
Faktanusa.com, Balikpapan – Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, mengimbau masyarakat untuk tidak panik terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) menjelang Hari Raya Idulfitri. Ia memastikan bahwa secara umum kondisi pasokan BBM di Balikpapan masih dalam kategori aman.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul adanya antrean panjang kendaraan di kawasan Kilometer 9 yang sempat terjadi beberapa waktu lalu. Meski demikian, Fauzi menilai kondisi tersebut tidak mencerminkan situasi keseluruhan di lapangan.
“Memang sempat terjadi antrean panjang di Kilometer 9, bahkan sampai berjam-jam. Tapi secara umum kondisi di Balikpapan masih aman, tidak ada kendala signifikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hingga saat ini pihaknya masih terus memantau perkembangan informasi terkait distribusi BBM, baik dari pemerintah pusat maupun laporan di daerah. Berdasarkan informasi yang diterima, ketersediaan BBM dipastikan aman hingga periode Lebaran.
“Dari informasi yang kami terima, insya Allah stok BBM aman sampai Lebaran. Jadi masyarakat tidak perlu panik atau melakukan pembelian berlebihan,” tegasnya.
Fauzi juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aksi penimbunan atau pembelian dalam jumlah besar yang justru dapat memicu kelangkaan di lapangan. Menurutnya, kepanikan berlebihan hanya akan memperburuk situasi distribusi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berlebihan. Tidak perlu panik buying, karena itu justru bisa menimbulkan kelangkaan di tingkat masyarakat,” katanya.
Selain BBM, ia juga menyoroti potensi kepanikan dalam pembelian bahan pokok. Fauzi meminta warga untuk tetap bijak dalam berbelanja agar ketersediaan barang di pasar maupun swalayan tetap terjaga.
“Tidak hanya BBM, bahan pokok juga sama. Jangan sampai karena belanja berlebihan, stok di pasaran jadi terganggu,” tambahnya.
Terkait kemungkinan penertiban terhadap pedagang BBM eceran atau pihak yang memanfaatkan situasi, Fauzi menilai hal tersebut perlu disikapi secara bijak. Ia menekankan pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga stabilitas distribusi.
“Pada dasarnya kita tidak bisa melarang orang untuk berusaha, tapi harus ada kesadaran. Jangan sampai ada yang menimbun atau mengambil keuntungan berlebihan,” ujarnya.
Meski demikian, DPRD tetap mendorong adanya pengawasan dari instansi terkait untuk memastikan distribusi BBM berjalan sesuai aturan. Ia meminta dinas terkait untuk memberikan peringatan jika ditemukan praktik yang tidak sesuai.
“Kalau ada yang menimbun atau menjual secara tidak wajar, tentu harus ada penertiban. Kami minta dinas terkait untuk melakukan pengawasan dan memberikan peringatan,” tegasnya.
Fauzi juga menekankan bahwa BBM bersubsidi diperuntukkan bagi seluruh masyarakat, bukan untuk kepentingan bisnis yang merugikan banyak pihak.
“BBM subsidi itu untuk masyarakat luas, bukan untuk disalahgunakan atau dijual kembali demi keuntungan pribadi,” katanya.
Ia berharap kondisi global, khususnya di kawasan Timur Tengah, dapat segera stabil agar distribusi energi, termasuk BBM di Indonesia, tetap terjaga dengan baik.
“Kita doakan kondisi global segera kondusif, sehingga pasokan energi bisa tetap stabil dan masyarakat tidak perlu khawatir,” pungkasnya.
Dengan imbauan tersebut, DPRD Balikpapan berharap masyarakat dapat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang belum tentu benar, serta bersama-sama menjaga stabilitas kebutuhan energi dan bahan pokok menjelang Lebaran. (Adv/Shin/**)
![]()


