rawat jalan dan puskesmas rawat inap yang tersebar di seluruh kecamatan di Kota Balikpapan. Pengaturan jadwal operasional dilakukan dengan sistem giliran agar pelayanan tetap tersedia.
“Kami di Dinas Kesehatan sudah berkomitmen menyiapkan layanan puskesmas rawat jalan dan rawat inap selama libur Lebaran. Untuk puskesmas rawat jalan, kami menerapkan sistem giliran di setiap kecamatan agar tetap ada yang buka,” ujarnya saat ditemui, Kamis (12/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa pengaturan tersebut dilakukan agar masyarakat tidak mengalami kesulitan ketika membutuhkan layanan kesehatan selama libur panjang. Dengan sistem giliran, setiap wilayah tetap memiliki fasilitas kesehatan yang dapat diakses warga.
Sebagai contoh, di wilayah Balikpapan Timur, pelayanan puskesmas rawat jalan akan dijadwalkan secara bergantian oleh beberapa fasilitas kesehatan. Pada tanggal 17 hingga 18 Maret, layanan tersebut akan dilaksanakan oleh Puskesmas Teritip, Puskesmas Lamaru, dan Puskesmas Manggar.
“Misalnya untuk wilayah Balikpapan Timur, pada tanggal tertentu kami menggilir beberapa puskesmas seperti Teritip, Lamaru, dan Manggar untuk tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.
Selain layanan rawat jalan yang diatur secara bergiliran, puskesmas dengan layanan 24 jam juga akan tetap beroperasi seperti biasa. Keberadaan fasilitas kesehatan yang beroperasi sepanjang hari ini dinilai sangat penting untuk menjamin pelayanan kegawatdaruratan.
Alwiati menyebutkan bahwa Balikpapan termasuk daerah yang beruntung karena memiliki sejumlah puskesmas yang mampu memberikan pelayanan kesehatan selama 24 jam penuh.
“Kami bersyukur karena di Balikpapan sudah ada puskesmas yang melayani selama 24 jam. Dengan begitu, masyarakat tetap bisa mengakses layanan kesehatan kapan pun dibutuhkan,” katanya.
Selain memastikan operasional puskesmas, Dinas Kesehatan juga menyiapkan tenaga kesehatan yang akan ditempatkan di sejumlah posko layanan selama periode libur Idulfitri. Posko tersebut akan berfungsi sebagai titik pelayanan kesehatan bagi masyarakat maupun pemudik yang melintas di Kota Balikpapan.
Tenaga kesehatan dari berbagai puskesmas akan ditugaskan secara bergiliran untuk menjaga posko tersebut agar pelayanan tetap berjalan selama masa libur Lebaran.
“Pada hari Lebaran, kami juga menyiapkan petugas kesehatan di posko-posko pelayanan. Penugasan dilakukan secara bergiliran dari puskesmas yang ada di setiap wilayah,” ungkapnya.
Beberapa lokasi yang menjadi titik pelayanan kesehatan selama periode Lebaran antara lain berada di kawasan Pelabuhan Karyangau, Terminal Batu Ampar, serta kawasan wisata Pantai Manggar Segarasari. Lokasi tersebut dipilih karena memiliki mobilitas masyarakat yang cukup tinggi, terutama saat arus mudik dan libur hari raya.
Menurut Alwiati, kehadiran posko kesehatan di lokasi strategis sangat penting untuk memberikan pelayanan cepat apabila terjadi kondisi darurat medis di tengah aktivitas masyarakat.
“Kami menempatkan petugas kesehatan di posko seperti di Pelabuhan Karyangau, Terminal Batu Ampar, dan Pantai Manggar Segarasari. Di tempat-tempat tersebut biasanya aktivitas masyarakat cukup tinggi saat Lebaran,” jelasnya.
Selain menyiapkan puskesmas dan posko kesehatan, Dinas Kesehatan juga telah berkoordinasi dengan seluruh rumah sakit yang ada di Kota Balikpapan. Rumah sakit diminta tetap menyiagakan layanan kesehatan selama masa libur panjang.
Pihak rumah sakit diharapkan memastikan ketersediaan tenaga medis, fasilitas pelayanan, serta kesiapan instalasi gawat darurat agar mampu menangani pasien yang membutuhkan penanganan segera.
“Kami sudah mengimbau kepada seluruh rumah sakit agar tetap stand by selama libur panjang ini. Terutama untuk layanan kegawatdaruratan yang harus tetap siap melayani masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa kesiapan fasilitas kesehatan menjadi bagian penting dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat yang merayakan Idulfitri di Kota Balikpapan. Dengan adanya layanan yang tetap berjalan, masyarakat diharapkan tidak ragu untuk segera mencari pertolongan medis apabila mengalami masalah kesehatan.
Menurut Alwiati, koordinasi antar fasilitas kesehatan juga terus diperkuat untuk memastikan pelayanan berjalan dengan baik selama periode libur.
“Kami ingin memastikan bahwa selama libur Lebaran tidak ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan. Semua fasilitas kesehatan sudah kami minta untuk tetap siaga,” ujarnya.
Melalui berbagai langkah tersebut, Dinas Kesehatan Kota Balikpapan berharap masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan lebih tenang dan nyaman, karena akses layanan kesehatan tetap tersedia kapan pun dibutuhkan.
“Kami berupaya semaksimal mungkin agar layanan kesehatan tetap bisa diakses masyarakat selama libur Lebaran,” pungkasnya. (Nil/Adv/Diskominfo Balikpapan)
![]()



