Faktanusa.com, Balikpapan — Hangatnya kebersamaan Ramadan terasa kental saat Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) DPC Kota Balikpapan menggelar buka puasa bersama bertajuk “APJI Berbagi”. Tak sekadar menyatukan para pelaku usaha kuliner, kegiatan di rumah jabatan Wakil Wali Kota Balikpapan, Jalan ARS Muhammad, Klandasan Ulu, Sabtu (28/02/2026), itu menjadi wujud nyata kepedulian sosial—dari santunan santri hingga ribuan paket makanan untuk mereka yang membutuhkan.

Ketua APJI Balikpapan, Juli Shinta, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda kedua sejak pelantikan kepengurusan pada 28 Februari 2025. Menurutnya, organisasi yang menaungi pelaku usaha jasa boga tersebut tidak hanya berfokus pada penguatan bisnis kuliner, tetapi juga berkomitmen menghadirkan dampak sosial nyata bagi masyarakat.

“Melalui ‘APJI Berbagi’, kami ingin menunjukkan bahwa pertumbuhan usaha harus berjalan beriringan dengan kepedulian sosial. Bisnis harus tetap bergerak, agar kami bisa terus berbagi dan memberi manfaat bagi sesama,” ujarnya.

Tak sekadar berbuka puasa, kegiatan ini juga menjadi momentum penyaluran bantuan sosial. APJI Balikpapan menyerahkan santunan kepada 28 santri dari Pondok Pesantren Modern Limashlahatil Ummah. Selain itu, organisasi ini menyalurkan 100 paket sembako bagi anak yatim piatu dan dhuafa, serta mendistribusikan 1.000 paket nasi kotak ke sejumlah panti asuhan di Balikpapan.

Penyerahan santunan dilakukan secara simbolis oleh Sekretaris DPD APJI Provinsi Kalimantan Timur Aries Mulyanata, S.H., M.Kn., didampingi Ketua APJI Balikpapan Hj. Juli Shinta Novianti, S.H., Ketua Kadin Kota Balikpapan Noval Aspiani, perwakilan DPC IWAPI Balikpapan, serta Ketua GOW Balikpapan Hj. Suharti bersama jajaran pengurus APJI Kota Balikpapan.

Juli Shinta menambahkan, jumlah anggota APJI Balikpapan terus mengalami pertumbuhan. Hingga saat ini, tercatat sekitar 80 anggota yang terdiri dari pengusaha katering, restoran, dan kafe. Ia menilai peningkatan jumlah anggota menjadi indikator bahwa eksistensi APJI semakin diakui sebagai organisasi yang produktif dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat serta dunia usaha jasa boga.

“Soliditas anggota menjadi kekuatan utama kami. Dengan kebersamaan, APJI Balikpapan bisa terus berkembang dan menghadirkan program-program yang bermanfaat,” katanya.

Ke depan, APJI Balikpapan juga menyiapkan agenda peningkatan kualitas sumber daya manusia. Setelah Ramadan, organisasi tersebut akan menggelar pelatihan sertifikasi chef guna meningkatkan profesionalisme pelaku jasa boga, khususnya dalam standar gizi, higienitas, dan mutu makanan.

“Peningkatan kualitas SDM penting agar pelaku usaha jasa boga di Balikpapan semakin kompeten dan mampu bersaing, sekaligus memberikan layanan terbaik bagi masyarakat,” jelas Juli Shinta.

Sementara itu, Sekretaris APJI Provinsi Kalimantan Timur Aries Mulyanata mengapresiasi kekompakan yang ditunjukkan pengurus dan anggota APJI Balikpapan. Menurutnya, kegiatan sosial yang konsisten menjadi bukti bahwa organisasi ini tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial.

“Ini bentuk nyata kebersamaan seluruh anggota untuk berbagi. Keberhasilan usaha tidak hanya diukur dari omzet dan ekspansi bisnis, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang bisa dirasakan masyarakat luas,” ujarnya.

Ia berharap APJI Balikpapan terus tumbuh menjadi organisasi yang semakin kuat dan mampu memberi kontribusi lebih besar, baik bagi sektor usaha jasa boga maupun masyarakat.

Di tengah dinamika ekonomi yang masih menghadirkan berbagai tantangan, APJI Balikpapan memilih untuk tetap menyalakan semangat kepedulian sosial. Melalui kegiatan “APJI Berbagi”, organisasi ini menegaskan bahwa solidaritas dan kebersamaan merupakan kekuatan utama dalam membangun usaha yang berkelanjutan sekaligus memberi manfaat luas bagi lingkungan sekitar. (Shin/**)

Loading