Faktanusa.com, Balikpapan – Aksi Demo yang dilakukan oleh para Mahasiswa di kota Balikpapan tentang penolakan kenaikan Harga BBM berakhir hingga pukul 20.00 Wita.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan Abdulloh mengatakan aksi demo mahasiswa ini agar Pemerintah Kota (Pemkot) dan DPRD Kota untuk menyetujui menolak kenaikan harga BBM.
“Tadi kami dan Walikota dipaksa untuk menyetujui penolakan kenaikan harga BBM ” Kata Abdulloh kepada media. Senin (5/9/2022).
Abdulloh menjelaskan bahwa Pemerintah Kota dan DPRD berperan sebagai penyelenggara di daerah harus patuh pada penyelenggaraan yang ada di pusat sehingga tidak bisa untuk ikut menolak karena sudah berupa Undang-undang BBM.
“Posisi kamu penyelenggara pemerintah di daerah ini kan pasti harus patuh pada pemerintah pusat ya tidak asal serta merta menolak Apalagi sudah berupa undang-undang BBM.” kata Abdulloh.
“Kami hanya bisa menyalurkan aspirasinya mereka apa yang dikehendaki DPRD dan walikota siap untuk mengantarkan aspirasi tersebut kepada pemerintah pusat, itu yang harus kamu lakukan karena tidak ada kewenangan apapun untuk menolak kenaikan BBM.” pungkasnya.