
Faktanusa.com, Kotabaru (02/04)– Di balik pesisir laut Desa Tanjung Seloka, Kecamatan Pulau Laut Selatan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, tersimpan cerita perubahan. Dahulu, para nelayan menggantungkan hidup sepenuhnya pada hasil tangkapan kepiting bakau dari alam. Ukuran yang kecil dan harga jual yang rendah membuat pendapatan sulit meningkat dan tidak menentu.
Kini, perlahan kondisi tersebut berubah. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT) mendorong lahirnya inovasi ekonomi berbasis pesisir yang mampu mengubah pola usaha masyarakat dari sekadar menangkap menjadi membudidayakan secara berkelanjutan.
PLN UIP KLT tidak hanya berfokus pada pembangunan sistem ketenagalistrikan di wilayah Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara, tetapi juga memastikan bahwa setiap kehadiran infrastruktur yang dibangun memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Transformasi ini dimulai sejak tahun 2024 melalui Program Desa Berdaya, dengan kegiatan pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) untuk membentuk terumbu karang buatan serta rumah ikan (Bioreef Block). Upaya ini tidak hanya berfungsi menjaga ekosistem laut, tetapi juga memperkuat fondasi sumber daya perikanan yang menjadi tumpuan hidup masyarakat pesisir.
Kemudian pada tahun 2025, program berlanjut dengan fokus pada penguatan ekonomi melalui pengembangan demplot budidaya kepiting soka dan penggemukan kepiting menggunakan metode Recirculating Aquaculture System (RAS). Pendekatan ini menjadi solusi atas rendahnya nilai jual kepiting hasil tangkapan, sekaligus membuka peluang usaha baru yang lebih stabil dan bernilai tambah.
Ketua Kelompok Nelayan “Seloka Crabs”, Irhamsyah, merasakan langsung perubahan tersebut. “Dulu kami hanya menjual kepiting apa adanya, ukurannya kecil dan harganya rendah. Sekarang, setelah dibudidayakan dan digemukkan, nilainya jauh lebih tinggi dan hasilnya lebih pasti,” ungkapnya.
Program ini dilaksanakan melalui pelatihan teknis, pendampingan intensif, serta penyediaan sarana budidaya. Masyarakat tidak hanya dikenalkan pada teknologi, tetapi juga dibekali kemampuan dalam pengelolaan usaha yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Hasilnya mulai terlihat, dengan total produksi mencapai sekitar 90 kilogram sepanjang tahun 2025, serta perkembangan produksi yang kini stabil di kisaran 30 kilogram per bulan.
Dampak program tidak berhenti pada peningkatan produksi. Kegiatan ini juga membuka peluang kerja, memperkuat kelembagaan kelompok nelayan, serta menumbuhkan minat masyarakat lain untuk ikut mengembangkan usaha serupa. Budidaya kepiting soka pun mulai menjadi salah satu alternatif sumber penghasilan yang menjanjikan di Desa Tanjung Seloka. General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menyampaikan “Melalui program TJSL, PLN tidak hanya berperan dalam menyediakan listrik, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Potensi pesisir yang dimiliki Tanjung Seloka sangat besar, sehingga kami mengembangkan program yang mampu memberikan nilai ekonomi sekaligus tetap menjaga lingkungan,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan program ini menunjukkan bahwa pemberdayaan yang tepat dapat mendorong kemandirian masyarakat secara berkelanjutan. “Kami berharap inisiatif ini dapat terus berkembang, dimanfaatkan secara mandiri oleh masyarakat, dan menjadi penggerak ekonomi baru di wilayah pesisir,” tambahnya.
Selain berdampak pada ekonomi, program ini juga memberikan kontribusi terhadap pelestarian lingkungan. Penerapan metode RAS memungkinkan budidaya dilakukan secara lebih efisien tanpa menekan populasi kepiting di alam, sehingga keseimbangan ekosistem tetap terjaga.
Pada tahun 2026, PLN UIP KLT melanjutkan Program Desa Berdaya Tanjung Seloka dengan memperkuat pilar lingkungan dan ekonomi. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi pelatihan dan penyuluhan lingkungan, penanaman pohon, serta dukungan alat produksi bagi UMKM untuk memperluas dampak ekonomi yang telah terbentuk.
Dari laut yang dulu penuh ketidakpastian, kini tumbuh harapan baru. Tanjung Seloka menjadi bukti bahwa ketika potensi lokal dikelola dengan pendekatan yang tepat, perubahan nyata dapat tercipta dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
Narahubung
Manager Perizinan dan Komunikasi PLN UIP KLT
Teddy Kristianto
Email: plnuipkalbagtim@pln.co.id
![]()



