
Faktanusa.com, Sangatta – Bupati Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kutai Timur saat ini tengah memprioritaskan pemerataan layanan air bersih bagi seluruh masyarakat, termasuk yang tinggal di wilayah terpencil. Upaya tersebut dilakukan melalui percepatan distribusi jaringan air bersih dari Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Tuah Benua.
Menurut Ardiansyah, pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi salah satu indikator penting keberhasilan pembangunan. Pemerintah daerah berkomitmen kuat untuk memastikan bahwa sumber air bersih dapat terdistribusi secara merata dan inklusif hingga ke seluruh kecamatan di Kutai Timur.
“Kebutuhan air bersih menjadi barometer keberhasilan pembangunan dan harus mampu masuk sampai ke pelosok wilayah Kutai Timur,” ujar Ardiansyah. Sabtu (22/11/2025)
Ardiansyah menekankan bahwa penyediaan sarana air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak bisa ditunda. Oleh karena itu, pemerintah meminta Perumdam Tirta Tuah Benua untuk terus mempercepat realisasi distribusi layanan air bersih melalui peningkatan kapasitas instalasi dan perluasan jaringan.
“Saat ini masih ada beberapa daerah di Kutim yang belum bisa menikmati layanan air bersih dari PDAM,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa pemerataan penyediaan air bersih masuk dalam program pembangunan prioritas selama masa kepemimpinannya, karena memberikan dampak langsung pada kualitas hidup, kesehatan, dan produktivitas masyarakat.
Air bersih juga memiliki peran vital dalam mendukung berbagai sektor, termasuk pendidikan, layanan kesehatan, industri rumah tangga, dan ketahanan pangan. Pemerintah daerah melihat bahwa peningkatan akses air bersih merupakan langkah strategis untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan pemerataan kesejahteraan.
Dalam rangka memperluas jangkauan layanan, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur telah meresmikan Instalasi Pengolahan Air (IPA) berkapasitas 50 liter per detik di Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. IPA baru ini ditujukan untuk menjawab meningkatnya kebutuhan air bersih seiring pertumbuhan pusat aktivitas penduduk di kedua kecamatan tersebut.
Ardiansyah menyampaikan bahwa pembangunan IPA tersebut merupakan langkah awal dari rangkaian program perluasan layanan air bersih di Kutim. Pemerintah daerah selanjutnya akan mendorong perluasan jaringan distribusi ke kecamatan-kecamatan lain yang masih terbatas aksesnya.
Sementara itu, Direktur Perumdam Tirta Tuah Benua Kutai Timur, Suparjan, menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas instalasi pengolahan air merupakan salah satu strategi utama untuk mengoptimalkan layanan air bersih bagi masyarakat. Dengan bertambahnya kapasitas suplai, Perumdam kini juga mulai membuka kembali layanan pemasangan sambungan baru bagi pelanggan.
“Dengan adanya penambahan IPA, kami juga sudah bisa melayani untuk pemasangan sambungan baru. Kami akan berusaha mengakomodir ke pelosok-pelosok Kutim juga,” kata Suparjan.
Menurutnya, pertumbuhan penduduk dan perkembangan wilayah menuntut peningkatan kualitas dan cakupan layanan air bersih. Karena itu, Perumdam berkomitmen mendukung program pemerintah daerah dalam mendorong pemerataan layanan.
“Kami akan mendukung program dan komitmen Bupati Kutim dalam mewujudkan pemenuhan air bersih di seluruh wilayah Kutai Timur,” tambahnya.
Bupati berharap percepatan layanan air bersih dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat. Pemerintah akan terus melakukan evaluasi dan koordinasi lintas sektor agar pelayanan air bersih semakin merata dan dapat menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah dengan kondisi geografis menantang.
Ardiansyah menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, Perumdam, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan infrastruktur air bersih.
Dengan peningkatan kapasitas IPA dan komitmen pengembangan jaringan ke wilayah pelosok, Kutai Timur optimis dapat mewujudkan pemerataan pelayanan dasar sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Adv/Shin/**)
![]()


