Faktanusa.com, Balikpapan – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan mulai melakukan penataan arus lalu lintas di kawasan padat kendaraan, khususnya di Jalan MT Haryono menuju Jalan Agung Tunggal. Langkah ini ditandai dengan pemasangan water barrier sejak Sabtu malam sebagai upaya mengurai kemacetan di simpang tersebut.

Penataan difokuskan di kawasan Simpang Agung Tunggal yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan kepadatan. Arus kendaraan yang tinggi dari berbagai arah kerap memicu perlambatan, terutama pada jam sibuk pagi, siang, dan sore hari.

Kepala Dishub Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, menjelaskan bahwa pemasangan water barrier dilakukan untuk mengurangi potensi konflik antar kendaraan di persimpangan.

“Langkah ini kami lakukan untuk menata pergerakan kendaraan agar lebih teratur. Dengan begitu, titik konflik di simpang bisa ditekan dan arus lalu lintas menjadi lebih lancar,” ujarnya. Sabtu (3/4/2026)

Ia mengungkapkan, kawasan tersebut memiliki peran strategis sebagai jalur alternatif yang menghubungkan kawasan Balikpapan Baru dengan Jalan MT Haryono. Sejak dibukanya akses di kawasan Bundaran Monyet pada Desember 2023, volume kendaraan yang melintas mengalami peningkatan signifikan.

Lonjakan kendaraan tersebut tidak diimbangi dengan kapasitas jalan yang memadai. Salah satu kendala utama adalah lebar mulut Jembatan Agung Tunggal yang hanya sekitar lima meter, sehingga tidak mampu menampung arus kendaraan dari berbagai arah secara optimal.

“Dengan kondisi seperti itu, kendaraan dari beberapa arah sering bertemu di satu titik, yang akhirnya menimbulkan antrean dan perlambatan,” jelasnya.

Sebagai solusi, Dishub melakukan penutupan sejumlah akses putar balik (U-turn) serta mengatur ulang pola sirkulasi kendaraan. Median jalan ditutup menggunakan kombinasi beton blok dan water barrier sepanjang kurang lebih 195 meter, dimulai dari depan Toko Gramedia hingga kawasan Kedai Kopi Bubur Nikmat.

Penataan ini diharapkan mampu menciptakan pola pergerakan kendaraan yang lebih terarah dan mengurangi potensi kemacetan di titik simpang.

Dalam pelaksanaannya, Dishub juga menggandeng Satuan Lalu Lintas Polresta Balikpapan untuk membantu pengaturan di lapangan, terutama pada masa awal penerapan rekayasa lalu lintas tersebut.

Petugas disiagakan untuk mengarahkan pengendara serta memastikan perubahan arus dapat berjalan dengan baik tanpa menimbulkan kebingungan bagi pengguna jalan.

Fadli menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap efektivitas kebijakan ini. Evaluasi akan dilakukan berdasarkan kondisi di lapangan, termasuk respons masyarakat dan pengguna jalan.

“Kami akan melihat perkembangan di lapangan. Jika ditemukan kendala atau perlu penyesuaian, tentu akan kami lakukan evaluasi agar hasilnya lebih optimal,” katanya.

Dishub juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi rambu dan arahan petugas selama masa penyesuaian berlangsung. Pengendara diharapkan dapat memahami perubahan pola arus yang diterapkan demi kepentingan bersama.

Dengan adanya penataan ini, diharapkan kemacetan di Simpang Agung Tunggal dapat berkurang secara signifikan, serta memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi seluruh pengguna jalan di Kota Balikpapan. (Nil/Adv/Diskominfo Balikpapan)

Loading