
Faktanusa.com, Balikpapan – Penguatan sektor ekonomi kreatif terus menjadi perhatian di Balikpapan. Forum Ekonomi Kreatif Kota Balikpapan (Ekraf) menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem kreatif yang berkelanjutan.
Ketua Harian Ekraf Balikpapan, Krishna Galih Mahendra Putra, menyampaikan bahwa keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama dalam mengembangkan ekonomi kreatif di daerah.
“Yang paling penting adalah kolaborasi. Ekraf harus bisa bekerja sama dengan semua unsur, baik tokoh masyarakat, komunitas, maupun organisasi lainnya. Kami terbuka untuk siapa saja,” ujar Galih saat diwawancarai media ini. Minggu (22/3/2026)
Ia menegaskan bahwa tujuan utama dari kolaborasi tersebut adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus meningkatkan nilai seni dan budaya lokal agar lebih dikenal luas.
“Tujuannya jelas, bagaimana ekonomi kreatif di Balikpapan bisa berkembang dan nilai seni yang kita miliki bisa semakin dikenal oleh masyarakat luas,” katanya.
Menurut Krishna, sektor ekonomi kreatif memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi alternatif di tengah dinamika global saat ini. Selain itu, sektor ini juga mampu melibatkan berbagai lapisan masyarakat, terutama generasi muda yang menjadi motor penggerak inovasi.
“Ekonomi kreatif ini tidak hanya soal bisnis, tetapi juga bagaimana kita mengembangkan potensi anak muda dan kreativitas masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya keberadaan ruang kreatif sebagai wadah bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk berkarya dan berkolaborasi. Menurutnya, ekosistem yang mendukung akan mempercepat pertumbuhan sektor ini.
“Kalau ruang dan ekosistemnya tersedia, pelaku kreatif akan lebih mudah berkembang. Ini yang terus kita dorong bersama,” tambahnya.

Krishna mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Balikpapan juga terus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk komunitas kreatif, pelaku usaha, hingga organisasi alumni.
“Pemerintah sangat terbuka terhadap kolaborasi. Ini peluang besar bagi kita semua untuk bersama-sama membangun ekonomi kreatif di Balikpapan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Ekraf Balikpapan, Elda Nirwanalia, menambahkan bahwa pihaknya terus berupaya menciptakan ruang kolaborasi yang mampu mendorong promosi pelaku ekonomi kreatif.
“Kami ingin menyediakan ruang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk berkembang dan mempromosikan karya mereka kepada masyarakat yang lebih luas,” katanya.
Menurut Elda, promosi menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pelaku ekonomi kreatif. Oleh karena itu, dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar produk kreatif lokal dapat bersaing di pasar yang lebih luas.
“Melalui kolaborasi, kita bisa membantu memperkenalkan karya-karya kreatif Balikpapan agar semakin dikenal,” jelasnya.
Ia juga menilai bahwa sinergi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha akan menciptakan ekosistem yang kuat dan berkelanjutan.
“Kalau semua pihak bergerak bersama, maka dampaknya akan lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi kreatif,” tambahnya.
Forum Ekonomi Kreatif Balikpapan berharap kolaborasi yang terus dibangun dapat membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk terlibat dalam sektor ini. Dengan demikian, ekonomi kreatif tidak hanya menjadi alternatif, tetapi juga menjadi salah satu pilar utama dalam pembangunan ekonomi daerah.
Melalui berbagai program dan inisiatif kolaboratif, Ekraf Balikpapan optimistis mampu mendorong peningkatan daya saing produk kreatif lokal sekaligus memperkuat identitas budaya kota di tingkat nasional maupun internasional. (Shin/**)
![]()



