Hadiri Aksi Solidaritas Palestina Presidium Forum Koordinasi BEM Se-Kalimantan Barat berharap ini sebagai jawaban dari pernyataan diluar sana

Loading

Faktanusa.com, Ketapang, KALBAR,- Berbagai elemen diantaranya organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan mahasiswa Marhaen (GPM) , Bisnis Ketapang (BK) Peduli, Matan Diskusi Club, dan BEM AMKI, DEMA STAI Al-Haudl dan BEM STKIP Tanjung pura yang tergabung ke Forum Koordinasi BEM Se-Kalimantan Barat melaksanakan aksi solidaritas untuk Palestina pada hari Jum’at, 14 April 2023, bertempat di jalan MT Haryono taman kedondong Ketapang. Hadir pula pada kesempatan tersebut Polsek Delta Pawan, dan sejumlah media massa yang terkait.
Dalam hal ini Presidium 3 Forum Koordinasi BEM Se – Kalimantan Barat Anton Hermawan berharap kepada seluruh mahasiswa khususnya yang berada di kabupaten Ketapang agar hatinya bisa ikut terpanggil dalam hal kemanusiaan.
“Aksi yang kami lakukan ini mungkin sederhana dan banyak yang beranggapan bahwa kami hanyalah mahasiswa dan pemuda yang kurang kerjaan, sebab kami hanyalah turun dan berorasi dibawah terik matahari. namun kita harus sadar bahwa panas yang kita alami ini tidaklah seberapa dibandingkan penderitaan masyarakat yang ada di palestina” ujarnya.
Foto – Anton kanan, Heri Susanto tengah, Mohrizal khanafi kiri
Anton juga menyampaikan bahwa membela kaum yang tertindas khusus palestina yang merupakan negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia itu sudah kewajiban dari bangsa yang merdeka dan berdaulat karena itu sesuai undang-undang dasar 1945.
“Sudah sewajarnya kita membela kaum yang tertindas karena sesuai amanat UUD 1945 bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. dan seperti kita ketahui bahwa palestina merupakan negara pertama yang mengakui kemerdekaan indonesia jadi maka dari itu kita harus memberi simpati yang lebih kepada mereka, ini bukan hanya persoalan agama dan juga bukan persoalan kerja sama antar negara namun ini adalah soal kemanusiaan.” lanjutnya.
Dalam aksi ini juga Anton mewakili kalangan Pemuda terkhusus mahasiswa sebagai jawaban yang mengatakan bahwa pemuda dan mahasiswa ketapang yang dianggap sedang mati pergerakan.
” Mungkin belakang ini banyak yang beranggapan bahwa mahasiswa ketapang sedang mati pergerakan, namun hari ini kami menjawab anggapan itu bahwa kami tidak pernah mati dalam pergerakan, dan ini adalah langkah awal dari pergerakan kami, karena kami akan terus bergerak baik itu dari panggilan kemanusiaan maupun panggilan mengenai permasalahan didaerah maupun dinasional, sebab itu sudah kewajiban kami sebagai aktivis sosial.” tegasnya.
Dia juga menghimbau kepada seluruh pemuda khusus dari kalangan mahasiswa agar ikut bergerak dalam panggilan kemanusiaan.
Kami berharap kepada seluruh pemuda dan mahasiswa agar kita sama-sama saling bergerak dalam panggilan kemanusiaan serta mengawal isu permasalahan daerah maupun nasional sebab kalo bulan kita siapa lagi yang mempunyai waktu luang untuk bergerak, bergerak disini bukan berarti kita harus turun aksi kejalan namun bergeraklah sesuai dengan keinginan dan cara masing-masing, selagi itu positif pasti akan mendapatkan manfaatnya” jelasnya.
Reporter : Hadi M
Editor : Shinta Setyana

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top