
Faktanusa.com, Sangatta — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus berupaya mewujudkan pendidikan inklusi di seluruh jenjang pendidikan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) melalui program beasiswa pendidikan magister bagi para guru.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, mengatakan saat ini sebanyak 191 guru sedang menempuh pendidikan S2 bidang inklusi di Yogyakarta. Program tersebut merupakan bagian dari Beasiswa Kutim Membangun, yang telah berjalan sejak tahun 2024.
“Kami siapkan SDM-nya terlebih dahulu. Ada 191 guru yang kami sekolahkan S2 inklusi di Yogyakarta. Mereka sudah kuliah sejak 2024 dan diharapkan bisa lulus pada akhir tahun ini,” ujar Mulyono kepada wartawan faktanusa.com saat di wawancarai, Senin (10/11/2025).
Mulyono menjelaskan, peningkatan kompetensi guru ini bertujuan agar setiap satuan pendidikan di Kutim dapat memberikan layanan pendidikan yang layak bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Saat ini, Kutim hanya memiliki satu Sekolah Luar Biasa (SLB), sehingga sebagian besar anak berkebutuhan khusus harus bersekolah di sekolah umum.
“Setelah lulus nanti, para guru akan kembali ke sekolah masing-masing untuk menerapkan sistem sekolah inklusi. Anak-anak berkebutuhan khusus juga punya kemampuan luar biasa seperti siswa lainnya,” jelasnya.
Selain menyiapkan SDM, Disdikbud Kutim juga berencana melengkapi fasilitas penunjang sekolah inklusi secara bertahap, mulai dari tingkat PAUD, SD, hingga SMP.
Sebagai contoh, SMPN 1 Sangatta Utara saat ini telah menjadi sekolah inklusi dan menangani enam siswa berkebutuhan khusus.
“Pemerintah akan terus berusaha memberikan yang terbaik agar semua anak merasa adil dalam mendapatkan hak pendidikan,” pungkas Mulyono. (Adv/Shin/**)
![]()


