Faktanusa.com, Balikpapan – Kehadiran Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, di Kodam VI/Mulawarman, Rabu (8/4/2026), mendapat respons positif dari Pemerintah Kota Balikpapan. Salah satunya datang dari Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, yang turut menghadiri kegiatan tersebut.

Ratih menilai, pesan yang disampaikan Raffi Ahmad memberikan motivasi kuat bagi generasi muda, khususnya dalam mengembangkan potensi di sektor seni dan ekonomi kreatif.

“Intinya jangan mudah menyerah. Generasi muda harus terus menggali potensi, tetap fokus, karena kesuksesan itu lahir dari proses panjang dan kerja keras,” ujarnya usai kegiatan.

Menurutnya, peran generasi muda sangat strategis, tidak hanya di bidang seni, tetapi juga di berbagai subsektor ekonomi kreatif yang terus berkembang di Balikpapan. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus berupaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) melalui berbagai program pembinaan.

Ratih menjelaskan, Disporapar telah menjalankan sejumlah program untuk meningkatkan kualitas generasi muda, mulai dari pelatihan karakter hingga pengembangan keterampilan berbasis ekonomi kreatif.

“Kami rutin menggelar pelatihan bela negara, kepemimpinan, hingga pelatihan anti-radikalisme. Selain itu, peningkatan SDM juga dilakukan melalui pelatihan di 17 subsektor ekonomi kreatif,” jelasnya.

Adapun subsektor tersebut meliputi berbagai bidang seperti barbershop, barista, pembuatan kerajinan (kriya), kuliner tradisional, hingga industri kreatif berbasis digital seperti fotografi dan film.

“Semua subsektor itu sudah tersebar di kecamatan-kecamatan. Saat ini ada sekitar 678 pelaku ekonomi kreatif di Balikpapan yang aktif di 17 subsektor,” tambahnya.

Tak hanya fokus pada pelatihan, Disporapar juga secara rutin menggelar berbagai event dan kompetisi untuk mendorong kreativitas pemuda. Di antaranya pemilihan pemuda berprestasi, pemuda pelopor, hingga duta pemuda.

“Melalui kegiatan itu, kami ingin mendorong anak-anak muda untuk berani tampil dan menunjukkan potensi mereka,” katanya.

Di sektor seni, khususnya seni tari, Ratih menyebutkan bahwa perkembangan di Balikpapan cukup pesat. Hal ini terlihat dari banyaknya sanggar seni yang dikelola oleh generasi muda.

“Saat ini ada sekitar 14 sanggar tari yang terdata di dinas dan semuanya aktif. Mereka rutin tampil dalam berbagai kegiatan, termasuk event pariwisata seperti Pesona Balikpapan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pembinaan terhadap pekerja seni terus dilakukan melalui sanggar-sanggar tersebut, sehingga mampu melahirkan karya-karya yang berkualitas dan berdaya saing.

“Kita harus terus mengawal mereka. Kalau tidak, mereka tidak akan tahu sejauh mana perkembangan kreativitas dan kualitas karya mereka,” jelasnya.

Terkait peluang kolaborasi pascakunjungan Raffi Ahmad, Ratih mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan diskusi awal untuk menjajaki kerja sama di berbagai bidang.

“Kami sudah berdiskusi, ke depan bisa dilakukan kolaborasi dalam event maupun pelatihan. Ini masih kita rumuskan lebih lanjut,” katanya.

Salah satu potensi kolaborasi yang akan dikembangkan adalah kegiatan pembinaan karakter generasi muda bersama TNI. Disporapar selama ini juga telah menjalin kerja sama dengan satuan TNI, termasuk dalam program pelatihan bela negara.

“Ke depan, kegiatan seperti youth camp atau pelatihan kepemudaan bisa dikolaborasikan dengan Kodam. Ini penting untuk membentuk karakter generasi muda yang disiplin dan berjiwa nasionalisme,” ujarnya.

Selain itu, Disporapar juga tengah mempersiapkan event berskala internasional yang akan melibatkan kolaborasi dengan pihak luar, salah satunya melalui program bersama komunitas kreatif global.

Ratih menyebutkan, dalam waktu dekat Balikpapan akan menjadi tuan rumah kegiatan internasional yang melibatkan sekitar 100 peserta dari tujuh negara.

“Mereka terdiri dari penari, konten kreator, fotografer, dan pelaku seni lainnya. Selama empat hari kegiatan, mereka akan tampil bersama dengan pelaku seni lokal,” jelasnya.

Event tersebut direncanakan berlangsung di kawasan Dome Balikpapan, dengan rangkaian kegiatan mulai dari pagi hingga malam hari. Selain penampilan seni, kegiatan ini juga menjadi ajang promosi budaya lokal kepada dunia internasional.

“Kami akan kolaborasikan penampilan mereka dengan seniman lokal, sehingga ada pertukaran budaya yang positif,” tambahnya.

Ratih berharap, sinergi antara pemerintah, komunitas, dan berbagai pihak, termasuk dukungan dari pemerintah pusat, dapat terus diperkuat dalam membina generasi muda.

“Harapannya, generasi muda Balikpapan bisa terus berkembang, kreatif, dan mampu bersaing, baik di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.  (Nil/Adv/Diskominfo Balikpapan)

Loading