Faktanusa.com, Balikpapan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan mengusulkan sebanyak 1.036 program dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2026 untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027. Mayoritas usulan tersebut masih didominasi sektor infrastruktur yang dinilai menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Kegiatan Musrenbang yang digelar di Auditorium Balai Kota Balikpapan pada 2 April 2026 tersebut menjadi forum strategis dalam menyelaraskan arah pembangunan daerah. Dalam forum ini, DPRD menyampaikan pokok-pokok pikiran hasil serapan aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui kegiatan reses.

Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono, mengungkapkan bahwa sebagian besar usulan yang disampaikan berkaitan dengan pembangunan fisik, khususnya di sektor pekerjaan umum, penataan ruang, perumahan rakyat, dan kawasan permukiman.

“Kalau kita lihat dari total usulan, sekitar 86 persen memang masih berkaitan dengan infrastruktur. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan dasar masyarakat terhadap fasilitas fisik masih sangat tinggi,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Ia menjelaskan, dominasi sektor infrastruktur tidak terlepas dari kondisi di lapangan yang masih memerlukan peningkatan kualitas jalan, drainase, hingga kawasan permukiman yang layak huni.

Menurutnya, seluruh usulan tersebut merupakan cerminan langsung dari kebutuhan masyarakat yang disampaikan kepada anggota dewan saat turun ke daerah pemilihan.

“Ribuan usulan ini bukan muncul begitu saja, tetapi merupakan hasil dari penjaringan aspirasi masyarakat. Pokok-pokok pikiran ini menjadi bagian penting dalam penyusunan RKPD agar program pemerintah benar-benar sesuai kebutuhan warga,” jelasnya.

Selain infrastruktur, DPRD juga mengusulkan sejumlah program di sektor lain meskipun dengan porsi yang lebih kecil. Di antaranya, pemberdayaan masyarakat dan kelurahan sebesar 8,26 persen, komunikasi dan informatika 3,2 persen, kesehatan 2,1 persen, lingkungan hidup 1,2 persen, serta pendidikan 0,7 persen.

Budiono menyebut kecilnya porsi usulan di sektor pendidikan bukan berarti kurang menjadi perhatian. Hal tersebut disebabkan alokasi anggaran pendidikan yang selama ini sudah cukup besar, sehingga fokus diarahkan pada sektor lain yang masih membutuhkan penguatan.

“Untuk pendidikan, anggarannya sudah relatif besar. Karena itu, kita lebih mendorong penguatan di sektor infrastruktur dan layanan kesehatan yang masih perlu ditingkatkan,” katanya.

Sementara itu, usulan di bidang ketahanan pangan dan perindustrian tercatat masing-masing berada di bawah satu persen. Meski demikian, sektor tersebut tetap menjadi bagian dari perhatian dalam pembangunan jangka menengah.

Lebih lanjut, Budiono menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak boleh hanya berfokus pada aspek fisik semata. Ia menilai penting adanya keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan.

“Pembangunan itu bukan hanya soal jalan atau gedung. Yang terpenting adalah bagaimana menciptakan kota yang nyaman, layak huni, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat,” tegasnya.

DPRD Balikpapan berharap seluruh usulan yang telah disampaikan dalam Musrenbang dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam menyusun RKPD 2027 secara komprehensif.

Selain itu, pihaknya juga mendorong agar program-program yang dihasilkan nantinya benar-benar tepat sasaran dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Harapan kami tentu usulan ini bisa ditindaklanjuti dengan baik oleh pemerintah daerah, sehingga pembangunan yang dilakukan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” tutupnya. (Adv/Shin/**)

Loading