Faktanusa.com, Balikpapan – Komisi II DPRD Kota Balikpapan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Perusahaan Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), Selasa (7/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di aula kantor PTMB tersebut sekaligus menjadi forum diskusi antara legislatif dan manajemen perusahaan untuk membahas berbagai persoalan layanan air bersih yang dikeluhkan masyarakat.

Sidak ini dilakukan sebagai respons atas meningkatnya aduan warga dalam beberapa waktu terakhir. Berbagai laporan masuk ke DPRD, baik melalui media sosial maupun secara langsung, yang menyoroti gangguan distribusi air hingga kualitas air yang dinilai tidak layak.

Sekretaris Komisi II DPRD Balikpapan, Taufik Qul Rahman, mengatakan bahwa keluhan masyarakat terkait layanan air bersih tergolong serius dan membutuhkan penanganan cepat.

“Keluhan yang kami terima cukup banyak dan sifatnya mendesak. Ada warga yang melaporkan air tidak mengalir sama sekali, ada juga yang mengalami mati total, bahkan kualitas airnya keruh,” ujarnya.

Menurut Taufik, kondisi tersebut tentu sangat mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari, mengingat air bersih merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda. Oleh karena itu, DPRD menilai perlu adanya langkah konkret dari PTMB untuk segera memperbaiki layanan.

“Air bersih ini kebutuhan utama. Ketika distribusinya terganggu, dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Ini yang harus segera dibenahi,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, DPRD mendorong PTMB untuk melakukan perbaikan menyeluruh, salah satunya melalui program peremajaan jaringan pipa distribusi. Langkah ini dinilai penting untuk mengatasi persoalan teknis yang selama ini menjadi penyebab gangguan layanan.

“Tahun ini direncanakan ada peremajaan pipanisasi. Harapannya, dengan jaringan yang lebih baik, distribusi air bisa lebih lancar dan kualitasnya juga meningkat,” jelas Taufik.

Ia menambahkan, peremajaan jaringan tidak hanya bertujuan memperbaiki aliran air, tetapi juga untuk meminimalisir kebocoran serta meningkatkan tekanan air ke wilayah yang selama ini sering mengalami gangguan.

Sementara itu, Direktur Utama PTMB, Yudhi Sabaruddin, menyambut baik langkah sidak yang dilakukan DPRD. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi sarana komunikasi yang efektif untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mencari solusi bersama.

“Hubungan kami dengan Komisi II DPRD Balikpapan sangat baik. Melalui pertemuan seperti ini, kami bisa mendengar langsung masukan dan keluhan masyarakat yang disampaikan melalui DPRD,” katanya.

Yudhi menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas layanan, meskipun diakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan, terutama terkait kondisi infrastruktur yang sudah berusia cukup lama.

“Kami terus berbenah, termasuk dengan rencana peremajaan jaringan. Ini memang menjadi salah satu prioritas untuk meningkatkan pelayanan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa upaya pemenuhan kebutuhan air bersih secara menyeluruh tidak dapat dilakukan oleh PTMB semata, melainkan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan DPRD.

“Untuk mencapai layanan air bersih yang optimal hingga 100 persen, tentu tidak bisa hanya mengandalkan PTMB. Perlu sinergi semua pihak, baik pemerintah, DPRD, maupun stakeholder lainnya,” tegasnya.

Dengan adanya sidak ini, DPRD berharap PTMB dapat segera merealisasikan langkah-langkah perbaikan yang telah direncanakan. Masyarakat pun diharapkan dapat merasakan peningkatan layanan dalam waktu dekat.

“Kami akan terus melakukan pengawasan agar perbaikan ini benar-benar berjalan. Harapannya, keluhan masyarakat bisa segera teratasi,” tutup Taufik.

Melalui kolaborasi antara DPRD dan PTMB, diharapkan kualitas layanan air bersih di Kota Balikpapan dapat semakin baik, sehingga kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi secara merata dan berkelanjutan.. (Nil/Adv/Diskominfo Balikpapan)

Loading