
Faktanusa.com, Balikpapan – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terus dilakukan jajaran kepolisian di Kota Balikpapan. Salah satunya melalui kegiatan patroli dialogis yang digelar oleh Tim Patroli Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kaltim di kawasan depan Bandara SAMS Sepinggan, Kamis (2/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Jalan Marsma Iswahyudi, Balikpapan Selatan tersebut menyasar para tukang ojek yang beraktivitas di sekitar pangkalan. Patroli ini bertujuan untuk membangun kesadaran bersama dalam menjaga ketertiban berlalu lintas serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
Dansat Brimob Polda Kaltim, Andy Rifai, melalui Danyon A Pelopor, Iwan Pamuji, menyampaikan bahwa pendekatan dialogis dipilih sebagai langkah preventif dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan, khususnya kejahatan jalanan.
“Melalui patroli ini, kami mengimbau para tukang ojek untuk selalu menjaga ketertiban di pangkalan, saling bekerja sama, serta menjaga hubungan yang baik antar sesama,” ujarnya.
Menurutnya, suasana yang rukun dan tertib di lingkungan pangkalan ojek akan memberikan dampak positif terhadap keamanan di sekitarnya. Oleh karena itu, kebersamaan antar pengemudi menjadi hal penting yang perlu terus dijaga.
“Kami mengingatkan agar sesama tukang ojek saling membantu dan mengingatkan. Tujuannya sama, yakni mencari nafkah dengan tetap menjaga keamanan dan ketertiban di tempat mangkal,” tambahnya.
Selain memberikan imbauan terkait ketertiban, petugas juga mengajak para pengemudi ojek untuk turut berperan aktif dalam menjaga kamtibmas. Mengingat aktivitas mereka yang hampir setiap hari berada di jalan, para tukang ojek dinilai memiliki posisi strategis dalam membantu memberikan informasi kepada pihak kepolisian.
“Peran tukang ojek sangat penting karena mereka berada di lapangan setiap hari. Kami harapkan mereka tertib, beretika, serta bisa menjadi mitra kepolisian dengan memberikan informasi jika ada potensi gangguan kamtibmas,” tegasnya.
Patroli dialogis ini merupakan bagian dari langkah preventif kepolisian dalam menciptakan rasa aman di tengah masyarakat. Dengan menggandeng berbagai elemen, termasuk para pekerja informal seperti tukang ojek, diharapkan keamanan lingkungan dapat terjaga secara bersama-sama.
Kegiatan tersebut juga mendapat respons positif dari para tukang ojek yang merasa diperhatikan sekaligus dilibatkan dalam upaya menjaga keamanan wilayah.
Dengan adanya sinergi antara kepolisian dan masyarakat, diharapkan potensi kejahatan jalanan dapat diminimalisir, serta tercipta situasi yang aman, nyaman, dan kondusif di Kota Balikpapan.
![]()


