
Faktanusa.com, Balikpapan – Menjelang puncak arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah, jajaran kepolisian terus menggencarkan upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas. Salah satunya dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) Humas Operasi Ketupat Mahakam 2026 Polresta Balikpapan dengan menyasar para sopir bus antarprovinsi.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ipda Sangidun di Terminal Bus Pulau Indah, Jalan Soekarno, Kamis (19/3/2026). Selain memberikan imbauan, petugas juga melakukan pemantauan terhadap kondisi arus mudik yang mulai mengalami peningkatan.
Dalam kegiatan tersebut, Ipda Sangidun yang juga menjabat sebagai Kasi Humas Polresta Balikpapan, mengedepankan pendekatan humanis saat berinteraksi dengan para pengemudi. Ia menekankan pentingnya menjaga keselamatan sebagai prioritas utama selama perjalanan jauh.
“Keselamatan penumpang ada di tangan pengemudi. Karena itu kami mengingatkan agar sopir selalu memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum berangkat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemeriksaan kendaraan menjadi hal mendasar yang tidak boleh diabaikan, mulai dari sistem pengereman, lampu penerangan, hingga kondisi ban. Selain itu, pengemudi juga diminta tidak memaksakan diri jika mengalami kelelahan.
“Kalau kondisi tubuh tidak fit, jangan dipaksakan. Lebih baik beristirahat sejenak demi keselamatan bersama,” tegasnya.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, aktivitas di terminal mulai menunjukkan peningkatan seiring mendekati masa mudik. Salah satu perwakilan pengelola bus menyebutkan bahwa dalam satu hari terdapat sekitar 10 unit bus yang diberangkatkan menuju berbagai daerah, khususnya Kalimantan Selatan seperti Banjarmasin.
“Rata-rata satu bus mengangkut lebih dari 35 penumpang. Saat ini sudah mulai ramai, meskipun masih dalam kondisi lancar,” ungkapnya.
Perjalanan darat dari Balikpapan menuju Banjarmasin diperkirakan memakan waktu hingga 18 jam. Kondisi ini membuat faktor stamina dan konsentrasi pengemudi menjadi sangat krusial dalam menjaga keselamatan perjalanan.
Selain mengingatkan soal kondisi kendaraan dan fisik pengemudi, petugas juga menekankan pentingnya disiplin berlalu lintas. Para sopir diminta untuk mematuhi rambu-rambu serta tidak melanggar batas kecepatan yang telah ditentukan.
“Kami juga mengingatkan agar tidak mengonsumsi obat-obatan terlarang. Itu sangat berbahaya dan bisa membahayakan banyak orang,” kata Sangidun.
Ia juga mengimbau agar para pengemudi memastikan seluruh penumpang menggunakan sabuk pengaman selama perjalanan. Langkah ini dinilai penting untuk meminimalisir risiko fatal apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Keselamatan bukan hanya tanggung jawab sopir, tapi juga penumpang. Semua harus saling mengingatkan,” tambahnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Operasi Ketupat Mahakam 2026 yang dilaksanakan untuk memastikan kelancaran dan keamanan arus mudik Lebaran. Melalui edukasi langsung di lapangan, diharapkan kesadaran para pengemudi semakin meningkat.
Polresta Balikpapan menegaskan akan terus melakukan pengawasan di sejumlah titik strategis, termasuk terminal, pelabuhan, dan jalur utama, guna menciptakan situasi lalu lintas yang aman dan kondusif.
Dengan meningkatnya kewaspadaan dan kepatuhan terhadap aturan, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas selama periode mudik dapat ditekan, sehingga masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan aman dan nyaman. (**)
Humas Polresta Balikpapan
![]()



